
Jam sudah menunjukan pukul tujuh malam, Agung dan Alexa duduk santai di teras rumah sambil menunggu kedatangan Mommy dan Daddy Agung.Sebuah mobil memasuki parkiran, dan sepasang suami istri yang berumur pun turun dari mobil itu. Mereka adalah Daddy dan Mommy nya Agung. Terlihat jelas, Daddy Agung memperlakukan Mommy Agung dengan sangat baik, penuh kelembutan dan kehangatan. Mommy Agung lalu menghampiri Alexa dan mencium menantu nya yang cantik itu. Sedangkan Daddy Agung dengan sangat lembut membelai rambut menantunya.
"Gimana Mom dan Daddy? parahkah macetnya?" tanya Agung pada ke dua orang tuanya. "Lumayan nak, untung saja kami berangkat langsung tadi, kalau tidak mungkin kami masih di jalan sekarang." Daddy Agung membenarkan tindakan putranya untuk mengingatkan dia segera berangkat. Karena di kota itu setelah Adzan Magrib biasa nya jalanan akan semakin macet.
"Kamu gimana kabarnya sayang? tanya Mommy Agung pada Alexa. "Ya... seperti yang Mommy lihat, seperti inilah keadaan Alexa sekarang Mom. Alexa terlihat menyedihkan kan Mom! karena Alexa tidak tau harus bersikap seperti apa saat bertemu orang-orang di luar sana nanti. Dan Alexa tidak tau bagaimana pandangan orang teehadap Alexa setelah ini Mom" ucap Alexa penuh rasa rendah diri.
Mommy Alexa lalu membungkuk kemudian mengambil kedua tangan Alexa dan mengusapnya pelan. "Kamu tidak perlu memikirkan apa dan bagaimana nya nak! kamu cukup menikmati apa yang saat ini kamu rasakan, Mommy yakin kamu akan tetap bisa hidup bahagia dan segera pulih sayang." ucap Mommy Agung memberikan ketenangan pada Alexa.
"Baiklah sekarang kita masuk, takutnya makanannya keburu dingin!" ucap Agung mengingatkan Alexa dan kedua orang tuanya yang sedang asyik berbicara. Agung kemudian mendorong kursi roda Alexa dengan pelan dan penuh kehati-hatian. Sesampai di meja makan mereka di kagetkan dengan keberadaan Haikal yang ternyata sudah duduk di meja makan, seperti biasa, dia makan tanpa bertanya itu untuk apa dan siapa nya, yang jelas dia makan dengan lahap apapun yang ada dirumah ini, karena baginya rumah ini adalah rumah nya juga hingga dia suka bersikap seenaknya.
Agung dan Alexa hanya melihati Haikal yang sedang makan, lalu Alexa dan Agung saling bertemu pandang dan sama-sama mempunyai rasa kurang nyaman atas kehadiran Haikal di meja makan itu. Tapi seperti biasa, tingkah Haikal yang paling menyebalkan adalah Haikal sama sekali tidak peduli itu, dia tetap menikmati makanannya dengan santai. Begitu dia tidak sengaja milirik dan melihat Daddy dan Mommy Agung, Haikal langsung menghentikan makannya dan berdiri, lalu menyalami Mommy dan Daddy Agung.
__ADS_1
"Maaf om tante saya tidak tau ada tamu, silahkan duduk om tante!" Haikal dengan ramah mempersilahkan kedua orang tua Agung duduk.
"Perkenalkan saya Haikal, saya sepupunya mbak Alexa, kalau boleh tahu om dan tante keluarga kami dari manakah?" tanya Haikal lagi pada Mommy dan Daddy Agung. "Perkenalkan nak, saya Daddy Agung dan ini Mommy Agung." Daddy Agung memperkenalkan dirinya dengan baik kepada Haikal.
"Salam kenal om dan tante, maaf saya tidak tau kalau akan ada tamu malam ini dan saya bahkan tidak tau kalau mbak Alexa sudah kembali dari rumah sakit. Karena mereka memang tidak pernah memberitahukan apa pun yang terjadi kepada saya" terang Haikal dengan rasa tidak enak pada Daddy Agung.
"Tidak apa-apa nak, ayo tetap bergabung makan bersama kami, hanya bagaimana mungkin kalian tinggal serumah tapi tidak saling mengetahui apa pun?" tanya Daddy Agung pada Haikal.
"Saya yang salah om, karena saya pulang pergi kerja langsung masuk kamar dan tidak berinteraksi dengan mbak Alexa ataupun Agung." Mungkin karena saya memang lebih suka sendirian menghabiskan waktu dengan pekerjaan saya di kamar." Haikal menjelaskan dengan sopan kepada orang tu Agung.
"Kamu mau kemana?" Daddy Agung bertanya pada Haikal. " Saya mau pamit ke kamar om, karena masih ada pekerjaan " jelas Haikal. "Tetaplah disini! makanlah bersama kami! saya tidak mau seorangpun anak saya disini yang tidak ikut makan bersama kami malam ini!" Daddy Agung memerintahkan pada Haikal Agung dan Alexa untuk duduk dan makan bersama.
__ADS_1
"Tapi Dadd" Agung mencoba memotong perkataan Daddy nya, namun dihentikan oleh Daddy Agung dengan mengangkat tangannya seakan memberi aba-aba untuk diam dan Agung mengikuti nya. Agung memang tidak suka dengan keberadaan Haikal, tapi Agung memang tidak pernah membantah kedua orang tua nya
Haikal merasa senang karena Daddy Agung ternyata orang yang bijaksana, yang memahami kemauan Haikal yang sebenanrnya. Haikal pun kembali duduk disamping Agung. Haikal memang juga sangat memginginkan sebuah kebersamaan seperti ini, hanya saja dia terlalu malu untuk memintanya. Dan kali ini mereka makan malam bersama untuk pertama kalinya.
Selama makan malam mereka benar-benar terasa seperti kekuarga utuh. Mereeka sangat menikmati makan malamnya, Daddy Agung terkdang mengajak Haikal berbicara dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan ringan pada Haikal, mereka terlihat akrab dalam pembicaraan itu. Sedangkan Agung asyik melayani Alexa yang terlihat sangat manja di banding hari-hari sebelumnya. Haikal sibuk berbicara dengan Daddy Agung, dan Agung, Alexa asyik membahas soal butik Alexa dengan Mommy Agung. Jadi karena kebersamaan yang indah itu, makan malam mereka terasa seperti keluarga yang utuh.
Selesai makan malam Mommy dan Daddy Agung pun pamit, sebelum pamit Haikal menemui mereka. "Om dan tante, Haikal senang bisa bertemu dan berkenalan dengan om dan tante. Te.rutama om, om sangat bisa memahami banyak hal, jika di ijinkan bolehkah kapan-kapan Haikal mampir ke tempat om dan tante?" tanya Haikal tulus pada Orang tua Agung. Sungguh suatu tindakan luar biasa yang dilakukan Haikal.
Daddy Agung kemudian memegang pundak kiri Haikal. " Apabila kamu ada wkatu, mampirlah kerumah kami, karena kami juga senang di kunjungi anak-anak kami." Ntah kenapa, sepertinya Daddy Agung bisa sangat dekat dan hangat pada Haikal begitu juga sebaliknya dengan Haikal. Mommy Agung sendiri merasa heran, bagaimana mungkin suaminya bisa secepat ini akrab dengan seseorang.
Akhirnya Daddy dan Mommy Agung pulang. "Mbak kita masuk y! ajak Agung. Tapi Alexa menggeleng.
__ADS_1
"Aku masih ingin di sini Gung, menikmati angin dan suasana malam di teras ini" ucap Alexa penuh harap.
" Baiklah, kalau begitu aku masuk ke kamar dulu ya mbak! aku mau rapikan kamar kita" Agung pamit dan memgecup kening Alexa. Alexa tersenyum manis dan memperlihatkan betapa dia sangat senang malam ini. Alexa kemudian menatap ke langit biru. "Bolehkah aku berharap? bahwa inilah keluargaku yang utuh seharusnya!" Alexa memenjamkan matanya dan Cup. Sebuah ciuman menempel di bibir Alexa. Alexa membuka matanya dan Kaget karena yang menciumnya bukanlah Agung.