
Akhirnya aku benar-benar menyerah, aku sudah mencoba mencari lelaki itu, tapi.. aku tidak mendapatkan keterangan sama sekali tentang dirinya. Lalu..., haruskah aku menikah dengan orang yang tidak aku kenal sama sekali??? dengan lelaki... yang walaupun dia saudara sepupu ku, tapi aku tidak pernah mengenal dia dengan baik.
Malam mulai larut, Alexa akhirnya kembali mendatangi club malam tempat dia minum saat itu. Disana dia bertemu kembali dengan bartender yang mengambilkannya wine. "Mas...." sapaku. "Iya mbak" jawab si bartender. "Aku mau tanya, kenapa wine yang aku minum kemaren bisa membuat aku pusing dan pingsan?" tanyaku pada bartender itu. "Wine yang mana maksud mbak? aku tidak tau" jawabnya. lelaki itu seperti mengelak, dia jelas-jelas gugup. "Aku tidak masuk sabtu kemaren mbak" jawabnya lagi. "Anda yakin, kalau anda tidak masuk sabtu kemaren?" tanyaku ketus. "Iya mbak, aku baru masuk hari ini." jawabnya berbohong.
"Saya tidak pernah menyebutkan hari, lalu kenapa anda bisa menebak hari sabtu?" tanyaku lagi. "Saya... saya.." dia jadi terbata-bata. "Anda tau, saya bisa melaporkan masalah ini kepada yang berwajib, karena saya yakin anda memasukan sesuatu ke minuman saya." Ucapku tegas. "Maaf..., maaf mbak saya hanya disuruh" akunya kemudian. "jangan laporkan saya mbak" pintanya. "Siapa yang menyuruh anda? " tanyaku lagi. "Saya tidak tahu mbak, katanya dia mendapatkan nomor telpon saya dari seseorang juga" ucapnya. "Baiklah..., saya tidak akan melaporkan anda , dengan syarat, bantu saya menemukan lelaki yang waktu itu juga duduk dengan seorang perempuan di kursi ujung sana, saat itu saya kembali dari toilet dan si perempuan berpapasan dengan saya dan dia di papah oleh seorang lelaki, wanita itu mengoceh bahwa lelaki itu miliknya malam ini. Saya yakin kamu mengenalnya, karena kamu juga bisa mengenal saya dengan baik." ucapku tegas.
"Iya mbak saya mengenalnya" jawab bartender itu. "Siapa dia? " tanyaku penasaran. "dia adalah den Agung, dia putra bungsu dari pemilik club ini" jawab lelaki itu. "lalu siapa perempuan yang bersamanya? " tanyaku penasaran, "dia Adalah mbak Ega, mbak Ega adalah putri pengusaha minyak terkaya di daerah sini. mereka adalah teman satu kampus" si bartender terlihat jujur. "Kampus??? , jadi mereka masih kuliah?" tanyaku. "iya mbak" jawab si bartender. "Lalu apakah mereka punya hubungan spesial?" tanyaku lagi dengan penasaran. "Kalau itu saya tidak tau mbak." jelas nya kemudian.
__ADS_1
Akhirnya aku meminta nomor telpon lelaki itu, ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padanya tentang malam itu. Namun, di saat akan meninggalkan bar seseorang kemudian menarik tanganku lalu langsung memelukku erat. "Lepaskan" teriakku, lalu aku menoleh, aku yakin dia adalah lelaki yang malam itu memaksa aku kesebuah kamar. "kali ini kamu tidak akan aku lepaskan" ucapnya, kebetulan sekali sibocah tengil itu sedang keluar kota, jadi kamu bisa aku nikmati sepuasnya" ucapnya sambil menyeringai. "Oi Satrio, lu jangan macam-macam, ntar lu ditonjok lagi sama si Agung", ucap si bartender. "Udah... lu diem aja, si bocah lagi keluar kota, lagian ngapain juga dia ikut campur urusan gua, biasanya juga dia diem aja. Mentang-mentang bapak nya yang punya club malam ini jadi dia sok-sok an jadi pahlawan." Lelaki itu menjawab dengan nada kesal dan bringas.
"A..... lepas, lepaskan aku" aku terus meronta dan lelaki itu semakin kuat memelukku. Pengunjung yang lain hanya diam dan mereka sibuk dengan kesenangan nya masing-masing. Kali ini kamu akan aku santap dengan nikmat sayang, walaupun kamu sudah menjadi bekas sibocah tengil, aku yakin dia sangat menikmatimu malam itu. Dan gara-gara dia aku juga tidak mendapatkan penuh bayaranku." Ucapnya kesal. Deg.... aku kaget mendengar apa yang dia ucapkan. Bayaran?? apa maksudnya ada yang membayar dia untuk melakukan ini padaku? ".
"Apa maksud kamu ada yang membayarmu??, siapa yang membayarmu untuk melakukan ini padaku?" tanyaku cepat. Lelaki itu hanya menatap menyeringai. "Aku tidak tau nona cantik, yang jelas seseorang meminta aku memotretmu sedang tidur tanpa busana dengan ku dan hasil fotonya dikirimkan padanya". Sepertinya kamu banyak musuh ya cantik, tapi dia musuh yang baik kayaknya, karena dia tidak mengijinkanku menyentuhmu, hanya membuat foto saja." lelaki itu nyerocos tiada henti sambil tetap menarik tanganku, dan sepertinya lagi-lagi dia menarikku kearah yang sama, kesebuah kamar di club itu.
Kedua tanganku di ikat, lalu dia berdiri dan bergumam, "benar-benar cantik kamu sayang, lihatlah wajah manismu ini akan aku buat merintih menahan sakit karena senjataku", dia berbicara sambil mengelus kepemilikannya itu, yang membuat aku langsung jijik dan ketakutan. Lalu tiba-tiba pintu kamar terbuka, seorang lelaki tampan mendekat dia terlihat marah dan langsung melemparkan sebuah tinju kelelaki biad*b itu. Lelaki biad*b itu langsung terjungkal dan pukulan beruntun dari lelaki tampan itu kembali menghujaninya, lelaki biad*b itu tidak berkutik sama sekali.
__ADS_1
"Brengs*k, bukankah seharusnya kau tidak disini?, lagi-lagi kau mengganggu kesenangan ku" ucapnya Lalu lelaki biad*b itu pergi meninggalkan kami dan berlari keluar dari kamar dalam keadaan babak belur. Lelaki tampan itu kemudian mendekat dan melepaskan ikatanku, kemudian dia memelukku hangat...., hangat sekali. "Kamu tidak apa-apa?" tanya nya tampak khawatir, "tidak.... a... aku tidak apa-apa" jawabku terbata lalu aku menangis dalam pelukannya.
"Terimakasih... terimakasih... " aku berkata lagi sambil menangis rapuh, lelaki itu kemudian memelukku erat dan membelai rambutku pelan. "Syukurlah kamu nggak kenapa-napa, untung aku datang tepat waktu lagi, hingga si brengs*k itu tidak sempat melakukan hal lebih buruk lagi padamu". Ucapnya penuh syukur.
"Lagi??? , jadi benar lelaki malam sebelumnya yang tidur dirajang denganku itu kamu? " tanyaku penuh harap. dia kemudian mengangguk, "iya..., maaf...., saat itu aku kebetulan tidur dikamar sebelah dan aku juga dalam keadaan ngantuk, tapi aku mendengar teriakanmu di koridor, aku langsung keluar kamar untuk menolong mu tanpa sadar ternyata aku tidak menggunakan pakaian saat tidur, hanya memakai dalamanku saja" jelasnya padaku.
"Lalu.... kenapa aku tidur tanpa busana? apakah terjadi sesuatu antara kita?" tanyaku lagi. " Tidak, tidak terjadi apa-apa malam itu" ucapnya cepat."Mungkin kamu meminum wine yang bercampur obat perangsang hingga kamu kepanasan dan melepas pakaianmu sendiri, sedangkan aku karena capek dan ngantuk langsung tertidur kembali. Dan saat bangun, aku malah menemukan secarik kertas ancaman dan selembar cek kosong". Jawabnya menyeringai menyindirku.
__ADS_1
Aku jadi malu sendiri lalu menatapnya dengan penuh tatapan terimakasih. "Terimakasih", ucapku dengan senyum manis dan tersipu malu. "Sama-sama mbak cantik dan perfeck" ucapnya sopan. deg...., jantungku berdetak kencang tidak ada yang memanggilku dengan sebutan itu kecuali anak-anak dikampusku.