
Alexa dan Agung kembali pulang kerumah Alexa, seharusnya setelah menikah seorang pengantin perempuan tinggal di rumah mertua, tapi Mommy Agung belum mau memaksa Alexa, karena Agung sudah bercerita tentang bagaimana Alexa menjadikan kamar nya sebagai tempat ternyaman bagi Alexa yang tumbuh dengan rasa sepi. Agung meyakinkan pada Mommy nya bahwa dia akan membuat Alexa sendiri yang meminta untuk tinggal di rumah Agung bersama Mommy and Daddy Agung.
Alexa dan Agung sampai dirumah, mereka tidak kembali ke butik karena Alexa menghabiskan waktu cukup lama dirumah Agung. Mungkin karena sudah nyaman atau karena dia merasa keluarga Agung sangat baik padanya hingga dia betah berlama lama disana. "Gung" Alexa memegang tangan Agung hingga membuat langkah Agung terhenti saat akan memasuki rumah. "Ya mbak?" tanya Agung sambil tersenyum. "Aku mau tanya sesuatu boleh? " tanya Alexa lagi. "Silahkan, tentu saja mbak boleh bertanya sama aku sepuasnya mbak" jawab Agung sambil menarik diri Alexa merapat ke tubuh nya, hingga hidung mancung mereka saling bertemu dan pandangan nakal kembali menyala di diri Agung.
Alexa melepas dirinya, "ist Agung, selalu kek gitu, aku mau nanyain hal serius lo" kata Alexa manja. Agung hanya tersenyum, wajah nakal nya seketika menghilang melihat reaksi Alexa yang kikuk tadi.
"Iya..., mbak mau nanyain apa? " aku bakal jawab walaupun aku seakan di interogasi" canda Agung membuat Alexa jadi cemberut. " Siapa yang mau interogasi kamu Agung, ist kamu bener-bener nyebelin" Alexa lalu berlalu meninggalkan Agung yang dianggap nya keterlaluan usil nya. "Mbak...., mbak..." Agung memanggil Alexa tapi tidak di gubris. "Alexa..., hei Alexa.... " Agung berlari kecil mengikuti langkah Alexa ke ruang belakang, mereka sampai di kolam renang.
__ADS_1
"Alexa...., jangan ngambek gitu dong, aku cuma bercanda sayang" bujuk Agung sambil membelai pipi kiri Alexa, Alexa hanya cemberut. "Habis.... kamu nyebelin banget , kamu suka sekali usilin aku, padahal aku lagi pengen serius, susah lo ngumpulin keberanian untuk bertanya ke kamu" rengek Alexa sambil memghentakan kakinya.
Ya ampun dia nge gemesin banget, kok bisa ya cewek dingin kayak Alexa bisa bersikap se imut ini? Agung bener-bener tidak tahan dengan kelakuan Alexa yang jauh berbeda dari karakternya yang dingin itu. Agung kemudian mencubit hidung Alexa. "Aw... Agung.... sakit" kali ini Alexa mengelus hidungnya memang terasa sedikit sakit, itu karena Agung saking gemes nya melihat wajah Alexa dan tingkah nya yang sangat manis.
Agung tersenyum "ok sekarang katakan padaku mbak, mbak mau menanyakan apa?" tanya Agung. Alexa sedikit mengatur nafas nya, lalu mulai ber bicara sambil menatap Agung dalam. "Aku mau nanyain soal Mommy kamu Gung" kata Alexa. "Ada apa dengan Mommy mbak? " tanya Agung lagi. "Tadi sewaktu aku berada di kamar kamu dengan Mommy, Mommy berbicara sedikit tidak aku pahami Gung" kata Alexa mengerutkan dahi nya. "Emang Mommy bicarakan hal apa mbak? " tanya Agung lagi. "Mommy kamu meminta aku untuk selalu percaya sama kamu apapun yang terjadi, apa maksudnya Gung? " tanya Alexa serius.
Agung tiba-tiba terdiam, Agung kemudian menatap tajam ke arah Alexa. "Aku tidak tau apakah ini saatnya aku harus memberitahu mbak, tapi aku masih takut untuk mengatakannya, rasanya terlalu cepat, karena kita baru menjalani masa-masa yang indah mbak" ucap agung sedih.
__ADS_1
"Gadis itu sudah meninggal, dia bunuh diri mbak dan ternyata dia sedang hamil tujuh bulan, anak yang dia kandung selamat, tapi dia meninggalkan sebuah surat yang mengatakan bahwa bayi itu adalah anak aku mbak" Agung menjelaskan sangat hati-hati dan akhirnya dia memijat kepalanya yang terasa sakit karena memceritakan hal yang jelas-jelas bukan dia pelakunya.
Seketika Alexa kaget dan mundur perlahan dari Agung, Alexa menggeleng pelan, "nggak.... ini nggak bener kan Gung?, bilang kalau ini nggak bener kan Agung?, jawab aku Agung!, kamu lagi bercanda kan Agung?" Alexa memberikan pertanyaan bertubi-tubi pada Agung. Agung lalu mendekat namun Alexa kemudian menjauh dan menjaga jarak dari Agung. "Tega banget sih kamu Gung, aku baru ngerasain bahagia udah disakiti kek gini, apa salah aku Gung? apa? " Alexa menangis meraung terduduk dipinggir kolam.
Agung mendekat dan ikut duduk lalu memeluk Alexa erat. "Mbak berjanji akan mendengarkan aku sampai akhir kan, dengar mbak, aku sama sekali tidak pernah menyentuh Ega sedikit pun, keluarga Ega bilang Ega meninggal bunuh diri dan meninggalkan seorang bayi. Namun ada yang ganjal dengan berita kematian Ega, tidak satupun yang melihat dia dikuburkan. Tidak ada yang tau bahwa selama ini Ega hamil. Keluarga Ega meminta aku bertanggung jawab untuk kematian anaknya dengan memberikan santunan sebesar Lima milyar". Agung menunduk dan kembali merasa pusing.
"Lima Milyar? itu sebanyak uang yang aku kasih ke kamu Gung" ucap Alexa. "Nah itu dia, aku tidak tau kenapa Ega meninggal bahkan meninggalkan bayi, lalu mereka bisa-bisanya meminta uang jaminan untuk si anak sebanyak uang yang mbak kasih ke aku, aku bahkan belum nyentuh uang itu mbak, aku sendiri nggak tau ATM dan buku tabungan itu ada dimana sekarang? Aku bahkan tidak berniat menggunakan uang itu sama sekali.
__ADS_1
Alexa sangat terpukul dengan cerita Agung, dia sangat terluka, rasanya dia baru saja menemukan kebahagian tapi dia harus kembali di hadapkan dengan hal seperti ini. Apa-apaan ini, nasib nya terasa semakin buruk, apakah benar Agung tidak salah? sekarang Alexa benar-benar merasa pusing dan tiba-tiba saja Alexa hilang keseimbangan dan pingsan , lalu jatuh kepelukan Agung.
"Mbak..., mbak... " Agung memanggil manggil Alexa untuk menyadarkan nya tapi Alexa sudah tidak sadarkan diri, Agung memopong Alexa ke kamar sambil memanggil bi Saidah dan bi Saidah pun mengikuti Agung ke kamar Alexa. Agung lalu memberikan pertolongan pertama dengan melonggarkan semua pakaian Alexa dan meminta bi Saidah me lakukan panggilan telpon ke dokter keluarga Alexa. Alexa terlihat pucat dan tangannya dingin. Agung merasa bersalah, Agung kemudian menggosok-gosok tangan Alexa agar menjadi hangat. "Dokternya udah di telpon bi?" tanya Agung pada bi Saidah, "sudah den, dokter nya dalam perjalanan ke sini den, mungkin sepuluh menit lagi sampai" jelas bi Saidah untuk menenangkan Agung yang kalut.