
Akhirnya Ega mulai tenang. Agung kemudian izin keluar untuk me lakukan panggilan telpon ke Alexa.
"Mbak"
"Ya Agung, ada apa?" tanya Alexa diseberang telpon sana.
"Aku jemput mbak sejam lagi ya. Tapi aku mau bawa teman boleh? ada yang mau menjelaskan sesuatu ke mbak, tapi mbak harus janji nggak boleh soudzon sebelum mendengarkan penjelasannya lengkap ya!" Agung mencoba meyakinkan kalau Alexa bisa bersikap lebih tenang.
"Baiklah, aku tunggu ya!" Alexa kemudian menutup panggilan telpon dari Agung.
Agung kembali ke kamar Ega, Sultan terlihat sangat prihati dengan keadaan Ega. Sepertinya Sultan tidak peduli dengan status Ega sekarang. Dia terlihat tetap peduli sekali pada Ega.
"Gak, sekarang kamu ikut aku ya! kebetulan hari ini aku pake mobil, jadi kita bisa barengan. Aku mau kita jelasin keadaan sebenarnya ke Alexa, karena hal ini kemaren membuat Alexa sakit. Bahkan sampai sekarang Alexa belum pulih total." Ucap Agung sedih.
"Iya Gung, aku mau. Aku juga merasa malu ketemu kamu. aku terpaksa berhenti kuliah karena harus menghindari semua orang. Orang tua aku kabur keluar negeri sedangkan aku mau saja di hasut untuk mempermalukan Alexa dan berharap dengan mengatakan itu anak kamu. Kamu mau nikahin aku atau setidaknya kamu mau kasih aku uang untuk aku bisa keluar negeri juga untuk sementara waktu. Itu yang disarankan Sepupu aku sama aku."
Ega terlihat sangt tertekan. Agung tidak snggup melihat Ega, satu satu nya teman wanita nya yang biasa hidup enak dan manja, menjadi terlihat sangat buruk seperti ini keadaannya. Tapi apa mau dikata, nasib malang menimpa Ega dalam seketika.
"Yuk Ga, aku bantu ke luar!" Sultan yang sedari tadi diam akhirnya ambil aksi.
Kami berangkat ke Butik Alexa. Sesampai di butik,, hanya Agung yang turun.
"Kalian tunggu disini, biar aku yang jemput Alexa kedalam!" perintah Agung pada kedua teman nya.
Sesampai di dalam butik. Tika yang sudah melihat Agung dari dalam Langsung berjalan ke arah pintu saat Agung membuka pintu, Tika dengan sengaja menabrakan diri nya ke Agung.
__ADS_1
"Aw...." Tika terjatuh dan respon ditangkap Agung.
"Makasih ya mas Agung" Tika lalu berdiri dan mencoba merapikan krah kemeja Agung yang tidak rusak. "Mas sangat keren dengan kemeja yang kancing bagian atasnya terbuka kayak gini. Sangat menggoda" bisik Tika ke telinga Agung.
Agung pun spontan melihat ke arah dadanya, ya kancing bagian atas bajunya ternyata tidak terpasang, dan itu memperlihatkan keindahan bagian atas dada bidang Agung yang mulus. Untuk gadials nakal seperti Tika jelas itu sangat menggoda nya.
"Maaf saya mau jemput mbak Alexa." Agung berlalu meninggalkan Tika yang masih menyunggingkan senyuman di ujung bibirnya. Lalu Tika pun beranjak ke kamar mandi.
"Sore sayang." Agung masuk ke ruangan Alexa. Disana Alexa sedang duduk di balik meja kerjanya masih dengan kursi roda nya. Dia memberikan pandangan sinis ke Agung. Agung tau pandnagan itu karena dia pasti melihat semua adegan yang terjadi antara dia dan Tika di luar sana.
Agung mendekat. Lalu memutar kursi roda Alexa ke arahnya berdiri dan duduk jongkok di depan Alexa. "Masih mau marah? apakah tidak bahagia melihat kedatangan suaminya?" Agung mencoba merayu Alexa.
Alexa masih merajuk, Agung kemudian berbisik di telinga Alexa. "Mbak semakin cantik saat merajuk, apakah ini cara mbak membuat aku selalu kepincut?".
Dan karena kancing bagian atas baju Agung masih kebuka, tentu itu membuat Alexa ikut gergetan melihat dada bidang Agung yang memang terlihat menggoda. Lalu Alexa memngusap pelan dada itu smbil berkata. "Kamu sangat **** honey."
Seketika Agung menjadi nakal dan mencium bibir Alexa. Alexa sangat menikmatinya dan menginginkan lebih. Tapi Agung menahannya dan menghentikannya.
"Kita harus segera pulang mbak, ada yang ingin menemui mbak." ucap Agung.
"O iya, siapa Gung?" tanya Alexa
"Nanti mbak bakalan tau , dia ada di mobil. nanti aku jelaskan lebih lanjut ya!" Agung kemudian mendorong pelan kursi roda Alexa. Sesampai di ruang penjualan Alexa melirik ke arah Tika, Tika terlihat biasa saja.
Apa apaan dia? tadi dia genit banget sama suami gue, eh giliran ada gue dekat suami gue dia seakan nggak peduli. Dia pikir gue nggak tau apa kelakuan nya di belakang gue? gue tau kelakuan kalian di belakang gue. Kalian aja yang nggak tau kalau gue bisa melihat kelakuan kalian dari balik ruangan gue. Batin Alexa.
__ADS_1
"Mbak mau pulang?" tanya Tika ramah dan mendekati Alexa.
"Iya, karena saya ada keperluan , mau terapi dulu ditemani suami saya." Jawab Alexa judes. Tika jadi kikuk dengan jawaban Alexa yang nyeletuk nggak jelas, dan hal itu tiba tiba bikinTika tidak nyaman.
Tika kemudian melihat ke arah Agung, dalam pandnagan Tika ke Agung, Tika seakan bertanya, apakah Agung bercerita tentang sikap Tika yang suka menggoda Agung. Tapi Agung hanya memberikan eksperi masa bodoh.
"Ati-ati di jalan ya Mas Agung , mbak Alexa. ucap Nisa pada Agung dan Alexa penuh kesopanan. Dan Agung pun hanya tersenyum manis. Lalu tiba-tiba pegawai Alexa datang dari arah ruang jahit yang berada di belakang ruangan Alexa.
"Mbak, mbak Alexa udah mau pulang?" tanya nya dalam keadaan masih mengatur nafas karena buru-buru mengejar kami.
"Iya, emang kenapa mbak?" tanya Alexa lagi.
"Nggak ada mbak, cuma mau tau apakah mbak dah selesai periksa semua job kita yang harus dikerjakan besok?" tanya mbak Anya.
"Udah mbak, emang kenapa mbak? saya kan selalu menyelesaikan semua dulu baru pulang . Tumben mbak nanyain hal ini kali ini?" tanya Alexa sedikit risih.
"Ah nggak mbak, karena mbak baru sehat jadi saya memastikan itu saja" jelas mbak Anya lagi.
"ooo... yaudah saya pulang dulu!" ucap alexa tegas.
Seaampai di parkiran mobil Alexa kaget saat Agung membuka pintu samping sopir. Alexa melihat ada wanita yang saat itu menampar dia. Alexa langsung menjadi kesal dan memutar kursi roda nya.
Agung menahannya
"Sabar ya, nanti kita cerita sampai dirumah ya mbak! sekarang naik dulu, aku bantu ya! mbak percaya kan sama aku? semua akan baik-baik saja!" Agung paling bisa menenang kan Alexa. Bagi Alexa Agung adalah sosok lelaki sempurna . Tampan, bijaksana dan menenangkan. Alexa kemudian mengangguk dan pasrah masuk ke dalam mobil dengan bantuan Agung.
__ADS_1