
"Sebenarnya, selain Tika. Ada wanita lain seperti nya suka sama aku mbak. Hanya saja, dia lebih tenang dan bisa mengendalikan dirinya. Tapi, dia seseorang yang nekat." Jelas Agung.
"Wanita lain? Nekat maksud kamu siapa?" Alexa semakin penasaran dan mendorong kursi roda nya agar semakin dekat ke Agung.
"Waktu sebelum Ega menghampiri mbak, mbak saat itu masih di ruang tamu ketemu klien. Saat itu aku sempat tertidur. Tapi..." Agung lalu menghentikan ucapannya.
"Tapi apa Gung?" tanya Alexa pada Agung
"Aku sempat kebangun daru tidurku karena ulah seseorang mbak." jelas Agung.
"Seseorang?" apa maksud kamu? jika oleh seseorang, berarti ada yang masuk ruangan aku dong?" tanya Alexa lagi.
Agung mengangguk. membenarkan tebakan Alexa.
Alexa geram. Karena dia sudah jelas melarang karyawannya untuk masuk ke ruangannya. Apa lagi dia berani masuk saat ada suaminya tertidur di dalam ruang kerjanya.
" Sekarang bilang sama aku! siapa yang berani masuk ke ruangan aku tanpa izin sama aku Gung?" tanya Alexa tidak sabaran.
"Mbak Anya" tegas Agung.
Sur....... jantung Alexa serasa mendidih. Karena , bagaimana mungkin seseorang yang sangat dia percaya tega melakukan itu.
"Nggak.., itu nggak mungkin Agung. Aku yakin mbak Anya nggak kayak gitu orangnya. Mana mungkin mbak Anya berani masuk ke ruangan aku Gung" kata Alexa lagi.
__ADS_1
Agung berdiri dan mengehla napas panjang.
"Mbak nggak akan percaya hal gila apalagi yang telah dia lakukan sama aku." Jawab Agung.
"Emang apa ?" tanya Alexa gigih.
"Dia melakukan pelecehan mbak. Aku saat itu tertidur. Aku nggak tau pasti nya apa yang terjadi. Yang jelas saat tertidur, aku merasakan ada yang membelai dada ku. Tapi aku nggak langsung terbangun. Aku buka perlahan mataku. Ternyata mbak Anya sedang membelai dadaku. Dia nggak bisa melihat aku terbangun dari tidur ku. Karena dia fokus membelai dadaku. Lalu aku tetap pura² tertidur dan hanya menggerakkan sedikit tubuhku agar dia berhenti merabaku." jelas Agung.
"Apa? apa apaan itu? kamu serius? dan kamu diam saja?" marah Alexa memuncak karena Agung tidak memberitahukan hal itu lebih awal padanya.
"Aku belum selesai cerita mbak!" kata Agung menenangkan Alexa.
"Nggak bisa, aku nggak terima kayak gini. Aku nggak suka suami aku dijadikan pemuas nafsu nya dia. enak aja belai-belai kamu yang lagi bobok. Kamu juga diam aja saat di belai. Kamu menikmatinya? Aku benci kamu! aku benci kamu!" Alexa marah dan memukul mukul pahanya sendiri.
Agung langsung jongkok dan memeluk Alexa. Namun Alexa masih tidak bisa tenang dan mendorong Agung. Agung tersungkur. Alexa menangis. Kedua tangannya memegang kedua kepala nya dan berteriak sekeras mungkin.
Agung sebenarnya belum selesai menceritakan kejadian yang dialaminya. Tapi, melihat reaksi Alexa. Agung terpaksa menghentikan pembahasan itu dan berjanji dalam hati nya dia tidak akan membahasnya lagi dengan Alexa.
Agung mendekat kembali dan perlahan membelai wajah Alexa yang di penuhi air mata. Alexa hanya menangis tidak lagi histeris. Mungkin karena dia lelah setelah berteriak histeris seperti tadi.
Karena kondisi Alexa yang mulai tenang. Agung kemudian memeluk erat Alexa. Sungguh Agung tidak menyangka Alexa begitu mencintainya. Karena Alexa tidak sanggup melihat ataupun mendengar wanita lain mendekati Agung.
"Gung..., salah aku apa Gung?" Alexa kembali bertanya dalam nada pelan seperti bisikan di telinga Agung yang tengah memeluknya.
__ADS_1
"Nggak mbak, mbak nggak salah apa-apa. Mbak wanita yang baik mbak. Mereka saja yang tidak bisa menghargai kebaikan mbak." Agung menarik tubuhnya dari pelukannya ke Alexa. Dan memandang dalam wajah itu.
"Aku takut. Aku takut. Salah satu dari mereka berhasil mengganggu hubungan kita dan membuat aku meninggalkan kamu. atau membuat kamu meninggalkan aku Gung. Aku sudah terbiasa bernafas untukmu dan aku tidak akan bisa tanpamu!" isak Alexa dalam tangisannya dan curahan hatinya.
"Dengar.... aku mencintai kamu lebih dari hidupku sendiri. Jadi apapun yang orang lain perbuat untuk menjauhkan aku dari kamu. Mereka nggak akan bisa!" Tegas Agung.
Agung mengambil tangan kanan Alexa dan meletakannya di dada nya.
"Dengar dan rasakan detak jantung ini. Jantung ini hanya akan berdetak atas namamu dan atas nafasmu. Cintaku ini adalah cinta tanpa batas." Ucap Agung dalam dan penuh kehangatan.
Mata Alexa mulai berbinar, air mata tidak lagi mengalir. Tapi raut wajah lelah nya terlihat jelas di dalam pandangannya. Mata itu sendu dan memelas rasa hiba. Agung merasa buruk karena harus melihat gadis secantik Alexa harus mendapatkan penghiatan seperti ini dari orang-orang terdekatnya. Sebenarnya Agung tidak ingin membahas masalh ini. Tapi karena semua ada hubungannya dengan orang yang memfitnah Agung. Makanya Agung berusaha membuka mata Alexa dengan memberitahukan kebenaran yang ada di sekelilingnya.
Padahal Alexa baru mendengar sebagian dari apa yang dialami Agung. Namun, Alexa sudah sangat histeris. Agung merasa bingung. Jika dia melanjutkan memberitahukan Alexa tentang apa yang dialaminya. Maka Alexa akan semakin tertekan. Tapi bila dia tidak memberitahukan semua ceritanya. Maka, dia seperti masih menyimpan kebohongan.
Agung kembali memeluk dan menatap wajah itu lekat. Kemudian Agung mencium bibir merah yang telah lelah mengeluarkan banyak keluh kesah itu. Alexa mulai tenang dan menikmati ciuman dari Agung. Mereka berciuman lama dan hangat.
Perlahan Agung melepas ciuman mereka dan memandang lekat wajah istri tercintanya penuh rasa hiba.
"Malang sekali kamu sayang. Dengan semua kebaikan yang telah kamu berikan, tidak seharusnya kamu mengalami ini. Tapi, ini semua salahku. Seandainya saja aku tidak pernah masuk kedalam hidupmu. Mungkin kamu tidak akan mengalami semua kejadian buruk ini secara bertubi-tubi." Agung bergumam lirih sambil menundukan pandangannya.
Alexa melihat Agung pun terpukul. Kemudian mengangkat pelan wajah Agung dengan tangan lembutnya.
"Sayang. Ini bukan salah kamu! mereka yang tidak bersyukur atas apa yang mereka dapatkan. Mereka yang iri dengan apa yang aku miliki." Bisik Alexa.
__ADS_1
"Padahal..., andai mereka tahu. Aku selama ini tidak pernah mereasa bahagia. Justru kamulah orang yang pertama memberikan kebahagian sama aku Gung. Aku nggak pernah merasakan cinta Gung. Inilah pertama kali aku rasakan xinta Gung. Cinta yang aku rasakan saat ini adalah cinta yang tulus Gung. Bagi aku kamulah segalanya!" Alexa memegang kedua pipi Agung dan kembali mendekati wajahnya lekat ke Agung. Kemudian perlahan bibir Alexa meraih bibir Agung.
Mereka kembali berciuman hangat dan penuh gairah. Hingga kedua nafas mereka tersengal sengal. Lalu saat ciuman itu terlepas. Senyuman manis menghiasi bibir kedua insan tersebut.