
Agung kembali mengantarkan Daddy nya pulang. Dan akan menjemput Alexa kembali setelah itu.
Dalam perjalan Daddy Agung membahas masalah karyawan Alexa.
"Gung, Daddy mau bertanya nih! tapi jangan marah ya!" ucap Daddy Agung.
"Nanyain apa Dad?" Agung penasaran.
"Kok Daddy merasa karyawan Alexa yang bepapasan dengan kita tadi mirip seseorang ya?" tanya Daddy Agung lagi.
"Yang mana Dad?" Agung makin bingung.
"Yang berpapasan sama kita saat akan memasuki ruangan Alexa." Jelas Daddy.
"Oh iya, mbak Anya itu Dad. Itu dia sepupu si Ega yang nge hasut Ega waktu itu Dad." Jawab Agung.
"Lo , kenapa masih bekerja di sana? harusnya di pecat saja Gung!" kata Daddy Agung lagi.
"Lagi nunggu waktu yang tepat Dad. Nggak mungkin main pecat tanpa sebab Dad!" jelas Agung lagi.
"Alexa terlalu baik. Kasihan lo dia dikelilingi orang seperti itu. Takutnya mereka berbuat lebih nekat nantinya." Ucap Daddy Alexa khawatir.
"Bener Dad, Agung juga mikir gitu Dad. Nantiah Agung bicarakan sama Alexa gimana baiknya" Agung membenarkan Daddy nya.
Dikantor Daddy Alexa
Tok..tok..
Sebuah ketukan membuyarkan konsentrasi Haikal.
"Masuk" jawbnya datar.
"Pak, ini laporan kemaren sudah selesai!" Hana memberikan sebuah map kepada Haikal.
__ADS_1
Haikal melihat Hana lalu tersenyum.
"Terimakasih" ucap nya singkat.
Untuk pertama kalinya Hana melihat Haikal tersenyum tanpa paksaan.
"Kamu masih ada urusan disini?" Haikal menanyakan Hana yang masih terdiam menikmati memandang wajah bos nya yang tampan.
"Ah, tidak..maaf pak, saya permisi" ucap Hana gagap dan berencana meninggalkan ruangan itu.
Saat Hana hendak berbalik Haikal malah berdiri dan memeluknya.
"Diam dan tenanglah disini!" pinta Haikal lembut. Haikal memeluk Hana hangat dan dia merasa damai setelah memeluk gadis itu.
Cukup lama Haikal memeluk Hana dari belakang. Hana mulak pegal. Haikal merasakan Hana yang sedikit gelisah karena kecapean. Akhirnya Haikal memopong tubuh gadis itu dan membawanya ke sofa.
Haikal membaringkan Hana. Lalu menatapnya lekat. Hana membalas tatapan Haikal lembut dan penuh cinta. Ya..., Hana tidak mau membuang kesempatan. Kali ini Hana sengaja menunjukan perasaannya pada Haikal. Dia ingin Haikal tau, bahwa dia siap untuk dijadikan kekasih ataupun pasangan dalam hidupnya.
Haikal tidak mengeluarkan sepatah katapun. Lalu Haikal langsung mencium Hana bibir Hana dan menyusuri leher jenjang Hana. Hana melayang, dan bergumam dengan lembut.
Seketika Haikal terhenti beraksi dan Mata Haikal membulat karena mendengar ucapan Hana. Lalu Haikal tersenyum dan membelai lembut bibir Hana dengan jemarinya.
"I love you to .... Alexa" ucap Haikal tanpa sadar.
Seketika Hana kaget, karena nama yang disebut bukan namanya. Hana langsung duduk dan mendorong Haikal. Haikal jatuh.
"Maaf pak. Jika tidak ada yang harus dikerjakan lagi aku permisi!" Hana bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruangan Haikal.
"Sial! kenapa gua bisa salah sebut nama?" Haikal sendiri merasa geram karena kenapa harus nama Alexa yang keluar dari mulutnya.
"Pasti Hana sakit hati sekali!" gumam Haikal.
Dia lalu duduk dilantai dan menyandarkan punggungnya ke sofa sambil kedua tangannya meremas rambutnya dan menyesali sikapnya yang menyakiti hati Hana.
__ADS_1
Tidak di pungkiri Haikal, dia sangat tertarik dengan Hana. tapi kenapa disaat dia serius ingin membuka hatinya untuk gadis lain. Alexa malah muncul dalam pikirannya. Oke dia bisa seakan tidak mengingat Alexa. Karena pikirannya tidak akan ada yang bisa melihatnya.
Tapi, kenapa dia harus menyebutkan nama Alexa? sekuat itukah perasaannya? tidak! dia tidak bisa begini! Dia harus menghentikan rasa ini! Karena Alexa sudah bahagia bersama Agung. Dia yakin Agung lelaki yang baik setelah mengenal Agung dalam waktu beberapa saat ini. Belum lagi Daddy Alexa sangat mempercayai nya. Dia tidak mungkin menghianati Daddy Alexa dengan merusak rumah tangga putri semata wayangnya.
"Aku harus hentikan perasaan ini! ini sudah menjadi perasaan yang salah!" Tegas Haikal. Lalu keluar dari ruanganya.
Diruangan lain.
Hana duduk di ruangannya. Namun, Hana tidak bisa menangis disana, karena ruangnya bergabung dengan beberapa karyawan lainnya. Hanyaeja mereka saja yang terpisah antar satu dan yang lainnya. Namun, tidak memungkinkan untuk bisa meluapkam perasaan disana.
Haikal datang mendekat.
"Hana, segera ke ruangan saya!" perintah Haikal.
"Maaf pak, saya tidak bisa. Saya lagi sakit perut pak" Hana berbohong.
Haikal lalu menggendong Hana dan memopongnya ke ruangannya. Semua yang berada disana kaget dan berbisik satu sama lainnya. Hana yang melihat ekspresi temannya saat dia berada dalam gendongan Haikal. Hanya bisa menutup mata menahan malu.
Bersambung*****
Hai readers setiaku. Sambil nungguin aku up, aku referensi karya aku yang baru juga ya.
👇
Talita adalah seorang gadis paling cantik cantik di kampungnya. Dia saat ini berusia tujuh belas tahun dan duduk di bangku kelas dua SMA.
Talita selain cantik juga merupakan gadis yang ramah dan pintar. Hingga suatu hari dia jatuh cinta pada seorang pemuda.
Pemuda itu bernama Azka. Azka murid pindahan dari sebuah Pesantren. Setelah diselidiki. Ternyata azka memang bukan tipe pria yang bisa tinggal di Pesantren. Karena dia terkenal sangat agresif dengan perempuan.
Namun dengan ke tampanan dan ke populeran Azka sebagai anak baru yang di jadikan incaran bagi perempuan di sekolah mereka . Akankah Talita bisa menjadi kekasihnya? dan akankah Talita dan Azka bisa bersatu ?
Lalu bagaimana nasib percintaan mereka setelah dewasa?
__ADS_1
Namun begitu Azka tau bahwa kematian mengintainya. Akankah mereka menikah dan hidup bahagia? ataukah kisah mereka akan berjalan dengan penuh luka dan berakhir kepahitan?