Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Berusaha Tegar Untukmu (Pov Alexa)


__ADS_3

Ya.... hanya sabar, hanya itu yang aku bisa saat ini, aku pun tidak menyangka bahwa aku akan mengalami kelumpuhan. Diagnosa Dokter membuat aku down, tapi tetap saja tidak sesakit saat aku mendengar berita buruk tentang Agung yang di fitnah sebagai ayah dari anak wanita murahan itu. Saat itu dunia ku se akan runtuh, karena aku baru membuka hati untuk pertama kali nya terhadap manusia. Bayangkan untuk manusia, Agung adalah manusia pertama yang aku berikan hatiku. Bagaimana aku tidak langsung seakan mati oleh berita itu? Untung saja kepercayaan ku terhadap Agung memang benar, Agung bukanlah lelaki biadab, yang suka memainkan wanita. Makanya aku tetap sabar dan berjuang untuk hidup meskipun nafasku seakan melayang.


Dalam masa krisis aku memang tidak sadarkan diri, tapi aku bisa mendengar semua ucapan mereka yang datang ke kamar ini. Aku bisa mendengar jeritan hati Agung yang merasa bersalah karena menyebabkan aku sakit, dan aku bisa melihat betapa tulus nya cinta Agung kepadaku, bahkan kesetiaan Agung juga di uji saat aku sakit. Aku mendengar dengan baik ucapan-ucapan Tika menggoda suamiku dan aku pun mendengar dengan rasa haru saat Agung mengusir Tika dari kamar ini. Sungguh Allah membuatku jatuh cinta dalam sekejap, lalu membuatku sakit untuk menyaksikan kekuatan cinta itu. Jadi, aku tidak pernah menyesali apa yang telah terjadi. Mungkin ini cara Alllah memberitahukan aku, tentang tulus itu benar-benar ada.


"Agung..." aku memanggil Agung dan memintanya untuk duduk disisi tempat tidur ku. "Ya mbak" ucap Agung penuh kelembutan. "Kamu sudah makan?" tanyaku. Agung kemudian menggeleng pelan. "Aku lapar, kita makan yuk" ajak ku. Karena aku yakin Agung pasti belum makan sama sekali. "Iya mbak, mbak mau makan apa? biar aku order atau mau aku carikan keluar sebentar? agar nggak lama" kata Agung. "Order aja Gung, karena aku nggak mau ditinggalkan sendirian disini" ucapku lagi.


Wajah Agung langsung memerah, kemudian Agung memesan makanan sesuai selera ku. Tidak lama kemudian Dokter pun datang. "Ini adalah resep yang harus anda tebus" kata Dokter pada Agung sambil memberikan secarik kertas.


"Nyonya Alexa harus kontrol dua kali seminggu untuk sementara waktu, nanti perkembangan selanjutnya yang akan menentukan proses pengobatannya" ucap Dokter itu lagi pada Agung. Dokter itu bernama Dokter Gunawan, aku mengetahuinya karena aku lihat ada name tag di baju dinas nya. Aku pikir selama ini aku ditangani Dokter Faris, Dokter keluarga kami, ternyata bukan.


"Mbak, aku pergi ambil obatnya dulu ya, mbak nggak apa-apa kan aku tinggal sebentar?" tanya Agung penuh kelembutan. "Nggak , aku nggak apa-apa" jawabku singkat. Aku bahkan tidak tau bagaimana harus membalas setiap perlakuan manis Agung. Selain usia yang terpaud lebih muda dariku, tidak ada satupun kekurangan yang terlihat dari dirinya. untuk bocah seusia nya, Agung begitu sangat sempurna sebagai pasangan.

__ADS_1


Agung keluar meninggalkan ku sendiri, dia terlihat pergi dengan tergesa gesa, mungkin karena ingin bisa segera kembali. Lalu aku mulai kesunyian, sekarang...., tidak ada siapapun di ruangan ini selain diriku dan kesunyian. Aku mulai menatapi kaki ku yang saat ini lumpuh, mencoba menggerakannya kembali secara perlahan, berharap adanya sebuah keajaiban. Tapi, tetap saja tidak bisa. Ada rasa sesak di dada ini.


"Ya Tuhan, apakah aku telah banyak melakukan dosa? apakah aku telah bersikap sangat buruk? sehingga aku mengalami kejadian seperti ini? atau apakah aku lupa untuk bersyukur selama ini? ntahlah aku sangat lemah Tuhan, bantu aku agar tetap bisa kuat dan tidak menangis di hadapan Agung. Sungguh aku tidak kuasa bersikap lemah di hadapan nya."


Untuk saat ini bagiku Agung adalah harapan ku untuk hidup, selama aku mengenalnya, begitu banyak perubahan yang aku alami, tidak sedikit dia memberikan warna di hidupku, ntahlah... aku hanya tidak tau bagaimana cara menyampaikan rasa syukur ku ini karena kehadirannya di hidupku. Walaupun statusnya hanya lelaki bayaranku, tapi hadirnya sudah menjadi tujuan hidupku.


Tidak lama kemudian Makanan yang dipesan Agung datang. "Delivery...." sebuah suara dari luar membuyarkan lamunanku tentang Agung. "Delivery... , atas nama mas Agung" ucap deliveryboy itu di depan pintu kamar ku.


"Sudah mbak, makanan sudah di bayar pakai gopay mbak" jawab deliveryboy. " Oh iya, baiklah terimakasih" ucapku malu. Karena aku pikir Agung belum bayar pesanannya. Oh Agung pakai Gopay juga toh. Ternyata Agung suka delivery makanan juga, karena aku pikir dia hanya anak manja yang dimasakin mami nya terus-terusan.


Tidak lama kemudian Agung sudah kembali.

__ADS_1


"Wah..., makanannya sudah datang, kebetulan aku sudah sangat lapar dan sudah tidak tahan pengen suapin istri tercintaku" ucap Agung dengan sangat manjanya. "Ya Tuhan, inikah suami yang aku anggap tidak pantas untuk ku? dia begirmtu manis dan baik, dia juga sangat pekerja keras, kurang apa lagi dia?" batinku. Seketika air mata ku mengalir membasahi pipiku.


Agung mendekat. "Mbak kenapa? mbak sakit? atau apakah aku melakukan suatu kesalahan?" tanya Agung khawatir. "Tidak Gung, aku hanya bahagia" jawabku sambil memandang wajah polosnya yang penuh ke khawatiran.


Agung kemudian memelukku, erat, erat sekali, rasanya aku seakan berada dalam seluruh tubuhnya. "Berhentilah bersedih, berhentilah meneteskan air mata mu mbak! sungguh, aku tidak sanggup melihat air mata membasahi pipimu" Agung berbicara sambil gemetar. Pelukannya semakin erat dan hangat.


Rasa apa ini? aku serasa hidup lagi, aku serasa begitu berarti bagi seseorang. Lelaki ini membuatku tidak bisa menyerah akan hidup ini. Semakin kesini, aku semakin ingin bahagia dengannya. "Agung..., engaku adalah nafasku saat ini" batin ku.


Agung kemudian melepaskan pelukannya dan mengecup keningku.


"Sekarang kita makan y! biar aku yang suapin mbak!" Agung kemudian mengambil makanannya dan mulai menyuapiku makan. Aku sangat menikmati nya, aku berusaha tetap tegar dengan tidak menangis karena ksaih sayang nya yang luar biasa ini. Aku berulang kali menghela napas dalam karena rasa syukur bisa memilikinya.

__ADS_1


"Ya Allah, bolehkah aku memohon? jangan pisahkan aku dengan nya, aku berjanji akan berusaha sekuat mungkin untuk tetap tegar menghadapi cobaan mu ini. Tapi, tolong tetap jaga dia untukku dan jangan rubah takdirku. Karena aku, hanya bisa tegar demi dia yang selalu setia untukku." Batinku.


__ADS_2