
Mereka sampai dirumah Alexa. Agung meminta Mereka membahas masalah mereka di ruang kerja Alexa. Karena Agung tidak ingin ada yang mengetahui masalah ini selain mereka berempat.
"Ok, sekarang kita sudah berada di ruang kerja Alexa. Sebelumnya perkenalkan. Ini adalah Alexa istri sah aku. Aku menikahi Alexa karena aku memang sudah menyukai nya sejak dua tahun lalu. Alexa adalah ex mahasiswi di kampus kita. Aku mengetahui tentang dirinya dari dua tahun yang lalu dan kembali bertemu beberapa minggu yang lalu dan akhirnya kami dekat dan Alexa akan di jodohkan orang tua nya. Karena dia tau aku menyukainya dan aku pernah menolong nya. maka Alexa langsung menyukai ku dan meminta aku menajdi suaminya. Ok! jadi tidak ada paksaan pernikahan antara aku dan Alexa." jelas Agung pada kedua teman dekatnya itu.
"Gini, kenapa aku minta kita semua berkumpul disini? bukan nya di ruang tamu atau di ruang keluarga?. Karena hal ini sangat berpengaruh terhadap hidup Alexa. Tidak tau mengapa, aku yakin ada begitu banyak yang tidak menyukai Alexa. Meski aku tidak tau apa alasannya. Yang jelas, aku ingin melindungi istri ku dari mereka yang mempunyai niat buruk terhadapa istriku."
"Dan Ega adalah salah satu media yang di gunakan mereka untuk mengganggu hubungan ku dan Alexa. Begitu mereka tau Ega mencintaiku, mereka memanfaat kan Ega untuk melakukan hal bodoh. Dan aku tidak mau ada yang di hasut lagi untuk menjauhkan aku dari Alexa. Apalagi jika itu adalah orang-orang terdekatku." Jelas Agung kembali.
"Maksud kamu siapa Gung?" tanya Alexa bingung.
"Gak, jelasin Gak. apa yang kamu bilang ke aku tadi!" prerintah Agung pada Ega.
"Gini mbak, sebelumnya aku minta maaf, aku memang cinta sama Agung dari pertama kami kenal dulu. Tapi, Agung udah langsung nolak aku dan anggap aku hanya teman dekat. Aku sebenarnya udah mau relakan Agung. Sempat ingin berjuang tapi bukan dengan cara kotor seperti kemaren." Aku Ega dengan rasa beralah yang besar.
Alexa melihat Ega berbicara dengan tangan yang saling meremas satu sama lain, sambil menunduk ke bawah. Terilihat bagaimana dia merasa sangat bersalah. Ega terus menceritakan hal yang sama yang di ceritakan Ega pada Agung dan Sultan tadi.Bahkan setelah mendengar semua penjelasan dari Ega, Alexa merasa kaget dan terpukul.
"Tapi maaf aku nggak bisa bilang nama sepupu aku itu, karena dia sudah ngancam aku, kalau aku kasih tau semua ide ini dari dia. Maka Mom dan Dad aku akan di serahkan pada renternir tempat Daddy terkahir minjam duit. Bunga nya dah gede banget. Daddy nggak sanggup bayar makanya kabur. Gimanapun aku nggak mau orang tua aku semakin susah." Jelas Ega dengan rasa malu yang luar biasa.
"Siapa yang setega itu sama aku?" tanya Alexa.
"Coba mbak pikir, menurut mbak siapa yang bisa tega berbuat seperti itu kepada mbak?" suruh Agung lagi.
"Tika! dia satu-satu nya yang nggak suka liat aku sama kamu nikah" jawab Alexa sambil mencibir pada Agung.
__ADS_1
"Kenapa mbak bisa nuduh dia langsung?" tanya Agung lagi.
"Yaiyalah, kan dia genit banget sama kamu. Saat nggak ada aku dekat kamu, dia selalu mencuri perhatian kamu bahkan dengan mempertontonkan kemolekan tubuhnya. Giliran ada aku? dia seakan nggak peduliin kamu. Kurang bukti apa lagi cobak?" semprot Alexa pada Agung dengan rasa cemburu yang kuat.
Sultan yang melihat Alexa cemburu buta seperti itu langsung terpukau. " Marah aja dia cantik, apalagi kalau senyum y?" batin Sultan dalam hati.
"Maaf mbak, aku nggak bisa membenarkan ataupun menyalahkan. Yang jelas aku hanya bisa klarifikasi, kalau Agung bukanlah ayah biologis dari bayiku!" Tika menekankan itu pada Alexa.
"Sebenarnya tanpa kamu jelaskan pun aku tau bukan Agung pelakunya. Karena aku sangat mengenal sifat Agung dan aku sudah sangat mempercayai nya semenjak pertama mengenalnya." Ucap Alexa dengan bangga sambil melihat ke arah Agung.
"Lalu kira-kira siapa dan apa ya tujuanny?" tiba-tiba Sultan ikut nimbrung.
"Kalian nggak perlu khawatir, Ega kamu tenang saja. Aku dah tau orang nya kok. Tinggal membuktikan nya saja lagi. Tapi tanpa harus mengikut sertakan kamu." Ucapan Agung sangat menenangkan Ega.
"Iya kami nggak akan mengikut sertakan kamu Gak!" Alexa pun mencoba meyakinkan Ega.
"Apa sih mbak yang aku nggak tau soal kamu?" jawaban Agung membuat Alexa malu dan wajahnya berseri bagaikan mentari pagi.
"Ya ampun cantiknya!" lagi Sultan tidak tahan untuk tidak memuji Alexa. Dan Alexa hanya tersenyum senyum dengan pujian spontan Sultan itu. Tingkah Sultan benar-benar seperti lelaki hidung belang yang melihat cewek seksi.
"Aku serius nanya Gung!" ucap Alexa lagi
"Aku juga mbak, nanti malam kita bahas ya. Aku hanya ingin menyelesaikan persaan tidak tenang ku, Ega dan kamu mbak. Untuk selanjutnya biar semua jadi masalah kita!" jelas Agung menegaskan pada Alexa.
__ADS_1
"Kalau aku boleh tau, gimana keadaan bayi kamu itu Ga? bukankah masih di rumah sakit **? apa kamu nggak berniat lagi mengambilnya? Gimanapu bayi itu darah daging kamu dan dia nggak berdosa Gak!". Tegas Agung.
"Bayi itu sudah di adopsi pak Dudu Gung. Aku memohon pak Dudu mau merawat anak itu, hingga suatu saat aku mampu menghidupinya." jelas Ega.
Ega terlihat makin terpukul dengan pertanyaan Agung soal bayi nya. Tapi, memang hal itu harus di bahas. Karena Agung adalah teman dekatnya. Jadi wajr Agung mengingatkan nya.
Alexa merasa kasihan. Alexa lalu mendekati Ega dengan menjalankan sendiri kursi roda nya dekat ke Ega. Alexa kemudian memegang kedua tangan Ega.
"Kamu yang kuat ya!, lalu bagaimana kelanjutan hidup kamu?" tanya Alexa pada Ega.
Ega hanya menggeleng.
"Aku nggak tau mbak, rumah aku pun seminggu lagi pasti disita Bank. begitu juga mobilku. Lelaki itu bilang tidak akan mengganggu mobilku. Tapi, dia bohong. ternyata surat-surat mobil itu sudah di gadaikan nya juga ke Bank. Aku.... aku.... ." Ega kemudian menangis sambil menutup kedua muka nya dengan kedua telapak tangannya.
Alexa melihat ke arah Agung. Agung kemudian mengangguk.
"Kalau kamu mau, kamu bisa tinggal disini untuk sementara waktu!" ucap Alexa tiba-tiba ke Ega
Ega langsung menatap Alexa.
"Mbak becanda?" tanya Ega tidak percaya.
"Nggak Ega, untuk apa aku becanda dalam keadaan kamu kayak sekarang ini?" tanya Alexa lagi.
__ADS_1
Ega langsung melihat ke arah Agung. Dan Agung mengangguk kan kepalanya pelan sambil tersenyum. Tanda agar Ega setuju.
Ega langsung duduk bersimpuh di kaki Alexa dan menangis meratapi betapa bodohnya dia sudah memperlakukan Alexa dengan buruknya sebelumnya. Bahkan Alexa harus mengalami lumpuh, meski hanya sementara dan akan sembuh dengan terapi. Tetap saja Ega merasa buruk.