Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Iri Yang Memuncak (Pov Mbak Anya)


__ADS_3

Akhirnya. Hidupku berantakan. Ibuku meninggal dan aku di tinggalkan dengan kedua saudara lelakiku yang seharusnya masih butuh kasih sayang ibu bapaknya. Resmi sudah kami menjadi yatim piatu.


Aku menjahit siang malam demi membiayai sekolah adik-adiku. Uang yang seharusnya untuk pendidikanku malah kami pergunakan untuk kontrakan waktu itu dan sekarang pun Aku juga harus mencarikan uang kontrakan tempat tinggal kami.


Hingga akhirnya aku bertemu dengan Alexa. Adik kelasku saat di SMK. Saat membeli bahan untuk jahitan tidak sengaja kami memegang bahan kain yang sama.


"Mbak Anya? apa kabar?" tanya Alexa padaku.


Kami memang tidak dekat. Tapi Alexa sebagai ketua osis disekolah kami pernah pergi ke rumah untuk melihat rumah kami yang terbakar. Dan memberikan sumbangan hasil dari patungan teman-teman disekolah kami dan sumbangan pribadi dari Alexa sendiri. Alexa selain pintar tajir dan cantik dia juga sangat dermawan dan di idolakan banyak lelaki. Tidak ada yang tidak mengenalnya. Nasib kami bagaikan bumi dan langit.


"Eh iya Alexa kan!" tebakku pada Alexa untuk lebih menyakinkan.


"Iya mbak, mbak lagi ngapain? aku cariin mbak lo. Saat lulus sekolah, aku langsung mendaftar di univeraitas yang mbak bilang. Tapi aku nggak liat mbak. Dan Alhamdulillah aku cumloade kak. Jadi harusnya kita sama-sama wisuda tahun ini. Ucap Alexa polos.

__ADS_1


Aku hanya tertegun. Tiba-tiba air mataku berlinang dengan sendiri nya. Alexa melihat ku menangis lalu membawaku duduk ke sebuah kafe.


" Mbak kenapa? apakah aku bikin salah?" tanya Alexa dengan wajah yang memghiba. Aku hanya menggeleng pelan dan mulai menangis kembali. Mungkin karena merasa buruk makanya aku semakin sedih dan air mata tak terbendung lagi.


Lalu aku menceritakan pada Alexa tentang apa yang aku alami empat tahun ini. Alexa merasakan kesedihanku juga. Lalu dia memelukku erat. Sangat erat sekali. Dan pelukannya sangat menenangkan.


"Mbak tenang saja. Aku minggu depan wisuda mbak. Jadi mungkin awal bulan aku sudah buka usaha sendiri. Dan mbak bisa jadi karyawan pertama kepercayaan aku." Alexa berbicara tanpa pikir panjang. Tapi, aku senang karena dia sudah berusaha sebaik mungkin untukku.


Dua tahun sudah aku menjadi karyawan kepercayaan Alexa. Perekonomian keluarga ku sudah membaik. Adik-adikku sudah bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Semua ini berkat Alexa. Sungguh dia wanita berhati paling mulia yang pernah aku temui seumur hidupku. Aku beruntung bisa mengenalnya. Tapi kesempurnaannya membut aku juga jadi sangat membencinya.


Lalu pada hari kedua aku melihat lelaki itu datang. Aku tidak sengaja masuk ke ruangan Alexa saat Alexa menemui klien pentingnya. Aku baru tau kalau ruangan kerja Alexa kaca nya tembus pandang dari dalam. Dan saat itu aku melihat lelaki itu duduk dan tertidur pulas di atas kursi Alexa.


Aku mendekatinya. Aku melihat wajah bak malaikat, dia begitu tampan. Bibir bawahnya yang dihiasi tahi lalat kecil namun hitam pekat itu membuat semua wanita ingin mengulum bibir itu.

__ADS_1


Aku lihat kancing di dada bidangnya terbuka. Hal itu mepertontonkan betapa bidang dan perkasanya tubuhnya. benar-benar mulus dan seksi. Ya Tuhan. Aku bahkan merasakan basah pada bagian intim ku hanya dengan melihat lehernya yang panjang dan indah serta postur tubuh yang proposional.


Karena tidak tahan aku pun lansung mendekat dan memegang pelan dada bidangnya yang terbuka, ku usap sambil menggigit bibir bawahku. Lalu aku mendekat dan mencoba menciumnya. Namun, dia bergerak hingga bibirku tidak tepat menyentuh bibirnya.


Aku kaget, kupikir dia bangun. Tapi, ternyata dia masih tidur dengan lelapnya. Lalu perlahan aku mencoba memegang miliknya yang perkasa. Secara pelan dan perlahan agar dia tidak terbangun. Tapi aku tidak sanggup lagi menahan hingga aku mencoba mencium kelaminnya tapi dia tiba-tiba bergerak lagi. Dan lagi-lagi aku gagal.


Karena sudah dua kali dia hampir terbangun. Aku pun menghentikan aksiku untuk menyetuhnya. Aku kemudian tidak sengaja melihat Desain Alexa di atas meja. Desainnya sangat bagus. benar-benar indah. Sungguh itu desain ter indah yang pernah aku lihat. Tapi, Desain itu sepertinya belum sempurna. Mungkin ini adalah kertas Desain coret-coretan milik Alexa. Berarti Desain yang dibawa Alexa ke ruang tamu sekarang adalah yang sudah sempurna.


Apabila coretan ini saja sangat bagus. Apalagi yang saat ini sudah sempurna dan dilihatkan Alexa pada tamunya. Dan... apa itu? diujung meja Alexa ada sebuah cek dekat telpon nya. Aku mendekatinya dan melihat nilai cek tersebut. Selembar cek dengan nilai satu milyar untuk sebuah Desain?.


Gila itu duit semua? Alexa memperoleh ratusan juta dan milyaran untuk sebuah konsep. Dan gue yang menjahit mati-matian nanti hanya di upah delapan juta perbulannya? jauh banget.


Alexa. Kamu ternyata tidak sebaik kelihatannya. Dengan pendapatanmu yang semahal itu. Betapa sedikitnya uang yang engkau berikan pada kami.

__ADS_1


Lalu aku kembali memandang suaminya. "Enak banget ya Alexa hidup loe. Sudahlah cantik, berduit, sukses. Dan loe juga dapat suami setampan dia. Gue saja rasanya ingin memperkosa lelaki ini. Ya ampun tubuhnya...., bibirnya..., Agh... aku sudah tidak tahan." Aku kemudian memgeluarkan kamera handphone ku dan mengambil foto serta video lelaki itu sedang tertidur. Lalu aku memgusapkan jemariku secara perlahan di bagian keperkasaannya sambil mengambil video nya.


"Oh... aku tidak sanggup lagi. Lalu aku memutuskan keluar dari ruangan itu dan keluar dari butik agar tidak ketahuan bahwa nafsu ku saat itu sedang memuncak. Namun, akhirnya aku tidak sengaja bertemu dengan Ega sepupuku, diluar butik Alexa.


__ADS_2