
Liburan, Alexa dan Agung, Haikal dan Hana telah bersiap untuk berangkat. Alexa terlihat sangat cantik dan anggun dengan dress hitam yang digunakannya, kontras dengan kulit sao matangnya yang bersih lembut dan wangi bak bidadari. Agung mengenakan kemeja hitam lengan panjang dan lengan kemejanya di gulung rapi hingga siku, membuat Agung jadi terlihat da semakin keren si stelkan dengan jeans hitam selutut.
Sedangkan Hana, seperti biasa mengenakan kaos oblong putih dan jeans biru seperdelapan yang pas dan membentuk tubuh indah Hana dengan sempurna. Haikal mengikuti busana istri nya itu. Haikal mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek biru. Mereka berdua terlihat sangat serasi dan saling mengimbangi satu sama lain.
Mereka berjalan dan antri memasuki kawasan Boarding pass merupakan sebuah dokumen resmi yang berisikan informasi mengenai pesawat keberangkatan, seperti waktu dan tanggal keberangkatan, gate, nomor penerbangan, nomor kursi, dan lain sebagainya. Dan tentu saja mereka merupakan pemandangan indah bagi yang lain. Tidak sedikit terdengar bisikan-bisikan tentang ketampanan dan kecantikan mereka.
Sesampai di ruang tunggu pesawat, Agung mendpat telpon dari Daddy Alexa.
📲 "Ya dad?" tanya Agung sedikit heran. Karena Daddy Alexa pagi-pagi sudah melakukan panggilan telpon pada Agung.
📱"Kalian jadi berangkat hari ini? " tanya Daddy Alexa diseberang sana.
📲 "Jadi Dad, ini kami sudah diruang tunggu pesawat Dad" jawab Agung ramah.
📱"Baiklah, kalau bisa jangan sampai Alexa memegang handphone nya ya! pastikan saja Alexa bisa menikmati liburannya bersama kalian!" Perintah Daddy Alexa dengan tegas.
📲"Baik Dad" ucap Agung dalam keadaan penuh tanda tanya dan menatap ke arah Alexa setengah khawatir dan menutup telpon nya.
Sadar Alexa memeperhatikannya. Agung pun langsung tersenyum manis mengalihkan pandangan Alexa. Agar Alexa tidak menyadari perasaan khawatir yang sedang melanda Agung.
__ADS_1
"Siapa mas? " tanya Alexa.
"Daddy kamu sayang" ucap Agung.
"Tumben pagi Daddy telponin kamu, bukan aku? " celetuk Alexa merasa tersaingi.
Agung tersenyum lagi dan mencubit hidung mancung istrinya itu.
"Aw.... sakit mas, ih... mas hobi banget cubitin hidung aku? " rengek Alexa sambil mengusap ujung hidungnya yang memerah.
Agung semakin gemes dan memeluk istrinya lalu mencium kening Alexa dengan lembut.
"Woi..., yang penganten baru itu gue dan Hana. Kenapa kalian yang sok manja?" Lirik Haikal ke Agung dan Alexa dengan sebelah alis terangkat.
Agung lalu berdiri dari duduknya dan mendekati Haikal yang sedang duduk. Lalu menarik Haikal hingga Haikal ikut berdiri juga. Lalu dengan cekatan Agung menggendong Haikal dan memutarnya. Karena kaget Haikalpun spontan memberontak. Agung jadi keberatan beban hingga akhirnya oleng dan mereka berdua terjatuh kelantai sontak membuat Alexa dan Hana berdiri kaget.
"Haikal" Hana.
"Agung" Alexa.
__ADS_1
Hana dan Alexa serentak memanggil nama suami mereka dan berdiri spontan mendekati suami mereka dengan wajah penuh ke khawatiran.
Agung dan Haikal yang masih duduk melantai lalu saling berpandangan "Buahahhahahaha... " dan tawa pun meledak dari mereka berdua.
Hana dan Alexa kini yang saling berpandangan. Mereka berdua sadar, bahwa ternyata ini adalah sikap konyol dari suami mereka. Maka Alexa dan Hana pun mendekat dan menjinjing telinga suami masing-masing dan menarik mereka ke kursi.
Agung dan Haikal sekarang sudah duduk dikursi mereka kembali.
"Lihat ke sekeliling!" perintah Alexa.
Agung dan Haikal melihat sekeliling. Ternyata begitu banyak orang yang melihat aksi konyol mereka.
"Kalian mau jadi tontonan orang-orang? sudah gede gini masih aja konyol" ucap Alexa dengan berkacak pinggang dan geleng kepala melihat tingkah suami dan sepupunya itu.
Hana yang memang notaben nya pendiam. Hanya tersenyum disamping Alexa.
Lagi-lagi Agung dan Haikal tertawa hebat. Alexa makin kesal dan kembali menjewer telinga ke dua lelaki tampan itu.
"Ampun sayang..., ampun" ucap Agung sambil memeluk pinggang ramping istrinya.
__ADS_1
Haikal masih tetap tertawa sambil mengusap telinganya yang perih akibat jeweran Alexa.
"Hust" Hana meletakan telunjuk dibibirnya menyuruh Haikal diam. Tapi kemudian Hana pun ikut tersenyum dan memeluk suaminya. Haikal dengan manja menempelkan kepalanya di perut istrinya itu. mereka berempat benar-benar bahagia. Hingga akhirnya panggilan penumpang pesawat untuk memasuki pesawat membuat mereka berhenti dari ke konyolan itu.