
Akhirnya Alexa selesai di periksa Dokter. "Dok.., bagaimana keadaan Alexa dok?" tanya Agung khawatir. "Dia sepertinya shock berat, akhirnya membuat dia kehilangan kesadaran nya". terang Dokter ke Agung. "Lalu bagaimana dok? apakah itu membahayakan Alexa dok? karena sudah setengah jam Alexa belum sadarkan diri" Agung bertanya penuh ke khawatiran. "Untuk saat ini saya belum bisa memastikannya, sepertinya Alexa mendapatkan tekanan yang sangat buruk hingga dia bisa tidak sadar kan diri selama itu" jawab Dokter lagi. "Nanti kalau ada Apa-apa hubungi saya lagi, kita tunggu sejam lagi, kalau masih belum sadarkan diri, Alexa perlu di bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut" jawab Dokter itu sambil berlalu pergi.
Keterangan dari Dokter membuat Agung kalut, Agung menahan rasa bersalah yang luar biasa, dia berdiri disisi kiri tempat Alexa terbaring, tatapannya hanya terfokus pada Alexa sambil mengepalkan tangannya Agung mengupat diri nya sendiri. "Brengsek lu Gung, bisa-bisa nya nyerang batin cewek yang sudah susah payah bangkit dari ke sunyian hidupnya, bajingan lu Gung, seharusnya lu nggak nikahin Alexa, jika ini hanya akan membuatnya layu sebelum berbunga". Agung lalu terduduk seakan sujud lalu meneriaki dirinya penuh amarah "Brengsek". lalu Agung melemparkan tinju nya ke dinding lantai dengan kuat, hingga kepalan tinju itu terlihat seakan membiru.
Bi Saidah yang masih berada diruangan kamar Alexa menjadi kaget "Astagfirullah den..., ngucap den, nyebut den, tunggu aja bentar lagi non Alexa pasti siuman den" rayu bi Saidah kepada Agung. Agung kemudian mengangkat kepalanya, memejamkan mata itu dan membuka nya kembali, kemudian bangkit dan duduk disisi tempat Alexa tertidur. "Apakah kamu pikir dengan teriak dan memukul lantai seperti itu akan menyesaikan masalah mu?" Sebuah suara dari arah pintu kamar Alexa membuat Agung menoleh, "Kamu bisa saja menyakiti dirimu lebih dari itu, tapi itu tidak akan menyelesaikan apa pun, hanya lelaki pengecut yang menangis dan meratapi apa yang terjdi, harusnya kamu lebih tenang dan lakukan apa yang harus dilakukan" Haikal lalu berlalu meninggalkan kamar Alexa. Ya... Haikal memang dingin tapi dia pun selalu terlihat ingin menenangkan disaat orang-orang di atas rumah itu mendapatkan masalah.
Agung kemudian mengambil ponsel nya dan melakukan panggilan telepon. "Ya... " terdengar suara di seberang sana. "Alexa udah tau semua Dad, dan sekarang Alexa tidak sadarkan diri di kamarnya" jawab Agung. "Lalu bagaimana bagus nya sekarang?" tanya Daddy Agung, "sepertinya kita harus segera mengusut kasus ini Dad, segera cari tahu kebenaran kematian Ega, dan aku masih harus menunggu 4 hari lagi untuk bisa melakukan tea dna, karena bayi yang dilahirkan Ega prematur, jadi harus menunggu keadaannya stabil dulu untuk bisa di ambil sample ny" ucapa Agung dengan suara yang sangat berat.
__ADS_1
"Kamu tenang ya nak, kami percaya dengan mu nak, Daddy and Mommy akan melakukan semua hal untuk membuktikan kalau anak kami bukanlah bajingan seperti yang mereka tuduhkan" lalu suara telepin terputus, Agung kembali duduk dan menggenggan tangan Alexa dengan kuat sambil tangan itu di benamkan ke wajah Agung yang sudah sembab menahan tangis. Dia tidak menyangka hal buruk ini akan di alami oleh gadis yang sangat di cintainya.
...flashback...
Beberapa hari yang lalu Agung mendapat telepon dari Daddy nya, saat itu Agung baru sadarkan diri dari demam tinggi yang melandanya karena teridur dalam keadaan basah kuyup. Telpon dari Daddy, Agung lalu mengangkat telpon itu. " Ya Dad?, Apa?. nggak Dad itu nggak benar, siapa yang bilang? " Agung kemudian mematikan teleponnya. Berengsek, kenapa bisa-bisanya aku dituduh seperti ini?. umpat Agung .
Lalu Daddy meminta Agung untuk tetap tenang dan menenangkan Alexa juga, Daddy meminta agar Agung membawa Alexa kerumah mereka dan mengajak Alexa liburan keluar kota untuk beberapa saat, sebagai honeymoon mereka, biar nanti masalah mengenai Agung dan Ega Daddy Agung yang menyelesaikan. Namun, saat Mommy bertemu dan berbicara dengan Alexa, Mommy keceplosan, makanya Alexa menuntut
__ADS_1
Agung menceritakan apa yang dimaksud Mommy Agung. Agung karena terbiasa jujur, akhirnya menceritakan masalah yang dia dengar dari Daddy nya ke Alexa. Tentu saja itu sontak membuat Alexa seakan kehilangan nyawa dalam sekejap.
Sudah satu jam berlalu, Alexa belum sadarkan diri. Akhirnya Agung membawa Alexa kerumah sakit, disana Alexa diperiksa dengan intensif, ternyata Alexa mengalami gangguan otak ringan, karena apa yang di dengar nya membuat dia tidak sanggup menerimanya, mungkin karena Alexa sudah tertekan semenjak kecil, begitu dia mendapatkan kebahagiaan Alexa langsung merespon naluri hidupnya lebih baik juga. Namun dengan berita yang menyakitkan itu, aliran syaraf Alexa mengalir dengan kuat hingga Alexa mendapatkan geger otak ringan yang menyebabkan hilang kesadaran.
"Dok, bagaimanakah keadaan istri saya dok? apakah dia akan baik-baik saja dengan geger otak ringan yang di deritanya dok?" tanya Agung dalam keadaan kalut. "Untuk saat ini kita hanya bisa menunggu, kelihatannya tubuh non Alexa menolak untuk sadar dari tidur nya, jadi anda bersabar dulu, ajak dia bicara baik-baik setiap saat agar tubuhnya merespon pembicaraan kalian, dengan begitu non Alexa bisa pulih dengan cepat". Jelas Dokter pada Agung.
Tidak lama kemudian Mommy dan Daddy Agung datang, Agung langsung memeluk Mommy nya dan menangis dalam pelukan itu. "Mom, Alexa Mom, dia adalah hidup Agung Mom, dan Agung telah menyakiti Alexa Mom" ucap Agung dalam tangisnya. "Tidak nak, kamu tidak salah nak, semua ini bukan salah kamu nak, kita akan menyelesaikan masalah ini segera sayang, Mommy dan Daddy sedang berusaha keras mencari kebenaran nya dan kami sudah memakai pengacara terhebat di kota ini sayang. Kamu sabar ya nak, kamu cukup fokus ke Alexa saja". Ucap Mommy Agung menenangkan anaknya yang seharusnya belum mengalamin hal buruk ini di usia nya yang masih sangat muda ini.
__ADS_1