
Mereka sampai di sebuah restoran mewah. Agung membukakan pintu mobil dan membimbing Alexa masuk ke restoran. Sesampai di meja makan yang sudah disiapkan untuk mereka. Agung menarik kursi dan membantu Alexa untuk duduk dengan baik. Alexa di perlakukan bak seorang putri raja oleh suaminya.
Pelayan datang dan memberikan buku menu. Agung memesan makanan. Alexa takjub dengan Agung. Dia memesan semua makanan kesukaan Alexa tanp bertanya apa yang Alexa sukai. Tapi sungguh tidak ada satupun pesanan itu yang tidak disukai Alexa. Semua benar-benar menu favorite Alexa.
"Kamu, cinta banget ya sama aku!" ucap Alexa pada Agung.
Agung menatap Alexa lalu kemudian pindah duduk disamping Alexa. Sambil memegang kedua tangan Alexa. Agung kemudian berkata.
"Jika saat ini malaikat maut datang pada kita berdua lalu bertanya padaku. Siapa yang terlebih dahulu aku cabut nyawanya? maka aku akan berkata!"
"Jika istriku tidak mencintaiku maka cabutlah nyawaku terlebih dahulu. Karena aku tidak perlu takut dia akan menderita karena kehilanganku."
"Namun jika dia mencintaiku. Maka tetap cabutlah nyawaku terlebih dahulu. Karena aku sudah sama dengan mati saat dia sudah tidak bernyawa lagi."
Mata Alexa seketika basah dan air mata berlinang hingga membasahi pipinya. Seketika dia teringat bagaimana Haikal telah menodai tubuhnya. Diaerasa sangat buruk, karena tidak mampu menjaga tubuhnya saat di gerayangi oleh Haikal.
Dan lama-lama isak tangis Alexa kembali buncah. Dada nya serasa sesak. Pandangannya mulai berkunang, dalam sekejap Alexa pingsan dan Agung yang memang selalu bisa membaca kondisi Alexa. sudah langsung memeluknya.
"Sayang...., sayang...., bangun sayang!" Agung memegang dan membelai wajah Alexa. Namun karena Alexa belum ada respon. Agung kemudian memercikan air ke wajah cantik Alexa.
Alexa tiba-tiba menarik nafas dalam dan terbangun dari pingsannya.
"Syukurlah, mbak kenapa? lelah ya?"
Agung memegang kedua wajag istrinya itu dengan kesua tangannya. Alexa hanya teraenyum kecut. Wakah Alexa pucat dan suhu badannya pun memanas. Akhirnya Agung memutuskan untuk kembali pulang.
"Mas tolong bungkus saja makanan nya ya! ini sama ini saja!"
__ADS_1
Agung menunjuk dua menu yang paling disukai Alexa.
"Kita pulang saja ya sayang! kondisi kamu sepertinya benar-benar sedang tidak baik. Nanti aku suapin makan di kamar saja ya sayang!"
Alexa hanya mengangguk. Kemudian Agung menggendong Alexa untuk dibawa ke mobil.
"Agung, lepsaskan! aku jalan aja Gung. Malu di lihatin banyak orang" Alexa merengek agar tidak di gendong Agung. Tapi Agung sama sekali tidak mendengarkan Alexa.
Agung dengan santai menggendong Alexa. Tubuh Agung yang bagus dan wajah yang tampan serta keromantisan yang di perlihatkan di depan umum membuat dia menjadi pusat perhatian di restoran mahal itu.
Alexa menutup matanya dengan kedua telapak tangannya. Dia tidak kuasa melihat semua mata tertuju padanya. Apalagi restoran itu adalah restoran langganan Alexa. Hampir semua pelayan di sana mengenali Alexa. Alexa benar-benar mati gaya karena keromantisan Agung terhadapnya.
Akhirnya sampai di dalam mobil. Seorang pelayan datang memberikan bungkusan makanan Alexa tadi. kemudian Agung langsung melajukan mobilnya kembali kerumah.
Sesampai dirumah. Lagi, Agung menggendong Alexa. Dan Alexa merasa sangat dimanjankan.
Mereka langsung masuk ke kamar. Dan Agung kembali ke mobil dan mengambil makanan yang di bungkus tadi kembali. Agung berjalan ke kamar sambil memikirkan apa sebenarnya yang di alami Alexa. Bayangan Alexa yang teridur di lantai pinggir kolam tadi sore membuat Agung. Semakin tidak tenang dja.
Agung sudah membawa mangkok besar dan sendok garpu. Makanan favorute Alexa yang di bungkus Agung itu adalah bakso iga sapi.
"Ayo sini aku suapin !"
Alexa dengan enteng membuka mulutnya. Alexa sudah kelihatan lebih baik. Alexa izin ke kamar mandi. Kembali , dikamar mandi Alexa menatap wajahnya. Dia melihat bibirnya jijik karena sudah di cium paksa oleh Haikal.
Sosok wajah Haikal yang jahat kembali terbayang oleh Alexa. Setiap kali teringat hal itu, Alexa selalu merada berdosa pada suaminya. Disisi lain Haikal adalah sepupunya. Bagaimana mungkin, dia akan membiarkan Agung tau masalah ini dan embaut keeibutan besar? apa kata Mommy dan Dadday nanti?.
*****
__ADS_1
Dikamar Haikal.
"Iya bu,"
"Aku akan bertahan disini. Aku akan membuat mereka hancur karena telah mempermainkan harapan dan impian ku."
Lalu handphon nya di matikan,
Ibu sudah terlanjur meminta aku mengejar semua yang aku inginkan. Dan saat ini, aku hanya menginginkan satu hal. Alexa , harus jadi milikku. Batin Haikal dalam hatinya.
"Prank"
Lagi- lagi dia memecahkan sebuah canvas bunga di kamar itu. Semua kaca berserakan di kamarnya. Dan kali ini seseorang masuk ke kamar Haikal.
" Kamu kenapa nak? apakah kamu disakiti lagi? bibi nggak tau harus bagaimana bantuin kamu nak. Bibi sendiek sudah lelah. Karena harus memgikuti semua intruksi ibu kamu."
Kemudian wanita itu mengunci pintu kamar Haikal dan mulai membersihkan beling bekas canvas bunga cantik yang sudah hancur lebur karena dilempar Haikal .
Selesai membersihkan kamar. Wanita itu mendekati Haikal dan memeluknya. Dalam seketikka Haikal menangis dan membalas memeluk wanita tua itu.
"Aku nggak tau bi, sampai kapan aku bisa bertahan di rumah ini. Melihat mereka semakin mesra , itu semakin membunuhku Bi. Tapi aku pun tidak bisa mundur bi. Karena aku sudah sangat jatuh cinta padanya. Dan akan melakukan apapun untuk mendapatkannya!" Haikal bicara penuh rasa benci.
Bi Saidah yang dari tadi diam. Hanya bisa meneteskan air mata. Karena kesayangan yang dia sambut kelahirannya dengan tangannya sendiri dan dia manjakan selama sampai Haikal berusia sepuluh tahun. Harus melihat anak itu tumbuh besar karena tekanan dari kehendak ibu nya yang egois dan tamak akan dunia wi.
Bersambung*****
Sambil nungguin Alexa berani untuk menceritakan maslahnya pada Agung.
__ADS_1
Teman-teman, baca like dan share ya novel dibawah ini.