
Mereka berempat sampai di Indonesia. Alexa, Agung, Haikal dan Hana langsung menuju rumah Daddy Alexa. Begitu sampai di pekarangan rumah. Mereka melihat begitu banyak polisi yang menjaga, termasuk di gerbang utama dan taman. Agung, Alexa, Haikal dan Hana saling pandang. dalam kepala mereka penuh tanda tanya, namun mereka sama-sama tidak tahu apa-apa dan hanya bisa diam. Setelah parkir di garasi mobil, mereka berempat masuk kedalam rumah. Disana sudah berkumpul Daddy, Mommy Alexa dan juga sudah ada Bi Sandra beserta beberapa orang polisi.
Alexa, Agung, Haikal dan Hana masuk ruangan dengan tegang, bahkan keadaan diruangan itu juga lebih menegangkan. Mommy Alexa langsung memeluk Alexa, saat Mereka memasuki ruangan. Mommy Alexa memeluk Alexa sambil menangis. Hana dan Haikal hanya bisa berpandangan. Karena mereka sadar, bahwa ada hal besar yang baru saja terjadi.
Agung mendekati Daddy Alexa lalu bersalaman dan kemudian memeluk Daddy Alexa. Daddy Alexa menepuk nepuk pundak Agung pelan kemudian melihat ke arah Haikal dan mengayunkan tangannya meminta Haikal mendekat. Lalu Haikal pun menyusul dan memeluk Daddy Alexa juga. Mereka bertiga berpelukan sangat mesra dan hangat, seperti bapak dan anak-anak kandungnya.
Daddy Alexa kemudian meminta semuanya untuk duduk. Wajah lelaki tua itu mulai terlihat lelah dan matanya seperti dipaksakan untuk terbuka. Jelas lelaki tua itu benar-benar menahan rasa kantuk dan lelah yang luar biasa.
"Bagaimana kejadiannya Dad?" tanya Agung.
"Daddy juga tidak tau pasti, tapi polisi sudah memeriksa TKP disana ditemukan keganjilan namun semua habis dilalap api, jadi tidak ada keterangn sama sekali soal kenapa bisa kebakaran. dan pada akhirnya Daddy ingat kalau Alexa pernah memasang CCTV kantornya untuk bisa dilihat dari kamarnya. Dan benar saja, ternyata semua kejadian terekam dengan jelas. Siapa pelaku dibalik semua musibah ini." Jelas Daddy dengan cepat.
"Siapa dad?" Alexa bertanya lalu mendekat dan duduk bersimpuh dilantai.
__ADS_1
"Anya" jawab Daddy Alexa Lemah.
Sebuah air mata jatuh membasahi pipi Alexa, dia sebenarnya tau Keburukan mbak Anya belakangan, tapi dia berusaha tidak melihatnya, namun siapa kira mbak Anya akan senekad ini.
Agung ikut duduk melantai disamping Alexa, kemudian memeluk tubuh istrinya yang bergetar menahan isak tangis. Sambil memeluk Alexa, Agung pun mengusap pelan rambut istrinya itu.
"Anya sekarang sudah ditahan. Bukti tentang kejahatannya sudah lengkap, jadi dia tidak bisa mengelak lagi." ujar Daddy Alexa.
Hana kemudian ikut mendekati Alexa. "Mbak yang sabar ya, semua pasti ada hikmahnya" ucap Hana sambil menggenggam tangan kanan Alexa.
"Kenapa aku harus kehilangan semuanya? " tanya Alexa sedikit berbisik diujung telinga Hana.
"Karena ini saat yang tepat mbak mengetahui segalanya!" ucap Hana.
__ADS_1
Alexa melepas pelukannya, menatap Hana kemudian kembali memeluknya.
"Kamu benar, setidaknya aku mengalami hal ini, setelah aku bersama kalian, setidaknya aku tidak sendiri, jika dulu aku mengalami semua ini, mungkin aku akan krisis kepercayaan.
Hana tersenyum lalu mendekap Alexa lebih kuat. Dia sendiri merasa beruntung bisa mengenal Alexa, selain cantik dan pintar, Alexa juga sangat tegar. Dia wanita Modern yang kuat dan baik hati.
"Anggap Saja Selama ini kamu memelihara anak ular, jadi tidak ada yang salah darimu Nak" ucap Daddy Alexa menghibur. Dan Alexa hanya memgangguk pelan.
"Istirahtlah dikamarmu nak, besok kita bahas kelanjutanya! " ucap Daddy Alexa.
"Hana, temani Alexa dikamar ya! " perintah Daddy Alexa Lagi.
Alexa dan Hana beranjak pergi kekamar Alexa, Daddy Alexa, Agung, Haikal, Bi Sandra dan Mammy Alexa masih diruangan itu.
__ADS_1
"Baiklah kita akan bahas butik Alexa selanjutnya" Ucap Daddy Alexa serius. Dan semua pun menunggu dengan serius, apa yang akan disampaikan.