Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 20 QIN WUJI MELAWAN QIN XIAO


__ADS_3

PART 20 QIN WUJI MELAWAN QIN XIAO


Seleksi murid ketiga di mulai.


Tetua Qin Xie lalu menjelaskan aturan pertarungan, setiap murid di persilakan menggunakan semua kemampuannya, namun dilarang membunuh dan menggunakan senjata rahasia.


Seorang tetua pencabut undi lalu menyerahkan nama yang akan bertarung pada tetua Qin Xie.


Pertarungan pertama pertarungan antara Qin Yue er melawan Qin Yuan Bai, pertarungan itu di menangkan oleh Qin Yue er dengan serangan jarum spiritual.


Tetua Qin Xie lalu melanjutkan pertarungan berikutnya.


“Selanjutnya, Qin Wuji melawan Qin Xiao” ucap tetua Qin Xie.


Dengan segera, Qin Wuji memasuki arena pertarungan dengan senyuman yang mengembang di sudut bibirnya, lalu di ikuti dengan masuknya Qin Xiao dengan tatapan yang serius.


Qin Xiao dan Qin Wuji mendarat di aula pertandingan bersamaan.


“Saudara, bersiaplah aku tidak akan segan” ucap Qin Xiao kepada Qin Wuji dengan serius


“Aku tidak akan kalah” jawab Qin Wuji dengan senyuman menyungging di sudut bibirnya.


“Hiatt…” teriak Qin wuji melompat menyerang Qin Xiao dengan kekuatan fisiknya.


Mereka bertukar berbagai jurus dan pukulan dengan kekuatan fisik mereka yang berada pada tingkat kayu level lima.


Dhum… pukulan mereka beradu mendorong mereka ke belakang bersamaan.


“Whuss…” Qin wuji mengedarkan kekuatan tingkat peserta tahap puncaknya


Qin Xiao yang tidak mau kalah juga segera mengedarkan kekuatan tahap puncak pendekar peserta.


Mereka sama sama menggunakan serangan tapak saling menyerang.


Qin Xiao menyerang dengan serangan tapak hitamnya sedangkan Qin wuji menggunakan serangan tapak berwarna hijau yang membalut telapak tangannya.


“Dhuar…” ledakan keras terjadi saat serangan tapak mereka beradu.


Qin Xiao dan Qin Wuji terlempar beberpa meter kebelakang mereka dengan jarak yang sama.


Pertukaran tapak itu seimbang karena kekuatan fisik dan kekuatan spiritual mereka memiliki tingkat yang sama membuat pertarungan itu menjadi seimbang.


Whus… Qin Xiao melancarkan serangan kejutan yang mengenai Qin Wuji lalu melemparnya.


Tanpa memberi kesempatan Qin Xiao membuat segel tangan, kabut hitam lalu muncul dari tubuhnya lalu menyelimuti telapak tangannya


Qin Xiao sekali lagi bergerak dengan cepat menuju Qin Wuji yang mencoba mengatur nafasnya.

__ADS_1


“Dhuarr…” Qin Wuji terlempar saat serangan tapak hitam milik Qin Xiao mengenai tubuhnya.


Qin Wuji yang terjatuh segera bangkit memulihkan diri.


“Whuss…” Qin Wuji bergerak cepat sambil membuat segel tangan.


Namun belum sempat serangannya terbentuk, Qin Wuji memuntahkan darah hitam dari mulutnya.


“Apa yang terjadi…” ucap para penonton yang tidak mengerti apa yang terjadi.


“Tinju hitam… serangan fisik itu…” gumam Qin bertopeng.


“Kenapa dengan serangan itu” ucap Qin Yue er, seorang gadis cantik yang merupakan murid cabang klan Qin yang duduk di samping Qin Tian.


Qin Xiao tersenyum degan dingin, ia adalah murid klan yang mengembara keluar sehingga tidak terlalu mengenali murid klan lainnya.


“Ternyata saudara di sana cukup pintar” ucap Qin Xiao menatap sosok Qin Tian yang bertopeng.


“Serangan tapak hitam itu bukanlah serangan yang berbahaya, tapi serangan fisik tinju hitam itulah serangan utamanya, orang akan mengira serangan pertama hanyalan serangan pembukaan. Terlihat tidak berbahaya, namun itu menyerang dengan perlahan lalu meghancurkan kekuatannya” ucap Qin Tian menjelaskan kepada sosok cantik yang duduk di sampingnya.


Sosok gadis yang duduk dengan anggun di sebelah Qin Tian itu mengangguk anggukkan kepalanya, matanya yang tajam menatap Qin Tian dengan kagum, bibirnya yang merah dan seksi terlihat memberikan senyumannya pada sosok Qin Tian yang bertopeng.


Senyuman itu membuat banyak lelaki menjatuhkan dirnya dalam hayalan yang sulit di mengerti, namun itu tidak berlaku pada Qin Tian, tatapanya terus mencari sosok gadis yang ia rindukan.


Setelah merintih kesakitan, Qin Wuji akhirnya bisa menahan rasa sakitnya lalu berdiri mengeluarkan kekuatanya, setelah mencoba mengeluarkan kekuatannya ternyata kekuatan itu tidak bisa keluar, kekuatannya seperti ditekan oleh serangan milik Qin Xiao sebelumnya.


“Ha ha ha, ternyata kau sudah sedikit lebih hebat, meskipun Cuma sedikit” ucap Qin Wuji dengan tersenyum.


Qin Wuji merupakan teman Qin Xiao, mereka merupakan murid klan yang berada di luar klan.


Qin Wuji dan Qin Xiao memiliki hubungan yang baik meskipun mereka suka saling beradu kekuatan.


Qin Wuji pada dasarnya memiliki kekuatan yang lebih kuat dari Qin Xiao, namun Qin Xiao memiliki kecerdasan yang melebihi Qin Wuji.


Qin Wuji lalu membuat segel tangan.


Whus… racun hitam milik Qin Xiao keluar dari tubunya.


“Bersiaplah, aku tidak akan menahan diri kali ini” ucap Qin Wuji dengan percaya diri.


Whungg… udara bergetar bersamaan dengan kemunculan sebuah golok besar di tangan Qin Wuji dengan ukiran naga pada bilahnya.


Qin wuji mengusap bilah itu dengan khidmat


Qin wuji lalu melemparkan jarum kearah Qin Xiao untuk mengecohnya.


“Tsk… Tsk…” Qin Xiao dengan sengaja membiarkan jarum itu mengenai tubuhnya.

__ADS_1


“Apa yang dia rencanakan” batin Qin wuji yang melihat Qin Xiao yang dengan sengaja membiarkan dirinya terkena jarum miliknya.


Qin wuji melompat mengayunkan goloknya ke kepala Qin Xiao.


Tsk… Tsk… Qin Xiao mencabut jarum yang menusuk tubuhnya.


Dongg… suara gong berbunyi Qin wuji menghentikan gerakannya mendengar suara gong yang berdengung.


“Apa yang terjadi?” teriak Qin Wuji


Dari atas platform batu yang tinggi, tetua pengawas pertandingan berdiri.


“Qin wuji didiskuali fikasi karena menggunakan serangan jarum fisik, yang merupakan senjata rahasia. Pemenang kali ini adalah Qin Xiao” ucap tetua tersebut mengumumkan.


“Kenapa bisa begini” teriak Qin wuji


“Bukankan saudari itu sebelumnya juga menggunakan serangan jarum” bantah Qin wuji menunjuk kearah Qin Yue er.


“Saudari ini sebelumnya menggunakan serangan jarum spiritual yang merupakan teknik perubahan energi. Energi yang membentuk jarum, itu tidak termasuk senjata fisik maupun senjata tersembunyi” ucap sosok bertopeng yang duduk di seorang gadis cantik menjelaskan, sosok itu secara alami adalah Qin Tian.


“Ah, tidak!” teriak Qin Wuji kesal menyadari kebodohannya, ia juga menyadari alasan Qin Xiao membiarkan dirinya terkena jarum itu agar bisa mengetahui itu merupakan senjata fisik atau senjata spiritual.


Qin wuji kembali pada kursinya dengan kesal sementara Qin Xiao kembali dengan sedikit tersnyum.


“Ada apa saudara” ucap Qin Xiao merangkul Qin Wuji yang tampak kesal padanya.


“Awas saja kau!” ucap Qin Wuji pada Qin Xiao


“Ha ha ha” Qin Xiao tertawa lepas


“Ternytau kau masih bodoh seperti biasa” ucap Qin Xiao sambil tertawa lepas.


Mereka begitu akrab meskipun saat bertarung mereka terlihat saling ingin membunuh, itu adalah keakraban saudara yang sesungguhnya.


Mereka terbiasa menghadapi masalah di luar klan, itu membuat mereka saling mengerti satu sama lain, tidak egois memikirkan diri sendiri, namun serius saat bertarung.


Setelah Qin wuji didiskualifikasi maka Qin Xiao maju sebagai pemenang dan pertandingan juga brakhir.


“Pertarungan selanjutnya, Qin Bertopeng perak, melawan Qin Chen” ucap tetua Qin Xie.


Karena tidak mengetahui nama sosok bertopeng itu, tetua Qin Xie memberi gelar Qin Bertopeng perak kepada Qin Tian karena menggunakan topeng berwarna perak saat bertarung.


Setelah nama Qin Bertopeng itu disebutkan dengan segera, kehadiran sosok bertopeng yang menjadi idola barui itu membuat ramai para penonton yang ingin melihat kejutan apa yang akan dia berikan.


“Dongg…” Suara gong berbunyi memulai pertandingan.


“Sudah lama aku ingin melakukan ini, namun aku selalu merasa tidak pantas bahkan ketika berjalan beriringan dengan mu” ucap Sosok bertopeng itu membuat Qin Chen, para tetua dan para penonton menjadi penasara.

__ADS_1


Bahkan Patriak Qin Nan juga tidak kalah penasaran dengan sosok bertopeng itu.


__ADS_2