Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 21 PERTARUNGAN QIN CHEN MELAWAN QIN BERTOPENG PERAK


__ADS_3

PART 21 PERTARUNGAN QIN CHEN MELAWAN QIN BERTOPENG PERAK


Di aula beladiri klan Qin, di atas arena pertarungan.


Terlihat dua pemuda berhadapan dengan sama sama mengedarkan kekuatannya.


Qin Chen mengedarkan kekuatan tingkat peserta puncak, sementara Qin bertopeng perak mengedarkan kekuatan namun tidak dapat dideteksi tingkatannya.


“Aku semakin yakin jika sosok bertopeng itu adalah Tian er” batin Qin Meng tian merasakan aura kehadiran yang sangat familier baginya.


Ia juga mengingat Qin tian pernah bercerita padanya, Qin tian ingin seperti Qin Chen dan berlatih bersama Qin chen, itu yang menjadi salah satu alasannya memberanikan diri dan memantapkan tekatnya untuk pergi ke kawasan gunung terlarang.


Mereka melesat bersaman dengan kecepatan ekstrim sambil bertukar pukulan serangan fisik.


Qin chen terlempar beberapa langkah kebelakang saat pukulan Qin Tian mengenai wajahnya.


“Whus… Qin tian bergerak dengan cepat mengejar Qin chen lalu menyarangkan pukulan susulan nya


Qin chen yang melihat itu menyilang kan tangannya melindungi diri dari pukulan Qin tian.


Qin Chen terdorong saat pukulan Qin tian mengenai perlindungan tangan Qin Chen.


Qin chen mundur beberapa langkah ke belakang menghindari serangan Qin tian, namun dengan segera Qin tian kembali melepaskan pukulan kearah Qin Chen.


Dengan cepat Qin Chen menangkap tinju Qin tian lalu menariknya ke depan, tangan kiri Qin Chen segera di selimuti cahaya kuning lalu Qin Chen menghantamkan tapak kuningnya ke dada Qin tian dengan telak.


Qin tian yang terkena serangan tapak Qin chen dengan telak dan dari jarak yang sangat dekat itu terlempar hingga hampir keluar dari arena pertandingan.


Para penonton yang menyaksikan itu bersorak keras untuk Qin chen dan ada juga yang bersorak kepada Qin Tian.


“Teknik yang sangat hebat” ucap para tetua di kursi kehormatan di sebuah ruangan khusus yang tinggi bersama patriak.


“Gerakan yang sangat hebat” gumam Qin tian sambil mengusap pakaiannya tanpa terluka sedikitpun.


Qin tian yang selesai memulihkan diri kembali melesat mengayunkan pukulannya kearah Qin Chen


Qin Chen bersiap meraih pukulan Qin Tian, namun tiba tiba Qin tian memutar tubuhnya ke kiri dan membuka tinjunya lalu merapatkan jari tangannya dengan bagian samping telapak tangannya itu, Qin tian menghantam leher Qin Chen dengan telak membuat Qin Chen terlempar jatuh tersungkur.


“Keterampilan bertarung sosok bertopeng itu juga sangat hebat” ucap para tetua melihat teknik bertarung Qin tian.

__ADS_1


Itu hanyalah pertarungan fisik, namun itu menunjukan teknik pertarungan yang tidak biasa, membuat para penonton semakin semangat untuk menyaksikan pertarungan mereka.


Qin chen bangkit dari jatuhnya lalu membuat segel tangan.


“Whuss” cahaya kuning menyelimuti tubuhnya


“Slash... Qin Chen bergerak dengan kecepatan tiga kali lebih cepat dari kecepatannya sebelumnya.


Qin Chen mengepalkan tangannya saat berada setengah meter di depan Qin tian, dengan segera cahaya kuning yang menyelimuti tubuh Qin chen bergerak menyelimuti tangannya dengan pekat.


Qin tian yang di serang dengan kecepatan yang sangat cepat itu hanya bisa menerima serangan tersebut lalu menyilang kan tangannya, cahaya putih dari tubuhnya tiba tiba keluar lalu menyelimuti tangannya melindungi tubuhnya seperti sebuah pelindung transparan.


“Dhuar…” ledakan bergema saat pukulan Qin Chen mengenai pertahanan Qin tian.


Ledakan itu mengguncang arena pertandingan, tabrakan dua kekuatan itu mengakibatkan angin berhembus keras hingga menerbangkan debu di sekitar tempat itu membuat pandangan para penonton semakin terbatas.


Debu itu perlahan memudar dengan menampakkan sosok yang di selimuti cahaya putih sedang menahan pukulan dari sosok dengan selimut cahaya kuning.


Kedua sosok itu sama sama terlempar kebelakang.


“Seberapa kuat sosok bertopeng itu, aku bahkan tidak bisa mengukur kekuatannya. Kekuatan yang sedang dia gunakan sekarang sepertinya bukan kekuatan penuhnya” ucap penonton yang juga sorang pendekar kultivasi berpendapat


Dengan reflek yang cepat, Qin tian menyilangkan tangannya saat tapak itu hampir mengenai dadanya.


Qin Chen membalikkan tapaknya lalu mengubah serangan tapak itu menjadi gerakan mencakar, ia lalu menarik cakarnya ke atas dengan tujuan untuk meyerang topeng Qin tian agar terbuka.


Qin tian mendongakkan kepalanya ke atas menghindari serangan Qin chen lalu memutar badannya tiga ratus enam puluh derajat melompat ke belakang, lalu bergerak mundur.


Kesempatan itu di manfaatkan Qin chen dengan menyerang Qin tian dengan serangan tapaknya kembali.


Qin chen menyerang Qin tian dengan serangan tapak bertubi tubi.


“Dhuar…” Qin tian terlempar kebelakang saat salah satu serangan Qin chen mengenai dada Qin tian dengan telak.


Qin chen bergerak dengan cepat melancarkan pukulan dengan tinju yang dilapisi cahaya kuning menguju Qin tian yang terlempar.


Qin tian dengan segera menguatkan kuda kudanya menangkap pergelangan tangan Qin chen dengan tangan kirinya, pergelangan tangan kanan Qin tian memutar telapak tangannya dengan lembut, bersamaan dengan titik titik cahaya putih yang perlahan mengitari telapak tangan Qin tian lalu membentuk lingkaran di telapk tangan Qin tian.


Setelah lingkaran putih itu sempurna terbentuk di telapak tangannya, Qin tian lalu menekan telapak tangannya pada tinju Qin Chen.

__ADS_1


“Arkh…” Qin Chen terlempar dengan telapak tangan yang bersimbah darah.


Qin chen benar benar mengerti perbedaan kekuatan mereka, yang membuat Qin chen harus bergerak secepat mungkin untuk mencari celah mengalahkan Qin tian.


Perbedaan yang sangat besar itu membuat Qin Chen tidak mampu melawan sosok bertopeng itu yang bahkan tidak menggunakan kekuatan penuhnya.


Di sisi lain, samar samar terlihat ukiran senyum yang bersembunyi di sudut topeng sosok bertopeng perak itu.


Qin tian bukan senang karena berhasil mengalahkan Qin chen, namun ia senang karena salah satu harapannya akhirnya terwujud, yaitu ingin bertarung melawan Qin chen.


“Keterampilan fisik yang sangat luar biasa” ucap para tetua di kursi kehormatan


Qin Meng tian yang melihat gerakan gerakan sosok bertopeng itu semakin yakin jika sosok itu adalah Qin tian, karena gerakan gerakan itu sering ia lihat saat Qin tian berlatih di hutan bambu emas.


“Langit benar benar memberkati mu Tian er” Batin Qin meng tian mengingat perjalanan rahasianya mengikuti Qin tian di kawasan gunung terlarang.


Ia juga masih mengingat pertarungan Qin tian melawan sosok kucing dahan yang sengaja ia tinggalkan untuk menguji kekuatan putranya itu


Namun pada akhirnya ia juga yang harus membunuh hewan itu karena bertransformasi menjadi binatang yang lebih kuat.


Qin tian bahkan tidak tahu, jika hewan hewan yang tiba tiba mati di pegunungan itu bukan disebabkan olek bertarung melawan hewan buas lainnya, namun itu sengaja di bunuh Qin meng tian yang melindungi Qin tian selama perjalanan.


_________________________


Teruntuk Pembaca tercinta:


Hallo para pembaca setia LPTL, author mau kasi tau jadwal update LPTL ya, biat temen temen tau kapan LPTL update satu chapter kapan update dua chapter.


Berikut jadwal update LPTL:


\=> Senin-Kamis: Up Satu Chapter


\=> Jumat: Satu/Dua Chapter


\=> Sabtu dan Minggu: Up Dua Chapter


Hal ini dibuat agar Author bisa konsisten update dan bisa melakukan pekerjaan lain juga.


Jadwal ini akan author terapkan di pekan depan ya, pekan ini belum.

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2