Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Masakan Istri tercinta


__ADS_3

Pagi ini Alexa bangun lebih cepat dari biasanya, ini adalah hari ketiga pernikahan nya dengan Agung. Mereka sudah menjalani kehidupan layaknya pasangan suami istri lainnya. Tidur seranjang, bercanda menjelang tidur dan bangun dalam keadaan bahagia. Jam sudah menunjukan pukul empat pagi, Alexa bersiap membersihkan diri nya dengan mandi wajib, sedangkan Agung masih tertidur lelap di samping Alexa. Alexa menoleh ke suami nya itu, Agung tidur dengan wajah yang sangat manis dan tenang. Raut wajah Agung memaang menyejukan hati dan akhirnya Alexa mendekatkan dirinya kemudian mencium kening Agung


Selesai mandi Alexa bergegas mengenakan pakaiannya, meski dia dan Agung baik-baik saja namun Alexa tetap masih merasa malu saat tanpa busana di hadapan Agung, makanya sebelum Agung bangun, Alexa buru-buru mandi dan mengenakan pakaiannya. Setelah selesai Alexa turun ke bawah, masih pagi sekali, dan Alexa menemukan bi Saidah sedang menyiapkan sesuatu di dapur. "Masak apa pagi ini bi? " tanya Alexa. "Mau bikin bubur ayam rencana nya non" jawab bi Saidah. "Biar aku yang bikin semua sarapan untuk hari ini bi" ucap Alexa kemudian. "Tapi non" bi Saidah merasa nggak enak, karena selama ini Alexa tidak pernah memasak untuk semua orang, biasanya Alexa jika ingin msakan sendiri, dia hanya memasak cukup untuk diri nya saja. Tapi kali ini, non Alexa ingin memasak untuk semua orang dirumah.


Alexa selesai memasak, dia sangat ulet di dapur, bi Saidah yang tetap berdiri disamping nya hanya bisa memperhatikan dengan takjub. bagaimama tidak, wanita cantik seperti Alexa sangat langka, selain cantik, kaya dan pintar, dia juga wanita yang jago dalam urusan rumah tangga. Alexa juga terkenal baik, meskipun dia dingin, tapi rasa solidaritas nya terhadap orang disekitarnya sangat tinggi. Kali ini Alexa benar-benar sempurna bagi para pembantunya. "Bi..., bubur ayam nya udah selesai, bantu susun di meja makan ya bi, aku mau antar jus apel ini dulu ke kamar untuk Agung " ucap Alexa dengan penuh semangat, "oya satu lagi siapin minuman untuk den Haikal juga y bi, kasian dia cuma minum air putih aja tiap habis sarapan" tambah Alexa lagi. "Baik non" bi Saidah mengangguk pelan dan langsung mengerjakan yang Alexa perintah kan.

__ADS_1


Sesampai dikamar, sudah menunjukan jam 5:30, Alexa melihat Agung masih pulas, Alexa mendekat dan duduk dipinggir tempat tidur nya, disisi Agung yang masih terlelap. "Hm.." Agung bangun karena ada sentuhan lembut di pipi nya, perlahan membuka matanya dan langsung bisa melihat Bidadari nya itu. Agung serasa mimpi, begitu bangun disuguhkan senyuman dari wanita cantik pujaan hatinya itu. "Pagi sayang" sapa Alexa sambil tetap mengusap lembut pipi kiri Agung. "Pagi" Agung kemudian memindhkan kepalanya ke atas telapak tangan Alexa. Agung bermanja dan kembali menutup matanya sambil memiringkan tubuhnya ke arah Alexa.


"Mbak mau berangkat kerja? aku antar y" ucap Agung manis dan langsung duduk. "Nggak usah Agung, kamu istirahat saja, karena kamu belum pulih benar" Alexa kemudian mengambil jus apel yang bikinnya tadi dan menyerahkannya ke Agung. "Minum dulu ya sayang" tambah Alexa lagi. Agung lalu meminum jus apel yang dibuat Alexa dengan manisnya. Tapi setelah itu dia berdiri dan turun dari tempat tidur hendak mandi. "Aku mandi dulu ya mbak, tungguin ya" ucap Agung lagi. Alexa hanya mengangangguk kan kepala nya. Jujur dia pun sangat ingin diantar jemput oleh Agung, Alexa seakan tidak ingin jauh dari Agung.


Selesai mandi Agung menemukan pakaian nya sudah tersedia di atas tempat tidur, Alexa sudah menyiapkan semuanya. "Kok pakaian aku bisa ada disini mbak? bukannya tertinggal di butik mbak kemaren?" tanya Agung heran. "Aku minta tolong mang Dadang jemput sore kemaren" jawab Alexa. "Lalu kenapa nggak di kasih ke aku, biar aku bisa ganti pakaian dengan pakaianku dan nggak harus pake kaos nya Daddy mbak" tambah Agung lagi. "udah jangan bising, aku tunggu di bawah ya" ucap Alexa lagi dan mengambil gelas jus Apel tadi lalu berlalu keluar kamar.

__ADS_1


Agung kemudian duduk di samping Alexa, Alexa mengambilkan sarapan Agung "Makan yang banyak y" ucap Alexa sambil menyerahkan bubur ayam itu. Agung mencicipi nya. "Waw ini enak sekali", Agung semakin lahap makannya. "Rasa nya hampir sama dengan bubur Ayam buatan Mommy ku" tambah Agung lagi. Alexa tersenyum puas "benarkah seenak itu? " tanya Alexa lagi. "Bener... siapa yang bikin? Bi Saidah kah? tanya Agung. Alexa hanya tersenyum. "Bi..., bi..." Agung memanggil bi Saidah, karena ruang makan dan dapur bersebelahan, bi Saidah bisa mendengar Agung memanggilnya dan langsung menghampiri Agung.


"Iya den" ucap bi Saidah begitu sampai di hadapan Agung. "Bi...., ini bibi yang bikin y?" tanya Agung buru-buru, sambil mengangkat piringnya dan mengarahkannya ke bi Saidah, tingkah Agung macam anak kecil yang penasaran. Bi Saidah menggeleng "bukan den, bukan bibi" ucap bi Saidah. "Ooo... bibi beli y? kirain bibi yang bikin" ucap Agung lagi. "Bukan den, bukan bibi yang bikin dan bukan bibi beli juga, itu buatan Non Alexa" ucap Bi Saidah lagi. Agung langsung mengerutkan keningnya dan melihat ke arah Alexa. " Mbak yang bikin? " tanya Agung tidak percaya. Alexa hanya tersenyum mengangangguk pelan. "Serius mbak? mbak bisa masak? ini masakan istri tercinta ku? ". Alexa meng angguk lagi dan tersenyum makin malu.


Agung meletakan kedua sendok dan garpu yang ada ditangannya, dan langsung memegang kedua tangan Alexa dengan kedua tangannya tersebut. "Mbak tau nggak? ini makanan kesukaan aku lo, Mommy sering banget bikinkan aku bubur ayam ini, dan yang bikin amazingnya, rasanya hampir sama persis dengan buatan Mommy aku mbak" tambah Agung dengan wajah bersinar. Alexa tersenyum dan tersipu malu, wajahnya memerah dan terasa memanas, gimana nggak, Pujian di dapat dari orang yang sangat dia cintai. "Perasaan rasanya biasa saja" ucap sebuah suara dengan dingin nya diseberang sana. Agung dan Alexa langsung menoleh ke arah suara itu, ya itu ucapan yang dikeluarkan oleh si dingin Haikal.

__ADS_1


Pemuda pendiam itu sudah tiga hari tinggal di rumah Alexa , dan dia hanya berbicara sesekali tapi sering nyakitin banget ucapannya. padahal dia sangat tampan tapi etitudnya dalam berbicara sangat kurang. Dia kemudian berdiri dan pergi meninggalkan meja makan, kali ini tanpa pamit. Seketika wajah Alexa berubah sedih, Agung lalu menggenggam tangan Alexa "Mbak... jangan didengerin ya, bubur nya sangat enak, aku nggak nyangka mbak bisa masak, mbak sempurna banget, cantik, pintar dan jago masak, apalagi masakan itu makanan kesukaan aku" hibur Agung jujur. Alexa tersenyum, "benarkah? " tanya Alexa lagi. "Benar mbak, oya nanti pulang kerja kita kerumah orang tua aku ya, Mommy and Daddy pengen kenal sama menantunya". ucap Agung sambil mengusap wajah Alexa dengan lembut. Alexa malu dan menundukan pandangannya, dia takut menatap wajah tampan Agung, dia takut memulai serangan lagi, karena ini sudah jam kantornya saatnya untuk Alexa berangkat kerja.


__ADS_2