
"Maaf Dad, Aku bingung, ini sebenarnya kita mau membahas apa ya?" tanya Agung sopan.
"Jangankan kamu Gung, aku saja yang dari tadi disini bingung dengan apa yang terjadi saat ini." Haikal ikut-ikutan mengeluarkan rasa penasarannya.
"Hahahah, baiklah, sepertinya semua sudah pada penasaran. Ini adalah pertemuan untuk pembahasan acara pernikahn Haikal dan Hana, dan acara pesta pernikahan Haikal dan Hana , Agung dan Alexa." Ucap Daddy Alexa.
"haaaa" Agung, Alexa, Haikal dan Hana kaget.
Ya. Mereka berempat sama sekali tidak mengetahui apa-apa. Semua ini murni rencana orang tua mereka.
"Kapan Dad?" tanya Agung semangat.
"Besok!" jawab Daddy Alexa singkat dan tegas.
"Apa?" lagi mereka berempat kaget serentak.
__ADS_1
Alexa kemudian memandang Mommy nya. Dan Mommy Alexa pun mengangguk sambil tersenyum manis.
"Oh tidak" ucap Alexa spontan. Dan membuat Agung langsung menoleh ke arah Alexa.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Agung
"Pakaianku belum selesai sayang" ucap Alexa murung.
Sedangkan Haikal dan Hana saling berpandangan dan tersenyum bahagia. Mereka seperti tidak peduli dengan hal yang harus disiapkan, mereka terlalu bahagia karena akan menikah.
"Kami sebagai orang tua sudah membicarakan semua dengan baik. Jadi, kalian hanya tinggal mengikutinya. Lagi pula, untuk saat ini, kami yakin inilah yang kalian butuhkan. Benarkan Haikal?" tanya Daddy Alexa dengan santai pada Haikal.
"Tapi Dad!" belum selesai Alexa bicara, Agung memegang erat tangan Alexa agar Alexa berhenti mengeluh.
"Ada Apa Alexa?" tanya Daddy Alexa.
__ADS_1
"tidak ada apa-apa Dad." Alexa lalu melihat ke arah Agung dan Agung tersenyum bahagia. Karena istrinya bisa dinasehati tanpa harus bicara panjang lebar.
Agung tidak mau, keluhan Alexa malah merusak suasana hati Haikal dan Hana yang jelas-jelas sangat bahagia. Sejak pertama mengenal Haikal, ini pertama kalinya Agung melihat Haikal begitu bergairah dalam hidupnya. Dan dia tidak mau gairah itu memudar karena istrinya. Apalagi setelah mendengar kisah hidup Haikal yang penuh dengan tekanan.
Dengan alasan harus menjadi anak yang baik, ibu Haikal Bi Sandra, mampu mengontrol semua yang harus dilakukan Haikal meski itu berlawanann dengan hati nurani Haikal sendiri. Termasuk memaksa Haikal harus tetap tinggal di rumah Alexa dan merebut Alexa dari Agung. Haikal membuat pengakuan pada Agung saat mereka berenang dikolam malam hari itu.
Baikalh, besok pagi jam sembilan adalah acara pernikahan Haikal dan Hana. Jam sebelas langsung resepsi juga sekalian dengan Alexa dan Agung. Kamar kalian sudah disiapkan dan semua kebutuhan kalian sudah ada dikamar masing-masing. Apa masih ada pertanyaan?" Daddy Alexa menunggu jawabn mereka, tapi semua hanya diam.
"Oke baiklah, kalau begitu saya anggap kalian semua mengerti. Oya , undangan sudah saya sebarkan, begitu juga orang tua kalian. Nah untuk kalian, silahkan cek pesan saya. Disana ada undangan untuk kalian bagikan pada teman-teman kalian. Dan ada keterangan kenapa Kalian hanya bisa mengundng lewat sosial media."
"Nah, cukup sampai disana saja. Saya rasa saya sudah lelah bicara dari tadi. Pak Sutrisno ada tambahan" Daddy Alexa mennyakan pada Papa Hana.
"Tidak pak, anda sudah menerangkan dengan sangat baik." puji Papa Hana.
"Hahhahahah, baiklah kalau begitu saya akhiri rapat kita dan saya mau istirat dulu." Daddy Alexa meninggalkan ruangan dan menuju kamarnya. Namun rasa sesak didadanya mulai menyerangnya, hingga pria itu harus memegang seblah dadanya. dan menghentikan sejenak langkah kakinya.
__ADS_1
"Ada apa mas? tanya Mommy Alexa.
"Tidak-tidak ada apa-apa." Daddy Alexa berbohong dan lanjut kekamarnya.