
Alexa memasuki butik nya, "pagi semua " sapa Alexa kepada Tika dan Anisa.
"Pagi mbak Alexa" jawab mereka serempak.
Tidak beberapa lama kemudian masuk seorang pemuda tampan.
"Selamat pagi, ada yang bisa di bantu?" Tika langsung mendekat dan menyapa pemuda itu.
Ya Tika mengenali pemuda itu dengan baik, makanya dia langsung mendekat dan mencoba bersikap semenarik mungkin.
Agung kembali bersikap tenang, dia hanya tersenyum manis dan berkata.
"Tidak, saya kesini hanya mampir dan memberikan pena mbak itu yang terjatuh tadi" ucap Agung sambil menunjuk ke arah Alexa.
Alexa melihat ke arah Agung sambil menyipitkan matanya, Alexa lalu melihat Tika sedikit bersikap berlebihan kepada Agung. Lalu Alexa mendekat ke arah Agung.
"Apa maksud kamu? kamu nggak perlu berpura pura di depan mereka, mereka adalah karyawan aku, jadi gak usah bersikap sok manis dan gak kenal seperti itu" ucap Alexa mencomooh dalam nada cemburu dan kesal karena di anggap asing oleh Agung.
"Jadi aku boleh bersikap layak nya suami ke istri?" Agung langsung mendekat dan memeluk pinggang Alexa dan merapatkannya ke tubuhnya hingga kembali wajah mereka berdua sangat dekat bahkan hidung mancung ke dua insan yang sama-sama memiliki kecantikan dan ketampanan diatas rata-rata itu hampir bersentuhan.
Lagi Alexa di buat tidak berkutik, Alexa hanya terpaku dan berkata "Agung apa-apan sih kamu, ini di depan orang lo."
"Bukannya mbak yang bilang, mereka karyawan mbak, jadi aku rasa, wajar saja jika aku bersikap seperti ini di depan mereka. Bukan kah kita adalah pasangan suami istri yang sah, jadi nikmati saja peranan kita ini sayang" ucap Agung sambil menyelipkan rambut Alexa yang terurai ke belakang telinga Alexa.
__ADS_1
Nafas Agung sangat membius Alexa, otak nya menolak di perlakukan seperti itu, tapi tubuhnya merespon dengan baik setiap sentuhan Agung. Alexa hanya bisa mengumpati tubuhnya dalam hati.
Mereka berdua terlihat bak pasangan malaikat, karena ke tampanan dan kecantikan yang mereka miliki membuat semua insan pasti iri melihatnya. Alexa mendorong kecil tubuh Agung dan mundur selangkah ke belakang, tapi Agung menarik lengan Alexa dan merangkul nya dari samping, kemudian mengarahkan tubuh nya dan tubuh Alexa ke arah karyawan Alexa berdiri.
"Perkenalkan, saya adalah Agung, suami Alexa." Agung memperkenalkan dirinya dengan baik dan tetap menebar pesona dengan senyuman yang dia miliki.
"Wah selamat ya mbak, kapan nikah nya? kok kita-kita nggak diundang?" ucap Anisa mendekat dan menyalami Alexa.
Tapi Tika hanya tertegun tidak percaya, bagaimana mungkin pemuda tampan yang jelas terlihat lebih muda dan keren seperti ini jadi suami mbak Alexa?, padahal dia sudah sangat jatuh cinta dengan lelaki itu dari pertama bertemu. Kenapa? kenapa dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau??? Tika terlihat sedih dan kemudian dia hanya bisa menundukan kepalanya, dan berlalu ke kamar kecil perlahan. Tidak ada yang menyadari perubahan sikap Tika, karena Alexa sedang asyik berbicara dengan Anisa, begitupun Agung, dia hanya tersenyum senyum memperhatikan Alexa yang bingung menjelaskan ke jadian pernikahan dadakan nya dengan Agung.
"Kok bisa ya mbak, mbak yang singel, gak pernah punya pasangan tiba-tiba menikah, dengan pria tampan lagi, serius mbak, dia tampan banget, si mas Agung ini keren banget lo mbak" ucap Anisa tidak berbohong.
"Hehe, pertemuan kami juga nggak di sengaja kok, tapi kalau dia jelas-jelas menyukai aku semenjak pertama kali melihatku" Alexa berbicara sambil melirik ke arah Agung yang sedari tadi asyik memandang wajah Alexa yang berbicara dengan Anisa.
Mendengar ucapan Alexa, Agung langsung memotong pembicaraan ke dua wanita itu.
Seketika wajah Alexa berubah merona merah dan sambil memperlihatkan sedikit senyuman manis diujung bibir nya yang indah, Agung benar-benar tak kuasa melepas sedikitpun pandangan nya dari Alexa, apalagi melihat raut wajah tersipu malu itu, membuat Agung semakin gemas dan ingin ******* kembali bibir indah itu.
Dua karyawan Alexa yang lain pun datang, mereka adalah Bu Yesi dan mbak Anya, Bu Yesi adalah tetangga Alexa. Beliau sangat jago menjahit, selain karyawan Alexa, Bu Yesi dari dulu memang merupakan seorang tukang jahit di dekat kompleks Alexa yang merupakan langganan keluarga Alexa sejak Alexa duduk di bangku SMP, dan Alexa mengenal Bu Yesi dengan baik, sedangkan mbak Anya adalah salah satu senior Alexa semasa duduk di sekolah SMA dulu. dan memang sejak lulus SMA, mbak Anya langsung kursus menjahit dan kemudian di minta Alexa ikut membantu di butik nya.
Alexa kemudian mendekati Bu Yesi dan mbak Anya.
"Bu.... mbak, perkenalkan ini Agung suami nya Alexa." Alexa memperkenalkan suami nya kepada dua karyawan kepercayaan nya itu.
__ADS_1
"Ternyata benar ya, apa yang di bilang Mang Dadang, mbak Alexa mau nikah? " kata Bu Yesi yang ternyata sudah dapat bocoran dari Mang Dadang, karena Mang Dadang adalah sepupu Bu Yesi, jadi wajar saja berita itu sudah diketahui Bu Yesi.
"Iya bu, tapi Alexa menikah dengan lelaki pilihan Alexa, bukan dengan yang di jodohkan Daddy Bu" ucap Alexa tersenyum kecil.
"Oh.... , tampan cocok sekali dengan mbak Alexa yang sangat cantik juga" puji Bu Yesi pada Agung.
Dan Agung pun bereaksi sama dengan Alexa, tersenyum dan tersenyum manis. Dan senyum kedua insan itu memperlihatkan ke indahan mereka, semakin melengkapi kecantikan dan ketampanann mereka, bak Malaikat yang di pasang kan satu sama lain nya.
"Selamat ya Alexa, mbak senang banget, akhir nya Alexa bisa bertemu jodoh Alexa, dan sepertinya mas Agung ini selain tampan dia juga sangat baik ya, terlihat dari raut wajah nya." Puji mbak Anya tentang Agung.
"Makasih mbak" Alexa kemudian merangkul lengan Agung dan spontan Agung melihat genggaman Alexa pada lenganya itu , Agung merasa senang, karena kali ini Alexa yang memegang nya duluan.
Alexa kemudian mengajak Agung duduk di ruangannya.
"Duduklah, ini ruangan kerja aku" ucap Alexa.
Sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, didalamnya ada satu kursi di balik meja dan dua kursi di seberang meja nya, lalu sebuah sofa yang sedikit panjang disisi pinggir kanan dekat pintu, pintunya pintu geser, dan dinding ruangannya semua dari kaca, sebuah kaca yang bisa dilihat dari dalam tapi tidak dari luar. semua pemandangn diluar bisa terlihat dengan jelas dari dalam ruangan ini. Dan Agung tau, ruangan ini pun kedap suara, sama dengan ruangan papi nya di Club.
Agung kemudian duduk, tapi dia lebih memilih duduk di sofa, Alexa melewati Agung karena ingin duduk di kursi nya. Tapi, begitu posisi Alexa tepat di depan Agung, Agung langsung menarik Alexa dan membawanya dalam pangkuannya, sekarang Alexa sudah berada dalam pangkuan Agung.
"Is... Agung Apa an sih, ini kantor lo" . Alexa mencoba bangkit dari pangkuan Agung tapi Agung kembali menariknya dan memeluk nya erat.
Agung menarik pelan rambut Alexa yang terurai kebelakang telinga Alexa lalu Agung mulai memainkan jemari nya di leher jenjang Alexa, yang membuat perempuan yang tidak pernah tersentuh lelaki sebelumnya itu mendesah. Agung menikmati ******* itu dan mempererat pelukannya pada Alexa.
__ADS_1
Tidak lama kemudian mereka sudah duduk berhadapan, Agung tidak tahan melihat bibir merah merekah itu berdiam saja maka Agung pun langsung mencumbu nya. Kesadaran Alexa pun kembali. Alexa langsung berdiri .
"Maaf aku tidak bisa!" Alexa menjauhi Agung dan Kembali merapikan pakaiannnya. Sedangkan Agung hanya diam karena dia sendiri tidak mau Alexa melakukannya dengan terpaksa.