
Cup.... sebuah ciuman menempel di bibir Alexa. Alexa melihat ke arah yang menciumnya, ternyata bukan Agung. " Kamu apa-apa an sih?" Alexa marah dan mendorong kuat tubuh lelaki itu.
"Kenapa? bukankah harusnya saya yang bisa melakukan semua ini? bukankah seharusnya kita yang menjadi pasangan suami istri? lalu kenapa saya tidak boleh melakukannya? saya hanya mencoba mencicipi apa yang seharusnya menjadi milik saya" Haikal menyeringai nakal pada Alexa.
"Dasar mesum" Alexa kemudian mencoba memutar kursi rodanya. Tapi Haikal menghentikannya, dan memutar balik kursi roda itu ke arahnya sehingga mereka saling berhadapan. Haikal membungkukan badannya dan berbisik pada Alexa. " Dengar mbak, aku bisa melakukan lebih dari ini, tapi aku masih menghargai kamu, jadi cobalah untuk sedikit lebih manis padaku" Haikal semakin mendekatkan wajahnya pada Alexa, hingga mereka seakan terlihat seperti berciuman.
Alexa sedikit takut dengan sikap Haikal, dia takut Haikal kembali menciumnya. Namun Alexa tetap berusaha tenang. Meski hanya duduk di kursi roda, mental nya tetap sekuat baja.
"Sepertinya ada banyak hal yang harus kita luruskan disini. Pertama kamu bukan suami saya, kedua saya tidak pernah menginginkan kamu, ketiga keberadaan kamu disini murni karena orang tua saya. Jadi saya harap kamu paham, bagi saya kamu disini atau tidaknya itu tidak akan pernah ada sangkut pautnya dengan hidup saya ataupun perasaan saya. Jadi jangan pernah lagi mencoba untuk memgambil keaempatan dalam keterbatasan kemampuan saya!" Alexa bicara cukup lantang.
Lagi Haikal hanya tersenyum manis, untuk lelaki yang pendiam dan jarang tersenyum seperti dia, pastinya terlihat semakin menarik saat dia melempar sebuah senyuman. ketampanan yang dimiliki nya tidak jauh beda dari Agung. hanya saja dia lebih berkarakter rapi dan terkesan lelaki kantoran. Sedangkan Agung layaknya lelaki jagoan ala-ala cowok keren Bikers yang tampan dan kharismatic.
Sebenarnya hidup Alexa sudah sangat sempurna. Karena dia di idolakan oleh dua lelaki tampan yang saat ini tinggal bersama nya, Hanya saja Haikal itu jenis lelaki yang menyebalkan, sama dengan ibunya Bi Sandra. mengingat tentang Bi Sandra Alexa jadi semakin muak. Lalu dia kembali beruaaha untuk meninggalkan percakapanya dengan Haikal.
__ADS_1
Tapi Haikal benar-benar tidak memberikan kesempatan pada Alexa untuk pergi. Dia kembali memegang kursi roda lalu menggengam kesua lengan Alexa dan menciumnya lagi, kali ini Haikal bahkan memaksa ******* bibir Alexa. Alexa tidak bisa apa-apa, karena bibirnya berada dalam mulut Haikal, sedangkan kedua tangannya di pegangi Haikal.
Cukup lama akhirnya Haikal melepas ciuman itu. tapi kedua tangannya masih menggenggam kedua lengan Alexa.
"Dengar mbak ya, saya sudah cukup sabar melihat kemesraan kalian berdua, jangan kamu pikir saya tidak menginginkanmu, jangan kamu pikir saya disini karena permintaan Ibu saya, jangan kamu pikir saya disini karena ingin bekerja di kantor Daddy kamu. Saya disini, murni karena saya mencintai kamu. jauh sebelum kamu beranjak dewasa. Jadi jangan harap sekarang saya hanya akan diam disaat saya mempunyai kesempatan untuk bisa juga merasakan sentuhan-sentuhanmu itu!" Haikal berbicara dengan tegas kalau dia juga menginginkan Alexa. Alexa tidak sanggup bicara apapun, karena di sangat syhock dengan pengakuan Haikal barusan.
"Apa maksud kamu?" Alexa bertanya sambil membersihkan bibirnya yang telah di cium Haikal. Alexa sangat kesal dia berusaha memukul mukul Haikal dengan kedua tangannya tapi tudak kesampaian.
"maksud saya sudah sangat jelas, saya cinta kamu dan kamu harus memberikan saya juga kesempatan untuk bisa menikmati sentuhan kamu, jika kamu tidak memberikannya, maka saya yang akan memgambilnya secara paksa!" Haikal menyeringai seakan memangsa Alexa. Ada rasa takut di wajah Alexa. Ya Alexa ketakutan, karena dalam keadaan seperti ini Haikal bisa saja dengan mudah menyerangnya.
"Oh baiklah, non mau ke kamar biar saya antar?" Mang Dadang mencoba memahami situasi, karena Mang Dadang merasa tidak nyaman melihat Haikal dekat-dekat dengan Alexa. Alexa segera menganggukan kepalanya tanda setuju. Mang Dadang kemudian membantu Alexa untuk kembali ke kamarnya.
Dikamarnya Agung terlihat sedang merapikan tempat tidur mereka. Agung sangat telaten, Agung semgaja membersihkan sendiri kamar mereka karena Alexa tidak pernah membiarkan pelayannya membersihkan kamarnya dan menyentuh barang-barang pribadi milik Alexa. Agung selalu berusaha mengerjakan apa yang biasa di kerjakan Alexa agar Alexa bisa merasa senyaman mungkin.
__ADS_1
Alexa masih terdiam di pintu kamarnya, dia melihat Agung dengan baik dan penuh cinta. Namun seketika bayangan Haikal menciumnya tadi membuat dia merasa jijik, lalu Alexa berusaha membersihkan bibirnya berkali kali. Dengan adanya kejadian tadi membuat Alexa merasakan ketakutan jika dia masih dalam kondisi seperti sekarang. Dia tidak tau hal gila apa lagi yanga bisa dilakukan Haikal padanya.
Haikal tadi baru saja menyatakan perasaannya pada Alexa, Alexa yang biasanya di diamnkan dan di cuekin sama manusia seperti Haikal tentu saja sontak kaget, karena tiba-tiba dia menyatakan cinta dan langsung main fisik dengan mencuri ciuman Alexa. Pikiran Alexa jadi menerawang, dia masih tetap tenang di pintu kamar.
Agung yang telah selesai berberes melihat Alexa masih dalam keadaan termenung. Agung lalu mendekat , menjongkok kemudian membelai pili Alexa lembut.
"Mbak kenapa termenung disini?" tanya Agung lembut, selembut sentuhanny. " agh A Agung?" Alexa kaget dan terbata menyebut nama Agung. Karena dia tidak sadar Agung sudah jongkok di depannya dan menatapi wajahnya.
Agung kemudian tersenyum manis dan mendorong kurai roda Alexa hingga sekarang mereka sudah berada dalam kamar sepenuhnya. Agung kemudian menutup pintu kamar dan menggendong Alexa ke atas ranjang. Sesampai di ranjang Agung memijit kaki Alexa pelan, sambil bercerita tentang betapa senang nya dia karena Alexa sudah berada dirumah lagi.
Alexa sangat menikmati pijitan Agung, walaupun dia tidak merasakannya tetapi sikap Agung membuat Alexa tenang dan nyaman, Alexa jadi teringat bagaimana Daddy Agung memperlakukan Momny Agung tadi. sepertinya sikap lembut ini di dapat Agung dari Daddy nya.
Agung sangat beruntung selain mempunyai wajah yang tampan dia juga memiliki karakter yang baik serta sifat yang baik juga. Padahal Agung bilang dia sempat hidup mandiri di luar negeri tapi ke patuhan Agung terhadap sistem didikan orang tuanya sama sekali tidak luntur. Sungguh betapa beruntungnya aku memilikinya. Lalu kembali sekilas Alexa teringat bagaimana Haikal mengambil paksa ciuman dari bibir Alexa, mereka benar-benar dua manusia yang berbeda. Alexa semakin jijik melihat Haikal dan dia bingung haruskah sikap Haikal tadi di laporkannya pada Agung?.
__ADS_1
Haikal ada apa dengamu? sungguh ini bukan Haikal yang selama beberapa hari ini yang Alexa kenal. Ada apa dengannya? apakah tadi pernyataan cinta sungguhan atau memang karakter buruk yang selama ini di sembunyikannya? ntahlah . Yang jelas Alexa sangat terpukul dengan sikap Arogannya tadi hingga membuat Alexa pasti takut untuk ada dekat dengannya lagi.