
"Bi...." Agung keluar dari ruang kerja Alexa lalu memanggil bi Saidah.
" Ya Den, ada apa Den?" tanya bi Saidah pada Agung.
"Alexa manggil bibi, Alexa ada di ruang kerjanya." ucap Agung lagi pada bi Saidah.
Bi Saidah kemudian masuk ke ruang kerja Alexa.
"Ya non, ada apa ya non? kata Den Agung Nona memanggil saya?" tanya Bi Saidah dalam keadaan bingung. Karena ternyata didalam ruangan kerja Alexa ada banyak orang. Yang mana tidak satupun pernah di lihat bi Saidah sebelumnya.
"Bi, bantu aku siapin kamar satu y! kamar diatas saja bi, yang disebelah kamar aku!. Perintah Alexa pada bi Saidah.
"Baik non, segera bibi siapkan." Lalu bi Saidah segera keluar ruangan dan mengerjakan apa yang di perintahkan Alexa.
"Baiklah, untuk sementara waktu kamu bisa tinggal disini dulu Ga! sampai keadaan kamu membaik dan kamu sudah tau harus berbuat apa. Kita bakal bantu kamu untuk bangkit lagi. Tapi, ingat satu hal Gak. Jangan lakukan hal apapun yang bisa merusak hidup kamu lagi!" tegas Alexa pada Ega.
"Iya mbak, makasih mbak." Ega kembali memeluk Alexa. tubuh nya masih terasa gemetar karena rasa bersalah nya pada Alexa.
tok....tok.... (suara pintu ruang kerja Alexa dinketok dari luar).
"Ya..." sahut Alexa.
Pintu ruang kerja Alexa terbuka dan bi Saidah kembali masuk keruangan.
"Non, kamarnya sudah bibi siapkan. Ada lagi yang harus bibi kerjakan non?" tanya bi Saidah sopan pada Alexa.
"Baik bi, maksih ya bi. Sekalian siapkan makan malam ya bi untuk kami dan jangan lupa untuk Haikal juga ya bi!"
"Baik non" bi Saidah akhirnya keluar dari ruang kerja Alexa. Namun kemudian diujung pintu ruangan bi Saida menoleh lagi ke arah dalam ruangan. Terlihat dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi.
"Gak kamarnya udah siap, kamu istirahat dulu ya. Biar Agung yang ngantar kamu! karena untuk sementara aku tidak bisa ke ruang atas." Ucap Alexa sedikit tersenyum pahit.
__ADS_1
Ega hanya menunduk dan perlahan mengangguk. Dipenuhi rasa malu dan rasa bersalah.
"Yuk, aku antar ke kamar kamu!" ajak Agung ke Ega.Agung melihat ke arah Alexa. Qlexa memberikan senyum dan anggukan pelan, yang memebri makna bahwa dia mengijinkan Agung mengantar Ega ke kamarnya. Agung kemudian melangkah keluar dan Ega mengikuti Agung dari belakang.
Sesampai di pintu kamar. "Gak, ini kamarnya. Aku harap kamu nyaman disini. Karena Alexa selain baik dia juga selalu menolong banyak orang dan aku harap kita masih bisa jadi teman dekat seperti dulu lagi." Agung memegang tangan Ega dan menggeggamnya erat.
Mata Ega berbinar..., "Maksih Gung, kamu dari dulu selalu bantuin aku. Aku selalu nyusahin kamu Gung." Ega menunduk malu dan tidak berani menatap mata Agunhm lagi.
"Nggak papa, Gak. Istirahatlah!" Agung terseyum dan memegang pundak Ega. "Semua akan baik-baik saja!" lanjut Agung lalu kemudian meninggalkan Ega dan kembali ke ruangan kerja Alexa.
Diruang kerja Alexa, Sultan hanya duduk diam sesekali melirik ke arah Alexa. Dia selalu mencoba mencuri pandang ke Alexa.
"Kamu kenapa?" tanya Alexa pada Sultan.
"Nggak... nggak kenapa-napa kok mbak," jawab sultan spontan. Namun, tetap memandangi wajah cantik itu tanpa henti.
"Kamu tau? menatap seseorang secara berlebihan bisa menyebabkan kamu sakit. Sakit hati dan sakit pikiran. kenapa??? karena akan timbul banyak gejala yang mempengaruhi detak jantung kamu. Apalagi jika yang kamu tatap itu aku." ucap Alexa, seakan dia tau bahwa Sultan tertarik padanya.
"Sumpah, ini cewek cantik banget! gimana caranya ya, si Agung bisa dapetin dia? Agung memang tampan. Tapi, wanita ini sungguh sangat luar biasa. Cantik dan dewasa. Hati nya pun bahkan bak bidadari." Gumam Sultan dalam hatinya.
Agung kembali ke ruang kerja Alexa. Dia melihat wanita pujaannya itu sibuk dengan pekerjaan nya, sedangkan Sultan asyik dengan handphone nya. Namun dia bisa melihat, sesekali Sultan melirik Alexa.
"Mbak" sapa Agung mengagetkan Sultan yang kedapatan sedang mencuri pandang pada Alexa. Agung hanya tersenyum tipis, karena dia pun tidak mungkin marah pada temannya itu. Karena setiap lelaki yang memandang Alexa tidak akan pernah puas hanya menatap sekali. Mata itu pasti ketagihan untuk melihat wajahnya yang cantik.
"Iya Gung, gimana? apakah Ega sudah tenang?" tanya Alexa pada Agung.
"Udah mbak, tadi sepertinya Ega sedikit tenang nanti aku bakal minta bi Saidah untuk cek Ega sekali dua jam. Karena jujur aku masih sangat kuatir dengan psikolognya."
"Iya Gung, gue juga" aku Sultan yang dari tadi hanya diam dan sibuk memandangi Alexa. Tapi kalau sudah soal Ega, dia bakalan dengan cepat meresponnya.
"Oya, gue mau ngomong penting sama mbak Alexa. Loe bisa tunggu kami di ruang tamu dulu kan!" nanti habis makan malam loe baru gue antar pulang. Pinta Agung tegas pada Sultan.
__ADS_1
"Ok" Sultan kemudian berlalu meninggalkan Alexa dan Agung du ruangan itu berdua saja. Dan pergi ke ruang tamu untuk beristirahat.
Agung mendekati Alexa. Kemudian duduk jongkok di depan Alexa. sambil memegang kedua tangan indah yang putih bersih dan lembut itu.
"Mbak...., makash ya, mbak udah sangat baik sama teman aku. Mbak bahkan menolong dia setelah apa yang dia lakukan ke mbak. Aku sungguh sangat beruntung memiliki istri semulia mbak. Bukan hanya wajah mbak yang cantik. Tapi, ini juga sangat cantik." Agung menunjuk hati Alexa dengan cara meletakan telapak tangannya di dada Alexa.
Alexa menjadi malu dan tersenyum , senyum yang sangat manis. Membuat Agung spontan meraih bibir itu dengan bibirnya. Hingga mereka berciuman sangat lama dan dalam.
Setelah berciuman cukup lama. Alexa pun menjadi kesal karena teringay ucapab Ega yang mengatakan ada salah satu karyawannya yang menyuruh Ega untuk melakukan skenario itu.
"Gung, kalau benar yang di bilang Ega. Kok Tika bisa ya sekejam itu sama aku. Padahal aku dah baik banget sama dia lo." Ucap Alexa sambil mengeriyitkan dahi nya.
"Kenapa mbak bilang itu Tika?" tanya Agung langsung pada Alexa.
"Lo..., emang siapa lagi kalau bukan dia? kan cuma dia yang suka kecentilan sama kamu. Kayaknya dia baiknyab depan aku aja. Dibelakang aku dia kegetian terus sama kamu. Jadi, wajarkan aku tuduh dia." Jelas Alexa kesal.
"Mbak nuduh Tika itu murni hanya karena rasa cemburu mbak. Justru Tika nggak ada kepentingan di dalamnya." Ucap Agung tegas.
"Maksud kamu?" tanya Alexa lagi pada Agung tidak sabaran dengan wajah kesal. Gimana nggak kesal. Dia ngerasa kok Agung masih juga belain si centil Tika.
"Tika hanya menyukai aku mbak, tapi seseorang yang melakukan ini semua. Selain menyukai aku, dia juga sangat membenci mbak." Ucapan agung sontak membuat Alexa makin kaget.
"Aoa maksud kamu Gung, ist janganlah setengah setengah jelasin ke aku nya Gung." Pinta Alexa pada Agung.
"Tapi mbak janji ya, ini rahasia kita berdua saja. Karena kita harus punya bukti untuk menangkap seseorang. Mbak harus bersikap seakan tidak tau apa-apa." Pinta Agung pada Alexa.
Alexa mengangguk tanda setuju.
"Orang yang sudah menghianati mbak sepertinulya adalah mbak Anya" Ucap Agung dengan tegas dan jelas.
"Apa?" nggak mungkin Agung, dia senior aku. Aku udah lama kenal dia dan dia juga selama ini baik sama aku Gung. Kamu yang benar saja." Ucap Alexa tidak percaya dengan kata-kata Agung.
__ADS_1
Agung kemudian menghela napas panjang. "umh hum..., aku yakin mbak ngak akan langsung percaya. Baiklah akan aku jelaskan kenapa itu mbak Anya!" Tegas Agung.