
"Tapi om, aku belum bertemu dengan Hana? bagaimana mungkin pernikahan ini bisa ditetapkan?" Tanya Haikal pada Daddy Alexa yang saat ini berada di ruangan Haikal.
"Apapun itu kamu harus temui Hana, bagaimanapun caranya! atau kamu terpaksa om nikahkan dengan gadis lain pilihan om!" Perintah Daddy Alexa lalu meninggalkan ruangan.
"****! Hana kemana sih? sudah dua hari Gue nyariin dia. katanya izin cuma sehari eh jadi dua hari. Dan handphone nya pun nggak aktif. Kerumahnya pun nggk ada orang. Gue harus kek mana cobak?" umpat Haikal sendirian di ruangannya.
"Gue nggak mau dinikahkan dengan gadis lain. Gue cinta loe Na, Gue nggak tau entah sejak kapan? Gue nggak bisa lepas dari loe. Gue udah terlalu terbiasa dengan loe Hana." Haikal menarik rambutnya dengan dua tangannya lalu melipat tangan di meja dan memejamkan matanya.
"Hana, aku rindu kamu!" Gumam Haikal lagi. Kemudian tertidur karena sudah dua hari dia kelelahan mencari Hana.
Malam sudah larut. Office Boy memasuki ruangan Haikal dan menemukan Haikal ternyata masih diruangannya dan tertidur.
"Pak, pak Haikal?" sapa OB tersebut.
"Hem" Haikal hanya menggumam pelan.
"Pak, ini sudah larut malam pak! bapak nggak pulang?" tanya OB itu lagi.
"Hm, iya maaf pak saya ketiduran" kata Haikal kepada OB yang ternyata sudah berumur tersebut.
Haikal lalu bangkit dari duduknya dan melihat jam tangan nya. ternyata sudah pukul delapan malam. Haikal lalu berjalan malas menuju mobilnya.
Sesampai di rumah.
__ADS_1
"Den ditunggu tuan di ruang keluarga." Ucap Bik Saidah.
"Baik bi. Makasih ya Bik" ucap Haikal tersenyum manis pada bibiknya itu.
Haikal menuju ruang keluarga dan melihat Om Frans duduk bersama Mommy Alexa dan Ibunya. Haikal melangkah malas.
"Ya om" ucap Haikal berdiri tegak.
"Duduklah!"
Haikal lalu duduk. Dan berpikir keras apa yang akann dikatakan omnya itu.
"Nanti jam sepuluh kita ada acara keluarga. Kita akan bertemu relasi di Arianda Hotel . Kamu bearsiap y!" suruh Daddy Alexa.
"Kalau begitu aku pamit mandi dulu om." izin Haikal.
Sesampai di kamarnya Haikal langsung menghempaskan tubuhnya keranjang dan menutup mata sambil bergumam menyebut nama Hana. Sepertinya Hana sudah merusak pikiran Haikal yang tenang. Kebiasaannya bertemu Hana tiap hari dikantor, membuat Haikal canggung dengan liburnya Hana.
Haikal meraih handphone nya dan kembali mengotak atik nama Hana, tapi tidak ada tanda-tanda Hana online ataupun melihat. Haikal membuka kontak dan melihat profil Hana. Foto profil Hana ternyata adalah setangkai bunga mawar yang diberikan Haikal padanya saat diwajibkan bertukar kado sebelum Haikal menjadi orang kepercayaan Daddy Alexa.
Di Arianda Hotel
Mereka memasuki lobi, sesampai di sebuah ruangan yang sudah disipkan khusus untuk Keluarga Alexa.
__ADS_1
"Selamat malam tuan Frans" ucap pelayan sambail membungkukkan setengah tubuhnya.
Daddy Alexa hanya tersenyum .
"Mari saya antarkan tuan! " tawar si pelayan. Dan Daddy Alexa mengangguk sambil mengikuti pelayan tersebut.
Mereka memasuki ruangan dan mendapati beberapa orang sudah berada di ruangan itu juga. Saat Daddy Alexa mendekat, mereka berdiri, dan Haikal mengenali dengan baik salah satu dari mereka.
"Hana? Haikal melihat sekretarisnya itu dengan takjub. Dia sangat cantik, anggun dan elegant.
Hana melihat Haikal, lalu tersenyum manis. Manis sekali, hingga wajah Haikal dibuat memerah dan malu. Haikal mendekati meja dimana sekretarisnya itu berdiri. Haikal berjalan tanpa menoleh, dia seakan ditarik oleh magnet kecantikan Hana. Gadis yang biasanya berpenampilan polos dan mini malis itu, sekarang sedang mengenakan dres yang cantik dan polesan make up di wajahnya juga sangat cocok dengan wajah nya.
Sesampai di hadapan Hana, tanpa pikir panjang, Haikal langsung memeluk Hana.
"Kamu kemana saja? tidakah kamu tahu aku sudah sangat merindukanmu?" ucap Haikal sambil tetap memeluk Hana erat.
Semua mata tertuju pada mereka, tidak ada yang mencoba mengganggu, yang lain hanya diam menyaksikan, betapa cengengnya Haikal di hadapan Hana.
Haikal kemudian menarik diri dan menangkup wajah Hana dengan kedua tangannya. Mata Haikal memandang tajam pada Hana.
"Kamu kemana saja? benarkah ini kamu? " tanya Haikal lebih meyakinkan hatinya.
Hana mengangguk sambil tersenyum. Senyuman yang selalu membuat Haikal gila, dan tentu saja, tanpa basa basi, Haikal langsung meraih bibir itu dengan bibirnya dan merekapun menikmati ciuman mereka sebagai pelepas rasa rindu.
__ADS_1