Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Kerapuhan Alexa


__ADS_3

Agung terbangun dari tidurnya. Dengan rasa kantuk yang masih kuat Agung berusaha memperbaiki duduknya dan mengusap wajahnya dengan sebelah tangannya. Agung kemudian melihat jam dinding yang berada tepat didepan meja Alexa. Udah jam enam sore, Agung kemudian berdiri dan mengerakkan tubuh nya ke kiri dan ke kanan untuk menghilangkan rasa pegal nya karena tertidur dalam posisi yang kurang nyaman.


Namun, ternyata Alexa sudah berada diruangan itu lagi dan sedang duduk sambil membaca di sofa. "Mbak udah kelar urusan sama klien nya?" tanya Agung. "Udah dari tadi" jawab Alexa singkat dan tetap sibuk dengan buku bacaan yang ada di tangannya. Agung kemudian mendekat dan ikut duduk di samping Alexa.


"Lagi baca apa? " tanya Agung sambil menyelipkan kepalanya lewat bawah tangan Alexa yang memegang buku bacaan tersebut, hingga kepala Agung berada tepat di depan buku bacaan dan tentu saja kepala Agung seakan nyandar di gunung kembar milik Alexa. "Agung..., kamu apa-apaan sih? " Alexa langsung menurunkan buku bacaannya dan mendorong Agung hingga tersandar disisi sofa yang satunya. Namun emang dasar Agung sangat ulet dalam bermain fisik, Saat Alexa mendorong Agung, Agung sekalian menarik tubuh Alexa, hingga sekarang posisinya, Agung terlentang di sofa dan setengah tubuh Alexa berada di Atas Agung.


Karena Alexa tidak sempat menahan berat tubuh nya, maka wajah Alexa melekat dengan wajah Agung, lalu Alexa berusaha berdiri menjauh kan wajah nya dari Agung, Namun saat itu Alexa terpaku oleh tatapan mata Agung, hingga Alexa terhenti menjarakan tubuh nya dari Agung. Lalu dia hanyut oleh tatapan mata Agung dan turun melihat ke arah bibir Agung yang bisa di bilang indah yang di miliki seorang pria. Bibir Agung mengundang Alexa untuk mengecup nya. Ya.... Seketika Alexa termenung, Agung mengambil kesempatan menarik kepala Alexa mendekat dan menempelkan bibir Alexa ke bibir nya. Agung hanya memulai tapi Alexa malah bermain.


Keduanya seakan sedang di landa asmara dan bercumbu dengan perasaan hangat. hingga akhirnya dering telpon menghentikan serangan bibir Agung ke wajah Alexa. Alexa berusaha bangkit untuk mengambil telpon tersebut, tapi Agung tidak membiarkannya, "Ayolah itu pasti mbak Nisa atau Tika yang mau pamit pulang" ucap Alexa lalu Alexa duduk dan Agung ikut duduk namun masih dalam posisi memeluk tubuh Alexa. "Tapi aku masih mau" ucap Agung manja. Alexa mendorong Agung kuat, hingga Agung terjatuh kelantai. Lalu Alexa berdiri dan mengangkat telepon itu.


"Ya...? " ucap Alexa. "Mbak Ada tamu di luar" lapor Tika pada Alexa. "Ok... aku segera keluar" ucap Alexa lalu meletakan kembali telpon nya. Agung masih duduk dilantai dengan bersila dan memandang ke arah Alexa. " Mbak" ucap Agung. "ya... " jawab Alexa. "Lanjutin yang tadi yuk" rayu Agung sambil menggenggam satu tangan Alexa yang kebetulan bisa di raih Agung karena Alexa masih berdiri di dekat Agung yang terduduk oleh dorongan kuat dari Alexa. "Kamu tau nggak? ini kantor, bukan tempat mesum". Tegas Alexa

__ADS_1


Alexa kemudian meninggalkan ruanganya dan kemudian menemui tamu yang datang ke butik Alexa itu, ada sedikit tanda tanya di hati Alexa, siapa yang datang? karena Alexa merasa sudah tidak ada janji dengan siapapun. "Huh.... lagi-lagi ditinggal" ucap Agung tersenyum. Tapi begitu Agung melihat ke arah Alexa keluar, Agung melihat seseorang yang tidak asing oleh nya. Yaa... Agung bisa melihat siapa yang datang dari dalam ruangan Alexa. Agung lalu berdiri secepatnya dan keluar dari ruangan Alexa.


Plak... sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Alexa. Alexa memegang pipinya. "apa-apa an ini? " ucap Alexa penuh amarah. Alexa di tampar oleh seorang gadis di depan karyawannya. "dengar ya Mbak kamu jangan asal mencomot ke kasih orang untuk kamu jadikan simpanan kamu, padahal kamu cantik lo, gak taunya nggak laku y? " ucap gadis itu kasar dan kembali menampar Alexa. Tapi kali ini dia tidak berhasil menampar Alexa, karena Agung langsung menghentikan tangan nya yang hampir menyentuh muka Alexa untuk yang ke dua kalinya.


"Hentikan!" ucap Agung dengan nada tinggi dan menatap tajam ke arah gadis itu. Gadis itu merungut dan menarik tangannya dari Agung, hingga akhirnya lepas.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Agung penuh emosi.


Ega hanya diam kemudian menatap tajam dengan penuh amarah ke pada Alexa.


"Sebaiknya kamu pulang!" ucap Agung tegas kepada Ega.

__ADS_1


"Nggak, aku nggak akan pulang sebelum kamu meninggalkan dia dan ikut dengan ku, apa bagusnya wanita tua ini? kamu itu tampan dan kaya, carilah gadis seusia mu, ngapain sama yang tua seperti ini?" ucap Ega menantang Agung.


"Kamu.... pergi dari sini!" ucap Alexa. "Tidak akan" jawab Ega. "Yaudah, terserah kamu saja". Alexa lalu berlalu dari hadapan gadis itu dan pergi begitu saja meninggalkan butiknya. "Alexa...., Alexa...". Agung memanggil Alexa, namun Alexa sama sekali tidak menghentikan langkah nya. "Kamu benar-benar gilak y gak" ucap Agung ikut berlalu meninggalkan Ega.


"Alexa..., mbak, mbak Alexa..." akhirnya Agung berhasil menghentikan Alexa dan memeluknya tapi Alexa mendorong tubuh Agung lalu terlepas dari pelukan Agung dan Agung kembali menarik tangan Alexa kuat hingga Alexa kembali ke dalam pelukan Agung, kali ini Alexa hanya diam menunduk hingga Agung tidak dapat melihat raut wajahnya. "Hei.. " Agung mengangkat dagu Alexa, mata mereka beradu pandang. Mata cantik itu sedikit merah dan mengandung air mata di dalamnya seakan akan awan berat menahan hujan yang akan turun.


"You oke?" tanya Agung lalu memegang pipi kiri Alexa dengan tangan kanannya. Alexa mengangguk dan menahan kuat rasa sedihnya itu. Namun sekuat apa pun dia, sedingin apapun dia, dia tetaplah seorang wanita, seketika saja butiran air lolos di ujung mata indah Alexa hingga pipi itu basah dan ikut membasahi tangan Agung yang masih mengusap pelan wajah Alexa. "Sayang..... menangislah jika kamu sedih, kamu tau, kamu hanya seorang wanita bersandarlah jika lelah dan bersedihlah jika terluka" ucap Agung.


Seketika Alexa membenamkan wajahnya di dada bidan Agung dan meraung, dan Agung mengusap perlahan rambut Alexa hingga Alexa merasa semakin lemah. Alexa menangis... isak tangisnya tidak sanggup lagi ditahan olehnya. Dia benar-benar merasa buruk. Karena apa yang diucapkan gadis itu memang benar tentangnya, makanya Alexa benar-benar merasa terpukul.


Dari dalam butik Tika, Nisa dan Ega serta dua pegawai Alexa lainnya memperhatikan adegan romantis itu, hujan pun turun mengguyur mereka, membasahi tubuh kedua insan yang sedang berpagut dalam rasa antah berantah. Ega tidak kuasa melihatnya dan berlalu meninggalkan Butik Alexa meski hujan ikut mengguyur tubuhnya yang mungil itu. Dia berlari dalam tangisan hampa. Karena seseorang yang sangat dipujanya terlihat begitu mencintai wanita lain.

__ADS_1


Agung tidak pernah seperti itu, yang ega tau Agung sosok yang dingin, jadi imposible baginya melihat Agung bersikap semanis ini. benarkah Agung telah benar-benar jatuh cinta pada wanita itu??? kenapa? kenapa harus wanita lain.


Ega berhasil memasuki mobilnya namun dalam keadaan kuyup. "A......." Ega meraung keras di dalam mobilnya sambil memukul mukul stir mobil itu yang menyebabkan bunyi bising klakson mobilnya, namun bunyi itu hanya terdengar oleh Ega, karena di tutupi derasnya guyuran hujan yang mewakili kesedihan hati nya.


__ADS_2