Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Bidadari Langit (Pov Tika)


__ADS_3

Namaku Tika, usia ku baru delapan belas tahun, aku bekerja sebagai Pramuniaga di sebuah butik yang sedang berkembang, aku anak yatim piatu. Siang itu, tepat nya satu tahun yang lalu, saat matahari sedang terik, aku bersama ibu dan adiku mengalami kecelakaan di depan butik mbak Alexa. Mbak Alexa dengan sigap keluar dari butik nya dan membantu kami hingga ke rumah sakit. Ibu yang setengah mengantuk menabrak tiang listrik yang ada di depan butik mbak Alexa, saat itu ibu, aku dan adikku bonceng tiga. Kejadian itu merenggut nyawa ibu , karena ibu mengalami pendarahan di kepalanya.


Sejak saat itu aku berhenti sekolah, sedangkan adikku sekarang sudah kelas enam Sekolah Dasar, aku berhenti sekolah dengan tujuan bisa membiayai makan dan pendidikan adiku. Mbak Alexa sangat baik, dia mau memberikan ku pekerjaan dan berniat menyekolah kan aku. Tapi, aku menolak karena aku sangat malu jika harus dibantu semua oleh mbak Alexa. Namun, keberadaan ku disini terkadang menyiksa ku, aku jadi sering teringat hal-hal mengerikan saat kecelakaan bersama ibu dan adikku, karena lokasi nya tepat di tiang listrik yang nyaris terlihat jelas dari dalam butik mbak Alexa.


Seperti biasa pagi ini jam sembilan pagi aku sudah berada di butik dan bersih-bersih, mungkin karena aku yang paling muda dan masih lajang, semua tugas yang menyusahkan kerap aku yang mengerjakan.., sedangkan mbak Anisa yang merupakan karyawan kepercayaan mbak Alexa kerap datang terlambat. Alasannya karena dia seorang istri sekaligus seorang ibu, jadi dia susah untuk datang tepat waktu.


Tapi saat Jam pulang biasanya aku setengah Jam lebih dulu dari mbak Annisa. Mbak Anisa tiga tahun lebih tua dari ku, tepat nya berusia dua puluh satu tahun. Mbak Anisa orang nya ulet, teliti dan jujur. Dia karyawan pertama mbak Alexa dan merupakan orang kepercayaan mbak Alexa.


Bagi kami semua, terutama bagi kami berdua, mbak Alexa seperti Bidadari Langit, tidak hanya cantik wajah, namun hati nya juga secantik parasnya. Dia selalu menolong kami yang kesusahan, mbak Alexa teliti dalam jual beli dan bisnis, tapi sangat Royal dengan bonus dan kenyamanan karyawannya. Semua masalah bisa ditangani dengan baik, dengan kepala dingin dan dia selalu punya ide brilliant untuk para pelanggan nya. Selain cantik, baik, tajir dan pekerja keras, dia juga wanita yang sangat beruntung, karena dia disukai banyak Pria.


"Pagi semua," sapa mbak Alexa.


"Pagi mbak" jawab ku serentak dengan mbak Anisa. seperti biasa mbak Alexa datang tepat waktu dan selalu tersenyum manis. Tubuh tinggi bak model itu terbalut dengan pakaian yang modis dan mahal. Dia terlihat cantik sekali mengenakan jeans putih seperempat di bawah lutut, T-shirt coklat dilapisi bleazer putih bawah Dada dan lengan sesiku serta memakai highils tiga senti meter warna coklat bercorak mutiara. Dan sebuah tas sandang mahal ditenteng nya.


Tapi pagi ini dia terlihat jauh lebih ceria saat memasuki butik nya. Aku sangat menyukai senyum nya, dia seorang perempuan ntah kenapa aku begitu mengagumi nya, terkadang aku ingin bisa merasakan sebagai dirinya. Saat sore menjelang mbak Alexa mulai terlihat gelisah, ntah apa yang dia tunggu, dia begitu gelisah melihat Jam dan penampilannya. Dia bertanya bagaimana pakaian dan penampilan nya padaku, apa yang bisa kujawab???, dia nyaris sempurna. Namun tidak Lama kemudian Mbak Alexa mengangkat telpon, seperti nya dari Dady nya.


"Tika, Annisa", panggil nya.


"Ya mbak, jawab ku dan disusul mbak anisa.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus balik sekarang, Daddy memaksa aku untuk pulang Sekarang, nanti kalo ada cowok yang cariin aku, namanya Agung, kasih aja alamat rumah aku ya. Soalnya baterai handphone aku habis jadi gak bisa kabari dia kalau aku langsung pulang duluan." Ucap mbak Alexa.


"Pakai hand phone aku aja mbak ", jawab ku menawarkan.


Mbak Alexa tersenyum "nomornya gak da di handphone kamu kan tik ." jawab nya lagi. Dan aku pun tersipu malu. Selalu.... kebodohan ku selalu tampak di hadapan nya dan itu membuat ku makin minder berada di dekat nya.


Tak Lama mbak Alexa pamit, seorang pemuda tampan masuk ke butik kami, dia masuk dan mendekat ke meja kasir, dia terlihat begitu tampan meski pun wajah nya dingin dan terlihat sangat pendiam. Ntah kenapa jantung ku bergetar hebat saat melihat nya, muka ku langsung memanas, "ya ampun tampan banget" gumam ku pelan. gaya nya, steal nya, wajah dan tubuh nya yang nyaris sempurna membuat hati dag dig dug.


"Cari siapa dan dari mana mas?" tanyaku memberanikan diri.


" Mbak Alexa nya ada? tanya nya sopan.


"Saya Agung dan saya calon suami mbak Alexa," jawab nya sambil menggaruk kepalanya.


" Ya Tuhan, dia tampan dan imut sekali, wajah nya yang dingin seketika berubah menjadi hangat, lembut dan manis saat dia menggaruk kepalanya. Mata ku tak henti melihat nya dan jantung ku serasa berdebar terlalu kencang melihat senyuman itu. Untuk pertama kali nya aku merasakan seperti ini, aku rasa pipi ku memerah karena terbakar .


"Mas beneran calon suami mbak Alexa? mas jangan bercanda." ucap ku kesal. karena bagaimana mungkin pemuda setampan dia dan masih imut ini pasangan mbak Alexa. Mbak Alexa emang cantik, tapi masa iya dia bisa dapat lelaki kayak Agung sih, Agung ini mungkin tertipu atau emang ditipu mbak Alexa kali ya soal usia?. mungkin mbak Alexa memperkecil umur nya. Tadi si mas Agung ini terlihat coll dan keren, tapi begitu dia bicara keliatan banget dia masih muda..


"Apa saya terlihat bercanda mbak? " tanya pemuda itu lagi padaku dengan wajah serius. Ya ampun, wajah serius nya pun begitu menggoda.

__ADS_1


"Nggak...., nggak mas," jawab ku kikuk karena tatapan nya yang dingin tapi menarik hati.


" Sekarang saya sudah boleh bertemu dengan mbak Alexa?" tanya nya To the point.


"I... iya mas," jawab ku lagi. Sebentar aku catat alamat nya.


Mbak Anisa lalu mengambilkan secarik kertas dan menuliskan alamat mbak Alexa. Lalu aku memberikannya pada pemuda tampan itu, aku mendekat dan menyerahkan kertas itu.


"Ini mas, alamat rumah mbak Alexa, tadi mbak Alexa buru-buru pulang karena di suruh Daddy nya." jelasku dengan sedikit menarik perhatian nya, tapi dia terlihat biasa saja. Lalu dia meraih kertas ditanganku, karena gugup kertas itu jatuh ke lantai dan aku langsung memungut nya, ternyata pemuda itu juga ikut memungut dengan spontan tangan kami bersentuhan..


Surrrrrr, jantung ku serasa mau copot, karena hilang keseimbangan akibat grogi akut, aku terjatuh saat akan menegakkan tubuh ku, tapi pemuda itu dengan sigap menangkap tangan ku, hingga aku bisa berdiri seimbang kembali.


"Maaf" ucap nya tiba-tiba.


"Oh tidak apa-apa mas, aku yang harus Minta maaf, dan oh ya makasih" ucap ku dengan wajah merona parah.


"Ok, makasih ya mbak, saya permisi dulu" ucap pemuda tampan itu, lalu dia menghilang di balik pintu. Mbak anisa lalu melihat panjang ke arah ku.


"Kamu baik-baik saja kan Tik? " tanya mbak Anisa.

__ADS_1


"Baik lah mbak, emang aku kenapa? " tanyaku kesal. Mungkin karena jawaban ku kesal, mbak Anisa diam saja. Aku lalu berlalu ke toilet, sesampai di sana aku melihat wajah ku seperti udang rebus. Ya Tuhan pemuda tadi tampan sekali, tangannya sangat kekar. Aku.... aku menginginkan nya. Batin ku.


__ADS_2