Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Ada Apa Dengan Alexa?


__ADS_3

"Alexa?" Agung langsung berlari ke arah kolam renang. Lalu Agung memeluk Alexa.


"Alexa? mbak?" Agung kemudian memegang pipi Alexa. Tubuhnya mengigil dan dia masih menangis tapi matanya masih dalam keadaan terpejamkan.


Agung mengangkat tubuh Alexa dan membawanya ke kamar. Sesampai di kamar Agung dengan cekatan mengganti pakaian Alexa. Lalu menyelimutinya dengan selimut hangat.


"Sayang, bangun sayang! kamu kenapa sayang?"


" Sayang, buka mata kamu! kamu kenapa?"


Alexa masih tetap menutup matanya dan menangis. Alexa terisak dan dia terlihat sangat terluka. Agung kembali memeluk Alexa. Dan mengusap pelan rambut Alexa.


"Sayang, liat Aku sayang! Aku disini, aku disampingmu. Katakan kamu kenapa sayang?"


Alexa masih bungkam. Alexa membuka matanya dan menatap Agung yang sedang merangkulnya. Alexa kemudian kembali menangis, dia tetap diam dan membisu lalu membenamkan wajahnya ke dalam pangkuan Agung.


Isak tangisnya begitu pilu. Agung di buahi seribu tanda tanya. Karena Alexa belum juga bisa tenang dan juga belum berkata sepatah katapun. Dia terlihat menahan rasa sakit yang sangat dalam. Agung kemudian membalas memeluk Alexa penuh cinta dan rasa sayang yang luar biasa.


Seorang pemuda seperti Agung benar-benar dituntut untuk kuat berada disisi Alexa. Dia kembali menegakkan kepalanya dan menghela nafas panjang.


Agung menarik pelan wajah Alexa yang berada dalam pangkuannya. Kemudian Agung kembali menatap penuh harap agar pujaan hatinya itu lebih tenang dan mau menceritakan apa yang dia alami.


"Lihat aku! aku disini untukmu! tidakkah engkau tau betapa aku hancur melihatmu sperti ini? katakan! Katakan apa yang membuatmu seperti ini sayang?" Agung memelas penuh harap pada Alexa.


Alexa akhirnya mulai tenang. Dia akhirnya memegang wajah Agung dengan tangan halus nya. Lalu kembali terisak pelan.


"Aku..., aku..."


Alexa berusah berbicara


"Ya, katakalah sayang!"


" Aku takut" Alexa kemudian kembali membenamkan wajahnya dalam pangkuan Agung. Agung hanya bisa membelai rambutnya. Agung bisa meraskan rasa takut Alexa. Hanya saja Apa? Karena Alexa hanya dia tinggalkan dirumah sejenak.


Hanya satu jam Agung meninggalkan Alexa. Tapi, hal apa yang membuat Alexa se takut ini berada dirumah ini? apa yang dialami Alexa tadi? dan mengapa Alexa berada di kolam renang? pikiran Agung masih bercabang. Namun setidaknya Alexa sudah sedikit tenang.


Agung kemudian merebahkan tubuh Alexa di atas ranjang. Dan Agung ikut tisur disamping Alexa. Alexa memeluk Agung dengan erat, seakan dia tidak mau Agung melepaskannya ataupun meninggalkannya. Hingga akhirnya mereka berdua tertidur.

__ADS_1


*****


Agung terbangun dari tidurnya. Lalu dia melihat jam sudah menunjukan pukul tujuh malam. Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Sepertinya suara ketukan pintu itu yang membuat Agung terbangun.


"Den. Non, sudah waktunya makan malam!"


"Iya bi, sebentar lagi kami keluar" jawab Agung.


Suara Agung membuat Alexa terbangun dan kemudian melihat ke arah Agung. Dia baru sadar kalau dia tertidur dalam pelukan Agung. Dada Agung sangat lebar dan berbidang ****, lengan Agung merupakan bantal Alexa yang empuk. Alexa kemudian membenamkan wajahnya dalam dada Agung.


Agung bisa merasakan kalau Alexa masih merasakan ketakutan. Tapi sekarang Agung mencoba untuk lebih mengerti situasi Alexa. Agung tidak lagi menanyakan apa yang terjadi. Dia lebih memilih membuat Alexa tenang dan nyaman terlebih dahulu. Hingga akhirnya Alexa siap untuk bercerita.


"Sudah saatnya makan, apakah mbak sudah lega?" tanya Agung. Alexa mengangguk pelan.


"Kalau begitu kita makan malam ya!"


Alexa menggeleng. Agung kemudian menggenggam kedua tangan pujaan hatinya itu.


Mendengar kalimat Agung malah membuat Alexa jadi menangis kembali. Agung pun bingunng harus apa, karena dia sudah berusaha bicara sebaik dan selembut mungkin. Tapi, tidak disangka, malah membuat pujaan hatinya menangis lagi.


" Aduh, aku salah lagi ya mbak? pleace jangan nangis lagi dong. Aku bingung harus seperti apa. Karena aku baru pertama kali menjalin hubungan sama perempuan. Jadi aku nggak begitu ngerti bahasa yang lebih tepat dan cara memperlakukan istri dengan baik" jelas Agung.


Mendengar ucapan Agung, Alexa mulai diam. Dia sadar, tangisannya membuat Agung khawatir dan tidak berdaya.


"Aku..., aku nggak kenapa napa Gung. Aku hanya merasa sedih" ucap Alexa berbohong.


Ntah kenapa ada rasa takut didiri Alexa terhdap Haikal. Hingga dia pun tidak berani menceritakan kejadian tadi pada Agung.


Alexa ingat dengan jelas.bagaimana Haikal menyeringai jahat ke arahnya. Alexa mersa takut kalau dia bercerita pada Agung. Agung bakal nekat menghajar Haikal . Alexa nggak mau Agung melakuan tindakan bodoh.


"Baiklah sayang. Kalau mbak sudah ngerasa lebih baik. Bagaimana kalau kita makan malam? karena aku sudah lapar. "Ucap Agung sambil memutar- mutar tanganya di perutnya.


Alexa merasa gemes melihat tingkah Agung dan dia mengangguk lalu akhirnya kembali tersenyum. Senyuman yang indah. Senyuman yang selalu membuat Agung betah memandangnya. Namun kali ini senyuman itu terlihat sedikit dipaksakan.


Mereka menuju ruang makan. Alxa jalan beriringan sambil berpegangan tangan bareng Agung. Namun begitu sampai di ruang makan. Tiba-tiba Alexa menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik tubuh Agung.

__ADS_1


Reflek Alexa itu membuat Agung heran.


"Mbak kenapa?"


Alexa hanya diam dan menggeleng pelan. Namun dia masih tetap bersembunyi dibalik tubuh suaminya.


Diruang makan itu sudah ada Haikal yang sedang asyik menikmati makanannya. Namun Haikal sama sekali tidak menghentikan kegiatan makannya, meskipun Alexa dan agung ada dihadapannya.


Agung kemudian memutar tubuhnya ke arah Alexa.


"Yuk kita makan!"


Alexa menggeleng kan kepalnya lagi. kali ini dia menatap tajam mata Agung seakan memohon agar jangan dipaksakan.


Agung yang paham dengan keinginan Alexa kemudian memeluk Alexa. Kemudian melepas pelukan itu dan menatap istrinya itu lagi.


"Baiklah, kita cari makanan keluar yuk! kita belum pernah makan malam diluarkan" ucap Agung.


Dan Alexa mengangguk tanda setuju. Kembali sekilas dia melihat Haikal dari balik tubuh suaminya. Dan saat itu Haikal pun sedang menatap kearah mereka berdua.


Tidak sengaja mata mereka bertemu pandang. Alexa bergedik ngeri melihat tatapan Haikal tersebut dan kembali membenamkan wajahnya dalam pelukan Agung.


Agung masih dalam perasaan bingung atas sikap Alexa. Terpaksa membawa Alexa keluar, demi membuat Alexa merasa nyaman.


Sesampai di dalam mobil Alexa bernafas lega. Seakan dia baru selamat dari sebuah kematian.


"Mbak udah baikan? kita berangkat ya!" ucap Agung.


"Baiklah" Alexa kemudian menyandarkan kepalanya pada Agung yang sedang mengendarai mobil. Dan Alexa berhasil menetpis ingatannya tentang Haikal untuk sementara waktu.


bersambung *****


Yuhu...., buat teman-teman setia aku. Yang sukak baca cerita aku. Maksih ya sebelumnya. Nah kali ini sambil nungguin aku Up episode baru. Teman-teman bisa mengisi waktu luangnya dengan memvaca novel karya teman aku ini lo.


Ceritanya menarik . Yuk, yuk kepoin


__ADS_1


__ADS_2