Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Mencari Jejak Ega


__ADS_3

"Loe tau info soal Ega nggak?" tanya Agung pada Sultan, teman se Fakultas Agung yang kebetulan dekat juga dengan Ega. " Nggak Gung, gue juga heran, udah sepuluh hari dia nggak masuk kelas, lagian loe juga menghilang beberapa hari ini, kami pikir ada sangkutannya sama loe. gue mikirnya kalian berhenti kuliah dan nikah muda karena kecelakaan." jawab Sultan jujur.


"Brengsek loe, loe kan tau gua dan Ega nggak da hubungan spesial kecuali teman dekat." ucap Agung membersihkan diri nya. " Tapi loe berdua kan juga sama-sama jomblo dan emang Ega nya cinta mati sama loe" Sultan menjawab lebih ketus.


"Hm... iya sih, Agung mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia tau Ega hanya mencintainya selama ini, tapi yang membuat Agung tidak habis pikir, kenapa Ega bisa hamil? dan siapa ayah bayi itu? lalu kenapa Ega harus menfitnah Agung. Selama ini dia selalu melindungi Ega, makanya dia tidak percaya Ega tega melakukan hal ini padanya. Lalu dimanakah Ega sekrang? dia yakin Ega masih hidup.


"Oya Gung... kabarnya Ega meninggal bunuh diri, benarkah?" Tanya Sultan lagi padaku.


"Siapa yang bilang?" tanya Agung lagi pada Sultan. "Itu sudah jadi rahasia umum kali, makanya loe nggak peka sih, liat semua mata tertuju pada loe" bisik Sultan.


"Ah biasa aja, biasanya semua mata juga tertuju pada gue" jawab Agung santai. " Loe temanin gue ntar ke rumah Ega y. Banyak yang harus gue tanyain ke orang tuanya, sekarang kita ke kantin dulu." Agung dan Sultan pun beranjak ke kantin untuk duduk dan mencari informasi soal Ega.


Agung memang tampan dan hampir semua gadis mengidolakannya. Bahkan untuk belanja di kantin pun dia tidak perlu antri, witers cewek yang merupakan anak pemilik kantin akan langsung menghampirirnya jika Agung datang.


"Mas Agung, lama tidak kelihatan, mas mau pesan apa?" tanya Susan kepada Agung.


Susan adalah anak pemilik kantin. Susan baru tamat SMU dia tidak mau kuliah karena dia mau bantuin orang tua nya di kantin. Padahal sebenarnya dia ingin bisa melihat dan mendekati Agung setiap harinya.


"Biasa San, aku pesan capucino dingin ya, aku nggak makan. udah sarapan tadi dirumah." jawab Agung lengkap biar Susan tidak terus-terusan nanyain dia.


"Mas Agung, Susan mau nanya dong, Apa benar mas Agung hamili si Ega?" tanya Susan tanpa sopan. Agung nepok jidatnya sendiri karena pertanyaan Susan yang to the poin.


"Eh loe kalo ngomong jangan sembarangan, mana mungkin Agung seperti itu, dia itu lelaki bertanggung jawab dan nggak murahan tau!" belum Agung menjawab, si Sultan dah naik darah duluan dan nyemprot si Susan.


" Kalau kamu cuma nanyain sesuatu yang sudah jelas jawabannya, mending aku nggak usah minum disini" jawab Agung santai. Dan bersiap untuk pergi, tapi Susan memegang tangan Agung.


"Jangan mas Aku percaya mas Agung kok, ntar ya Aku ambil kan pesanan mas" ucap Susan. "Aku sama ya" Sultan ikut nimbrung.

__ADS_1


Belum lima menit minuman Agung sudah datang. "Aku mana? pesanan aku mana?" tanya Sultan pada Susan.


"Hm...? emang mas tadi pesan?" tanya Susan balik ke Sulatan.


"Aduh neng, loe tu cantik tapi kok o'on gini sih? udah jelas gue minta minuman yang sama sama Agung, harusnya loe bawain dua gelas tau!" ucap Sultan kesal.


"Kapan mesen nya? dah jelas cuma mas Agung yang minta, lagian situ jelek sih. jadi kalau ngomong kayak kumur-kumur." Susan lalu pergi dengan kesal karena di bilang o'on di depan Agung.


Agung hanya tertawa. Agung merasa ada yang lupa. Lalu dia mengacak acak handphone nya.


"Astaga, mampus gue, hampir saja gue kelupaan." Agung menepok jidatnya dan langsung mencari panggilan Alexa.


Drrttt..... tapi tidak diangkat.


dit...dit..., sebuah pesan WA masuk.


Agung tersenyum, lalu melakukan VC dengan Alexa. Dan akhirnya terhubung.


"Hai...." ucap Alexa dari dalam layar sana


"Hai...maaf ya sayang aku kelupaan tadi, karena keasyikan ngobrol sama teman" Aku Agung jujur.


"Iya, nggak apa-apa. baru telat setengah jam kok" jawab Alexa lagi.


"Siapa Gung, siapa?" Sultan langsung pindah duduk disamping Agung. dia melihat seorang gadis cantik di layar sana. Matanya melotot dan mulut nya terbuka lebar lalu memgucek ngucek matanya.


"Cantik nya!!!" matanya tidak berhenti membola sambil berdecak kagum memuji Alexa. Alexa hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ya ampun, apa itu?" senyumnya Ya Allah indah sekali ciptaanMu!" teriak Sultan. Akhirnya membuat Agung dan orang di sekitar mereka kaget.


"Loe ngapain sih?" hujat seseorang dari arah samping mereka. Agung mengarah ke orang itu sambil melipat kedua tangannya tanda minta maaf. Dan akhirnya orang itu pun tenang lagi.


"Oi... loe bisa tenang dikit nggak sih?" tanya Agung lagi.


"Itu...., itu..., itu siapa Gung. MasyaAllah, sempurnanya ciptaan Allah." Sultan kembali geleng-geleng melihat ke arah layar handphone Agung.


Alexa di dalam layar sana, hanya bisa tersenyum manis dan sesekali menutup mulutnya karena geli melihat tingkah teman Agung.


"Sayang, nanti aku jemput kamu sore aja ya, soalnya aku ada urusan sebentar sama teman aku ini." Agung menunjuk Sultan yang masih geleng-geleng melihat kecantikan Alexa.


"Iya Gung, nggak apa-apa, lagian tugas yang harus aku periksa juga udah numpuk nih, kayaknhmya aku makan di kantor aja." Jawab Alexa manja dan sedikit memegang kepalanya yang sakit karena banyak kerjaan.


"Baiklah, tapi jangan sampai telat makan nya yah, makan siang kamu biar aku yang pesan dari sini. Dan harus habis, ingat harus habis! Nanti aku VC lagi ya, aku lagi di kantin soalnya." Jelas Agung lagi pada Alexa.


"Iya sayang, bye" Alexa melambai manja dan memberikan sebuah kis pada Agung. layaknya gadis remaja yang sedang jatuh cinta.


"Ya ampun, mati gue, Sumpah itu cewek cantik banget. Loe nemu dimana Gung?" Sultan nyerocos nggak jelas, sampai Agung sendiri pusing mau jawab apa.


"Udah Ah , kita masuk kelas lagi, gue nggak mau di bilang telat karena habis nampang di kantin lagi sama dosen." Agung lalu pergi meninggalkan kantin, tapi tidak sengaja di ujung kantin dia melihat sopir Ega, Agung pun langsung menghampiri nya.


"Pak..., pak Dudu, tunggu." Pak Du du jelas melihat Agung tapi dia tetap berjalan menjauh dan akhirnya menghilang. Agung semakin yakin, ada sesuatu yang disembunyikan keluarga Ega.


"Oi... ngapain loe Gung? ngajak ke kelas, tapi nyasarnya ke sini. ga jelas banget loe dari tadi." Ucap Sultan pada Agung sambil sewot.


" Nggak, ngak napa-napa" Agung pun melangkah ke kelas mengiringi Sultan yang telah terlebih dahulu menuju kelas.

__ADS_1


__ADS_2