Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 47 SEKTE SERIGALA PERAK


__ADS_3

PART 47 SEKTE SERIGALA PERAK


Di hamparan padang rumput yang luas, terlihat ratusan pendekar dari tingkat master hingga grand master berada di sana seperti sedang menunggu sesuatu.


“Ini aneh, bukankah seharusnya kita berada di makam selama sepuluh hari, kenapa baru delapan hari kita sudah keluar?” ucap seorang pendekar pada pendekar lain di sebelahnya.


“Aku tidak tau pasti, sepertinya ada yang berhasil mendapatkan harta utama di makam kuno ini” jawab pendekar di sebelahnya.


“Benar benar orang yang beruntung” gumam pendekar yang bertanya tersebut yang diikut anggukan dari pendekar di sebelahnya.


Di sisi lain terlihat seorang pendekar tingkat grand master puncak bersama dua orang di sampingnya seperti sedang mengirimkan pesan jiwa melalui lencana giok jiwa miliknya.


Tidak lama kemudian, seratus murid tingkat master puncak bersama tujuh pendekar grand master puncak dan seorang tingkat raja menengah dan seorang tingkat kaisar dasar tiba di tempat pendekar yang mengirimkan pesan jiwa tersebut.


“Hormat pada ketua sekte” ucap pendekar tersebut yang bernama Yin Jiang bersama dua pendekar lain memberi hormat pad pendekar yang berada di ranah kaisar dasar yang berdiri di atas bilah pedang raksasa yang mengambang di udara.


“Tetua Jiang, Jelaskan situasinya” ucap sosok itu dengan meletakkan kedua tangannya di belakangnya.


“Baik ketua” ucap Yin Jiang lalu menjelaskan hal yang terjadi, mulai dari pertarungan pendekar misterius di makam kuno, hingga mereka yang dikeluarkan dari makam lebih cepat dua hari dari waktu seharusnya, yang menunjukkan makam kuno tersebut telah memilih pewarisnya.


Sosok yang dipanggil itu menganggukkan kepalannya mendengarkan penjelasan dari Yin Jiang mengenai masalah tersebut.


Di sisi lain ratusan pendekar menatap pasukan itu dengan penuh kebencian.


“Itu Yin Taizu, ketua sekte serigala perak. Aku yakin mereka mengincar pendekar yang mendapat warisan dari makam kuno ini, benar benar sekte aliran sesat, yang menggunakan segala cara untuk mendapatkan sesuatu” ucap seorang pendekar bernama Yuan Zhen pada pendekar di sebelahnya yang dijawab dengan anggukan dari temannya tersebut.


Tidak jauh dari kerumunan itu, terlihat dua pemuda terus berjalan mengelilingi setiap pendekar di sana mencari sosok yang sangat di takuti mereka.


“Saudara, bagaimana ini?” Tanya Liu Xing pada Liu Ying


“Aku Juga tidak tau, kau jangan terus bertanya membuat aku panik, lebih baik diam dan terus cari. Aku juga takut pada kemarahan Tuan Zhang” jawab Liu Ying yang kesal karena berkali kali di Tanya Liu Xing


“Saudara….” Ucap Liu Xing namun belum sempat ia menuntaskan kata katanya, Liu Ying memotong pembicaraannya.


“Ah… sudah, cepat cari” ucap Liu Ying memotong pembicara Liu Xing


“Saudara Tian!” teriak Liu Ying mencari keberadaan Qin Tian.

__ADS_1


“Saudara Tian, saudara dimana?” teriak mereka terus mencari Qin Tian tanpa menghiraukan tatapan pendekar lainnya, karena menurut mereka kehilangan jejak Qin Tian di kota perak lebih menakutkan dari kemarahan seluruh pendekar di sana.


“Hey, kamu!” teriak salah satu pendekar sekte serigala perak pada Liu Ying dan Liu Xing


“Bukankah mereka… sekte serigala perak, apa yang mereka rencanakan” uap Liu Ying pada Liu Xing.


“Aku juga tidak tau saudara, tapi aku yakin mereka sedang merencanakan hal buruk” jawab Liu Xing yang ditanggapi dengan anggukan Liu Ying.


“Lancang, berani mengabaikan ucapan tetua kami!” teriak seorang pendekar tahap gran master dasar


“Ma… maaf tuan, kami sedang mencari saudara kami yang hilang di dalam makam” ucap Liu Xing dengan terbata.


Karen perbedaan kekuatan mereka dan terlebih perbedaan jumlah Liu Ying dan Liu Xing hanya bisa meminta maaf untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, mengingat sekte aliran hitam mudah tersinggung dan mudah menyinggung.


Mendengar ucapan Liu Xing, tetua itu lalu mengarahkan pandangannya pada Yin Taizu


“Tangkap mereka!” teriak tetua Yin Jiang pada murid sekte serigala perak agar menangkap Liu Ying dan Liu Xing


Dengan sigap Liu Ying dan Liu Xing mengedarkan kekuatan mereka yang berada di tingkat Master puncak berusaha melawan karena tau sekte aliran hitam itu meskipun masalah kecil akan mereka perbesar jika mereka menganap hal itu menyinggung mereka.


“Tuan, ada apa ini, apa kesalahan kami” ucap Liu Ying berbicara namun omongannya tidak digubris pendekar yang bergerak menyerang mereka.


“Sekte aliran hitam benar benar bre****k” gumam salah satu pendekar di sana.


Dhuar… Dhur…. Liu Ying dan Liu Xing menjadi bulan bulanan sepuluh pendekar ranah grand master dasar membuat Liu Ying dan Liu Xing tidak berdaya.


Dhuar…. Ledakan sangat dahsyat bergema bersaman dengan debu yang berhamburan di kehampaan udara.


“B*****an, berani menindas saudaraku!” suara teriakan terdengar dari sosok yang tertutup debu merah yang berasal dari darah kesepuluh pendekar yang mengeroyok Liu Ying dan Liu Xing.


“Sa… saudara Tian” ucap Liu Ying senang karena bertemu Qin Tian hingga melupakan rasa sakit yang telah merubah wajahnya menjdi penuh benjolan.


“Saudara” ucap Qin Tian meraih Liu Ying dan Liu Xing lalu memberikan mereka pil penyembuhan tingkat tinggi kepada kedua saudaranya itu.


"Saudara terimakasih" ucap Liu Ying dan Liu Xing dengan hormat.


Qin Tian berdiri menatap seratus murid sekte serigala perak dengan tatapan penuh kemarahan.

__ADS_1


“Beri aku alasan agar aku mengampuni kalian!” teriak Qin Tian dengan tegas membuat pendekar lain yang melihat telah melihat kemampuan Qin Tian membunuh sepuluh pendekar grand master dengan mudah begitu semangat untuk menyaksikan ada sosok pendekar yang berani mengusik sekte aliran hitam yang meresahkan itu.


“Ha ha ha, jadi ini pewaris makam kuno itu” ucap Yin Taizu menatap Qin Tian dengan tersenyum gingin.


Yin Taizu yang mengetahui Qin Tian hilang di makam kuno menyimpulkan jika sosok yang menjadi pewaris makam kuno itu adalah Qin Tian membuatnya memerintah sepuluh murid sekte untuk menjadikn Liu Ying dan Liu Xing sebagai pancingan.


“Tetua, tangkap dia” perintah Yin Taizu pada sembil tetua yang berada di ranah Grand master puncak.


“Nak, warisanmu hari ini akan menjadi pusaka sekte serigala perak” ucap tetua Yin Jiang dengan senyuman dingin terukir di sudut wajahya.


“Ternyata sekte aliran hitam, pantas saja tidak punya moral” ucap Qin Tan dengan santai membuat wajah sembila tetua itu memerah.


“Ba****an, berani menghina sekte kami” teriak Yin Jiang


“Mati!” terik ke sembila tetua itu menyerang Qin Tian bersamaan dengan tebasan pedang perak mereka.


Dhuar…. Ledakan terjadi saat kekuatan besar dari sembilan tetua itu beradu dengan tebasan pedang langit biru Qin Tian yang sudah mengalami peningkatan.


“Sekte serigala perak, hari ini Aku Qin Tian bersumpah akan melenyapkan sekte serigala perak dari benua Gong Qi ini” ucap Qin Tian membut Yin Taizu dan seluruh murid sekte serigala perak tertawa menganggap Qin Tiaan sedan berbicara omong kosong.


“Qin Tian... bukankah nama itu, pendekar yang telah membunuh Patrik klan bangsawan Yi” gumam para pendekar berada di situ yang juga mendengar berita Qin Tian mengalahkan patriak klan Yi, yang sebenarnya mati di tangan jendral Liu.


“Masih muda, namun sangat berbakat, benar benar sosok yng menerikan” ucap pendekar lain menimpali


Qin tian lalu membuat segel tangan, dengan segera Sembilan pedang dengan gabungan tiga kekuatan yaitu kekuatan spiritual murni langit, kekuatan spiritual murni bumi dan kekuatn jiwa tanpa ada tekanan dari hokum ruang dan waktu membuat Sembilan pedang itu memancarkan aura tajam yang sangat menusuk membuat pendekar yang merasakannnya menjadi bergidik.


“Marga Yin, bersukurlah kalian karena hari ini aku akan mempertemukan kalian dengan Yin Luse dan dua saudaranya di neraka!” teriak Qin Tian meluncurkan sembilan pedang spiritual tiga kekuatannya ke sembilan sosok tetua yang telah menyiapkan perisai spiritual mereka.


Mendengar nama ketia saudaranya di sebut, membuat Yin Taizu yang sebelumnya tenang menunjukkn kemurkaan di wajahnya.


Slsh…. Sembilan pedang itu menembus perisai pertahanan Sembilan tetua itu tanpa perlawanan karena lapisan kekuatan jiwa pada pedang tersebut.


“Mati!” teriak Qin Tian meledakkan sembil pedang itu saat sudah menancap dada sembilan orang tetua tersebut.


“Arghh….” Raungan terdengar bersamaan dengan suar ledakan dahsyat yang bersahutan menyisakan kabut darah dan potongan tubuh para tetua tersebut yang berhambutran.


“Tidaakk!” teriak Yin Taizu melihat kematian Sembilan tetua sektenya

__ADS_1


“Ba****an aku tidak akan melepaskan mu!” teriak Yin Tizu bergerak menyerang Qin Tian


__ADS_2