
"Apa-apan ini?, apa yang terjadi?, ada apa dengan mu Alexa? ", Bi Sandra tiba-tiba masuk ke kamar ku, dan menerobos sampai ke kamar mandi ku. "Nggak tau bi, tiba-tiba aku pusing dan mual, mungkin karena kecapean bi", ucap ku pura-pura lugu. Mommy pun ikut menyusul ke kamar mandi ku, "Sayang, kamu kenapa? " Mommy terlihat lebih lembut dan memegang wajah serta jidatku. "Kamu demam nak? atau kenapa? " . Mommy terlihat mulai khawatir, dan aku tetap melanjutkan akting mual dan pusing ku.
"Kamu.... kamu...., apa jangan-jangan kamu hamil??? " tanya bi Sandra dengan nada marah. aku langsung berhenti mual dan berdiri menghadap ke arah bi Sandra. "Ntah bi, mungkin kah Alexa hamil walaupun cuma satu kali berhubungan badan? " tanya ku dengan polos. mampus biar mereka benar-benar mikir kalau aku memang sedang hamil. kulihat wajah bi Sandra merah membara seakan menahan amarah yang luar biasa. Ntah kenapa wajah nya lebih seram ketimbang dengan Mommy, padahal yang harus nya marah kalau aku hamil itu bukan dia, tapi Mommy and Dad .
Terdengar langkah Kaki menaiki tangga, karena kamar ku berada dilantai dua dan di ruangan pertama dekat tangga, jadi semua bunyi terdengar jelas ke kamarku. Dady muncul begitu juga dengan Agung, "sayang.... kamu gak apa-apa? " seperti nya Agung melanjutkan peran nya sebagai lelaki yang sudah menghamiliku. "Iya mas, aku gak papa, tapi ...., aku ngerasa pusing banget ", ucap ku sambil pura -pura kesakitan dan mendekat ke arah Agung, lalu memegang tangannya seolah aku akan pingsan, dan agung cepat tanggap menyandarkan kepalaku ke pundak nya. Mau gimana lagi, aku gabakal biarin Dady maksa aku nikahi anak nya bi Sandra, sama mak nya aja aku masih asing, eh malah disuruh nikah sama anak nya.
__ADS_1
"Sayang, ayo istirahatlah" Mommy kemudian membimbing aku ke tempat tidur ku dan merebahkan tubuh ku untuk di istirahatkan, dan Agung pun ikut membantu ku, lalu mengusap lembut kening ku dengan tanganny, sambil berkata "istirahatlah Sayang, biar aku bicara sama Dady and Mommy kamu ". Aku mengangguk dan menutup mataku, tetapi dalam pikiran ku berucap, ayolah keluar dari kamar ini, agar aku tidak perlu pura-pura tidur.
Daddy dan yang lainnya akhir nya keluar dari kamarku, "huf.... aku bisa bernafas lega sejenak " ucapku menenangkan pikiranku, tapi bagaimana dengan Agung? pasti saat ini bocah itu mengalami kesulitan menghadapai Daddy yang keras kepala. Semoga saja bocah itu tidak menghancurkan sandiwara ini. Untuk saat ini sepertinya sandiwara ini harus aku perankan.
"Duduklah", Daddy Alexa meminta Agung untuk duduk di ruang keluarga mereka. Agung dengan tenang duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan kursi yang diduduki Daddy Alexa. "Perkenalkan diri mu anak muda". Ucap Daddy Alexa, sambil melihat pemuda itu dengan seksama, pemuda itu sangat rapi walaupun rambutnya di kuncir, dia terlihat sangat sopan dan pandai dalam berpakaian, wajah blesteran nya pun bisa dilihat dengan jelas oleh Daddy Alexa.
__ADS_1
"Baiklah , kalau begitu kamu yang akan menikahi putri ku". Daddy Alexa lalu berdiri dan menghampiri Haikal, "maaf nak sepertinya perjodohan kamu dan Alexa dibatalkan ". Haikal hanya terdiam, dan melihat ke arah ibu nya. bi Sandra terlihat tidak senang, "tapi mas bagaimana mungkin harus batal?, kita sudah mempersiap kan semua nya", ucap bi Sandra dengan egois. "Udah ma, toh Alexa sedang hamil dari lelaki lain, dan lelaki itu mau bertanggung jawab, untuk apa kita memaksakan perjodohan ini " kata suami Bi Sandra menjelaskan.
"Dengar Sandra, saya tidak bisa memaksakan sesuatu yang sudah jelas cerita nya, maaf saya tidak dapat menepati janji untuk perjodohan itu. Jawab Daddy Alexa lagi. "Tidak apa-apa, tapi perjanjian harus tetap ditepati, Haikal harus tetap menjadi Manager di perusahaan mas, bukankah mas sudah berjanji?" . Ucap Bi Sandra tegas. "OK, saya akan tetap melaksanakan janji yang telah saya ucap kan. Haikal boleh tinggal disini dan bekerja di kantor saya". Ada senyum kepuasan pada Bi Sandra, sedangkan Haikal masih dengan muka datar dan tersenyum kecil.
"Bagaimana nak? apakah kita bisa melaksanakan akad nikah nya sekarang? atau kamu mau minta persetujuan orang tua kamu dulu? " tanya Daddy Alexa. "Lanjut saja om, karena ini soal tanggung jawab, dapat izin atau tidak nya dari orang tua saya tidak akan mempengaruhi keputusan saya atas kejadian yang sudah terjadi. Ucap Agung tegas. Dia benar-benar menggambarkan sosok lelaki yang bertanggung jawab dan berani. Daddy Alexa malah terkagum oleh sikap nya.
__ADS_1
"Sayang", Mommy Alexa memasuki kamar Alexa, "ya Mom? " jawab Alexa dengan wajah dibuat lemes, sebenarnya Alexa sudah tidak sabar ingin mengetahui apa yang terjadi di bawah tadi. " Ganti pakaian kamu ya nak, kita akan melaksanakan akad nikah kamu segera ". wajah Mommy terlihat gembira, "Mom...., apa Alexa harus menikah???? ", tanya Alexa merengek. "Tentu saja sayang, apa lagi kamu sekarang sedang hamil, anak kamu butuh seorang ayah".jelas Mommy. "Aku tidak mau Mom menikah dengan anak Bi Sandra" ucap Alexa dengan sedih sambil memeluk Mommy nya. "Nggak sayang, kamu gabakal menikah dengan Haikal, kamu akan menikah dengan Agung, Ayah dari anak yang ada di perut kamu saat ini. Ucap Mommy padaku.
Seketika aku duduk dan langsung memeluk keseluruhan tubuh Mommy dengan senangnya, "benarkah Mom?, Mommy nggak bohong kan, aku menikah dengan Agung kan Mom? ", Alexa terlihat begitu bahagia, dan Mommy nya pun ikut menikmati kebahagia an Alexa. "Daddy nggak marah kan Mom? ", Alexa mencoba mencaritahu keadaan dibawah sana lagi dengan bertanya pada Mommy nya. "nggak sayang , malahan Mommy lihat Daddy kamu sangat kagum dengan kejujuran, ketegasan dan tanggung jawab Pemuda itu. Alexa langsung berdiri, mencium pipi Mommy nya dan mandi untuk bersiap siap melakukan akad nikah nya.