Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Diperdaya Ibuku (Pov Haikal)


__ADS_3

Namaku Haikal, aku seorang murid di SD ** dan aku duduk di bangku kelas lima, sekarang usia ku sudah sepuluh tahun. Aku merupakan murid ber prestasi. Karena ke pintaran ku, aku mewakili sekolah untuk ikut perlombaan antar SD tingkat Nasional. Karena perlombaannya di Ibu Kota, maka aku harus nginap disana selama tiga hari dan semua biaya penginapan di tanggung oleh pihak sekolah.


Tapi Ibu ku tidak mau aku menginap di penginapan. Kata ibu kami mempunyai keluarga di kota yang sangat baik, oleh karena itu untuk sekalian berkunjung kami putuskan menginap disana selama seminggu. Namun pihak sekolah tidak setuju, selama tiga hari itu aku harus di penginapan. Oleh karena ibu tetap. ingin menginap dirumah keluarganya, maka kami pergi seminggu lebih cepat.


Dan akhirnya kami pun datang seminggu lebih cepat. Kami sampai di sebuah rumah yang terlihat sangat mewah bagiku. Karena selain besar, rumah itu juga mempunyai banyak pembantu dan kolam renang.


"Wah ada kolam renang Bu" tunjukku pada sebuah halaman yang berada setelah ruang tamu keluarga itu. " Iya sayang, nanti Haikal bisa berenang disana sepuasnya." jawab Ibu padaku, tentu saja aku sangat senang. Karena di kampung kami biasa mandi di sungai, ada juga beberapa tempat wisata yang mempunyai kolam renang. Tapi bayaran untuk masuk kesana sangat mahal. jadi Ibu dan Ayah membawaku kesana hanya sekali dalam sebulan, yaitu saat Ayah gajian, karena gaji ayah sebagai Guru mengaji tidaklah besar jadi kami tisak bisa sering-sering kesana, padahal aku hobi sekali berenang.


Lalu seorang pembantu rumah tangga menyediakan kamar tidur untuk kami, kamar itu khusus untuk tamu yang menginap. Kamarnya sangat besar dan berada tidak jauh dari ruang makan dan kolam renang. Aku kemudian menyusun perlengkapan ku di kamar itu, setelah semua barang bawaan ku kurapikan, aku langsung menuju kolam renang. Tapi ternyata si bibi melarang ku untuk berenang, katanya aku harus makan terlebih dahulu.


Aku berjalan kemeja makan dalam keadaan uring-uringan. Karena aku sedari tadi sangat ingin terjun ke kolam renang. Sesampai di meja makan ternyata sudah ada banyak orang. Ibu kemudian memanggilku dan memintaku untuk duduk di samping nya.


"Haikal sini! duduk disamping ibu nak!" ibu memintaku untuk duduk disampingnya. Kenalkan Haikal ini bibi mu bi Ratih dan ini pamanmu panggil saja om Frans. Nah gadis cantik disana itu namanya adalah Alexa. dia dua tahun lebih tua dari mu nak." jelas ibu padaku.


"Salam semua, perkenalkan namaku Haikal" aku berdiri dan membungkukkan sedikit tubuhku. kemudian aku kembali duduk disamping ibuku.


"Haikal katanya mau ikut lomba perwakilan sekolah ya?" tanya Bi Ratih. "Iya bi" jawabku singkat. Bi Ratih hanya tersenyum dan mulai menikmati makanannya. Sedangkan gadis kecil di samping Bi Ratih tetap makan dengan tenang dan hanya melihat ke arah makanan saja. Dia sangat cantik tapi wajahnya dingin sekali. Aku heran kenapa ada anak kecil sependiam itu di rumahnya sendiri.


"Maaf ya mbak, mungkin seminggu ke depan kami akan merepotkan menjelang kami masuk ke penginapan " jelas ibu ku pada bi Ratih. Bi Ratih tersenyum kembali sambil berkata " nggak papa Sandra, toh Haikal juga anakku juga, dia bisa tinggal semaunya disini." sepertinya jawaban itu sangat menenangkan bagi ibuku.

__ADS_1


Selesai makan aku kemudian berlari ke kolam renang. Aku sudah tidak sabar untuk berenang. Tapi sesampai disana, apa yang aku dapat? seorang gadis kecil yang cantik sekali sedang berenang. Dia cantik sekali dengan pakaian renang itu pikirku, tidak lama kemudian ibu datang menghampiri ku yang sedang termenung memgagumi gadis cantik itu.


"Kamu kenapa sayang?" tanya ibu ku pada ku . Aku hanya malu-malu untuk menjawabnya. Tapi ibu memintaku memberitahukan apa yang aku pikirkan.


"Gadis kecil itu bu!" tunjuk ku kepada Alexa. " Alexa?" ada apa dengan Alexa nak? tanya ibuku kembali. "Tidak bu, tidak ada apa-apa bu" jawabku sambil tetap tersipu malu.


"Kamu suka dia?" tanya ibu padaku. Aku hanya tersenyum , dan mengangguk pelan. " Kamu memang putra ibu yang pintar, kamu tau mana yang bagus." Ibu malah memujiku, padahal aku masih kecil kupikir ibu bakalan marah karena aku diusia segini sudah suka-suka an. Ntahlah ibu seakan memang ingin aku disini dan suka saat aku ternyata menyukai Alexa.


"Dia cantik bu, dan aku suka melihat dia saat berada di kolam renang, dia sangat jago berenang. Padahal saat makan tadi dia biasa saja dan terlalu pendiam juga" jelasku pada ibu.


" Pergilah kesana, ikut berenang bersamanya dan ajak dia bermain bareng!" perintah ibu padaku saat itu. Tapi aku terlalu takut. "Haikal malu bu" jawabku lagi.


"Benarkah bu? bagaimana mungkin dia nanti yang akan menjadi istriku bu? darimana ibu tau?" aku bertanya pada ibu dengan penasaran yang tinggi.


"Tenang saja, Alexa itu akan ibu buat menikah dengan mu nak, ibu akan mengatur rencana bagaimana caranya kamu bisa dapat menikahinya. Mom dan Daddy Alexa sangat sibuk, kesibukan mereka akan membuat Alexa menjadi anak yang tertutup. Jadi satu-satunya lelaki yang akan ada di hidupnya cuma kamu. Dan ibu akan membuat kamu bisa menikahi nya."


"Apakah ibu juga menyukai Alexa?" tanyaku lagi. "Ya ibu sangat menyukainya, selain cantik, dia kaya dan pintar, apalagi dia anak tunggal. Jika kamu menikahi nya, kamu akan menjadi orang kaya juga nak." Ibu menjelaskan semua detail padaku, seakan ibu juga menyukai Alexa.


" Sekarang pergilah kesana, dan dekati dia!" perintah ibu padaku. "Baik bu" aku lalu meninggalkan ibu dan menghampiri Alexa yang sedang asyik berenang dengan gaya yang indah. Sungguh pemandangan yang sangat indah. Batinku.

__ADS_1


Aku duduk di pinggir kolam, aku hanya asyik memperhatikan Alexa, padahal biasanya aku tidak pernah tahan dengan air. Biasanya apabila aku sudah melihat air kolam atau sungai disaat senggang. Aku akan langsung menceburkan diri ke dalamny. Tapi sekarang dia mampu membuatku terduduk diam hanya untuk menatap nya yang asyik berenang dengan berbagai macam gaya.


Lalu tiba-tiba dia naik dari kolam. dia memakai pakaian renang yang minim, usianya sekitar dua belas tahun. Jadi untuk gadis seusia nya, tubuhnya sudah sangat bagus dan menarik. Aku paling suka melihat bagian hidungnya yang mancung. Sungguh dia cantik batinku.


"Kamu ngapain disana?" tanya nya padaku. "Tidak ada, aku aku hanya ingin berenang juga." jawabku polos. "Kamu tinggal nyebur, tenang gabakal ada yang ngelarang atau ganggu kamu. Oya ngomong-ngomong aku nggak suka diliatin saat berenang. Jadi apabila aku jadwal berenang kamu berenang sebelum atau sesudah aku, ok."


Dia lalu meninggalkan ku, belum beberapa langkah aku memanggil namanya. " Alexa!" seketika dia menghentikan langkahnya dan melihat ke arahku.


"Kamu memanggilku?" tanya nya sambil tersenyum. " Iya jawabku malu."


Dia berbalik arah ke tempatku lalu berbisik di telingaku.


"Kita belum terlalu akrab untuk saling memanggil nama sayang" lalu dia sedikit menjauhkan dirinya hingga kami saling berhadapan.


Saat itu aku berdiri di pinggir kolam, dia tersenyum manissss, manisss sekali. dan kemudian mendorongku jatuh kedalam kolam renang sambil berkata .


"Bye sayang" ucapnya dengan wajah yang penuh kemenangan. Gila itu cewek cantik sekali bagai bidadari cilik. Aku hanyut dan terbuai oleh senyumnya.


Lalu setiap hari selama tujuh hari sebelum masuk ke penginapan lomba, aku tinggal disana dan menyaksikan rutinitasnya setiap hari tanpa dia bertanya siapa namaku dan tanpa ada percakapan diantara kami.

__ADS_1


Kami beraktifitas dengan jadwal yang berbeda dirumah itu, sehari-harinya dia hanya di kamarnya. Dia keluar kamar hanya saat pergi sekolah dan bernang. Lalu yang bisa mempertemukan kami hanyalah meja makan. Tapi dengan hal kecil seperti itu saja, aku sudah sangat menikmatinya dan aku tidak akan pernah melupakan gerakan-gerakan indah nya ketika bernang dan kebiasaan nya saat akan berenang dan apa makanan yang selalu dia makan di meja makan.


__ADS_2