Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Bukti


__ADS_3

Alexa sudah sehari semalam di rawat di rumah sakit B, sampai sekarang Alexa belum juga memberikan reaksi, tidak ada gerakan atau apapun, tapi suhu tubuhnya normal dan detak jantungnya juga normal, dia seakan tidur layaknya manusia sehat biasa lainnya. "Sayang, sampai kapan kamu akan tertidur? tidakkah kamu ingin berangkat kerja? biar nanti aku yang antar kamu ke butik dan aku juga yang bakal jemput kamu pulang dari butik!" ucap Agung memohon.


Tapi tidak ada respon sama sekali, wajah cantik itu seperti tertidur pulas, tidak lama kemudian orang tua Alexa datang. "Alexa?" Mommy Alexa langsung menghampiri Alexa, "Alexa..., ini Mommy sayang, bangun nak!" ucap Mommy Alexa, namun Alexa tidak bergerak sama sekali. Mommy Alexa lalu mengalihkan pandangannya ke pada Agung, dan Agung hanya bisa menatap sedih. "Alexa kenapa Gung? kenapa dia diam saja?" tanya Mommy Alexa, Agung tidak bisa memberikan jawaban pada Mommy Alexa, Agung hanya diam dan menggeleng kan pelan kepalanya.


Daddy Alexa kemudian mendekati Agung, dan mengajak Agung keluar kamar rawat Alexa. Sesampai di luar kamar Daddy Alexa bertanya dengan perlahan "Apa yang mau kamu jelaskan, jelaskan sekarang!" ucap Daddy Alexa. Agung kemudian menjelaskan semua permasalahan nya pada Daddy Alexa. Dan ternyata Dewi fortuna masih berpihak pada Agung, Daddy Alexa pun ternyata sangat percaya pada Agung. Agung kemudian memeluk Daddy Alexa dan berjanjia akan menyelesaikan masalah ini secepatnya.


Drttt ponsel genggam Agung berbunyi, panggilan telpon dari Daddy, Agung kemudian izin untuk mengangkat telpon nya pada Daddy Alexa. "Ya Daddy? , oh ok Dad, Agung akan kesana secepatnya, syukurlah Dad, kalau bisa secepatnya itu akan lebih baik Dad" ucap Agung pada Daddy nya di seberang telpon sana. Dan kemudian Agung mematikan ponselnya.


"Daddy, apakah Daddy buru-buru pulang atau bagaimana?" tanya Agung pada Daddy Alexa. "Memangnya kenapa Gung? " Daddy Alexa bertanya Balik pada Agung. "Kata Daddy Agung, bayi yang ditinggal Ega, maksudnya bayi Ega sudah bisa melalukan tes DNA Dad, keadaan nya udah membaik Daddy" jelas Agung lagi pada Daddy Alexa. "Jadi Agung mau nitip Alexa sebentar sama Daddy dan Mommy, itu jika Daddy dan Mommy nggak sedang sibuk tambah Agung lagi.


"Ok nak pergilah" Daddy Alexa menepuk pundak Agung, lalu memeluk Agung kuat, terasa sekali Daddy Alexa menaruh harapan yang besar di dalam nya. Agung kemudian masuk ke kamar Alexa lagi dan berpamitan dengan Mommy Alexa, tapi saat berhadapan denagn Alexa, Agung kemudian memegang tangan Alexa dan mengecup lembut punggung tangan Alexa. " Aku pergi sayang, aku pergi untuk menyelesaikan masalah ini. dan peracaylah padaku, aku akan membuktikan bahwa aku bukan lelaki biadab" ucap Agung kemudian mencium kening Alexa dan berlalu pergi.

__ADS_1


Sesampai di RS bayi Ega di rawat, Agung kemudian bertemu dengan Daddy nya, ternyata disana Daddy tidak sendirian, Agung melihat Daddy nya sedang berbicara dengan seseorang yang menggunakan seragam Dokter juga. Agung kemudian mendekat dan menyalami Daddy nya. "Dad..", sapa Agung lalu mencium punggung tangan Daady nya. " Ya nak, kamu sudah datang, kenalkan ini teman Daddy, Dokter Fauzan" Daddy memperkenalkan temannya, dan kemudian Agung menyalami Dokter Fauzan. "Agung om", Agung memperkenalkan diri nya. " Saya Fauzan, saya sahabat Daddy kamu dan kebetulan saya Dokter di RS ini juga". jelas dokter Fauzan memperkenalkan dirinya.


" Daddy kamu sudah menceritakan semua kejadiannya, nah saya sudah mengamati kasus ini, pada saat malam itu tepat lima hari yang lalu, saya sudah memeriksa semua pasien yang keluar dan masuk RS ini. Memang ada seorang pasien yang melahirkan malam itu dan bayi nya prematur dan perlu memakai inkubator, tapi tidak ada catatan kematian malam itu dirumah sakit ini. Dan bayi yang saat ini ada dikamar itu, tidak jelas siapa orang tuanya" Dokter Fauzan menunjuk sebuah ruangan di depan Agung dan terlihat ada seorang Bayi di dalam nya.


"Masalahnya saya sudah memeriksa dengan seksama, kata dokter yang membantu melahirkan Bayi itu, si ibu sudah dalam keadaan kritis jadi tidak ada kesempatan untuk mendata si pasien, dokter tersebut langsung membantu penanganan melahirkan seorang ibu muda, dan selesai membantu proses melahirkan si ibu yang ditinggal sebentar ternyata sudah tidak ada diruangan operasi. Lalu seseoran melporkan kalau dia melihat seorang wanita menggiring seorang gadis dengan kursi roda, gadis di kursi roda itu terliht lemas sekali" Terang dokter Fauzan.


"Lalu apakah tisak bisa di lihat di CCTV Dok?" tanya Agung, "kami sudah memeriksa CCTV wanita yang saat itu di operasi bagian wajahnya memang kami tutup, dan begitu dia sadar lalu meminggalkan ruangan ternyata dia langsung menutup wajahnya denagn tangannya, lalu ternyata diluar pintu ruang operasi sudah ada yang menantinya dengan kursi roda dan memberikan sebuah masker pada wanita itu hingga wajahnya tidak bisa dikenali dan rambutnya pun menutupi sebagian wajahnya" Sambung Dokter Fauzan menerangkan.


"Baiklah, sebenarnya bayi itu memang sudah bisa melakukan test DNA tapi karena orangtua nya tidak jelas kami takut melakukan test, dalam keadaan si bayi seperti ini sebelumnya. Selama menjalani perawatan di ruang NICU, kondisi bayi prematur telah dipantau secara ketat oleh dokter dan perawat. Tujuannya adalah agar penanganan dapat segera dilakukan jika kondisinya tiba-tiba memburuk.


Di ruangan ini, si bayi telah ditempatkan di dalam inkubator supaya suhu tubuhnya tetap hangat. Bayi prematur yang belum mampu bernapas dengan baik telah dipasangkan alat bantu napas berupa masker, selang oksigen, atau mesin ventilator.

__ADS_1


Selain itu, karena belum dapat menyusu dengan baik, si bayi juga dipasangkan selang khusus melalui mulut atau hidungnya untuk menyalurkan ASI, agar kebutuhan nutrisinya tercukupi.


Untuk merawat bayi prematur yang sangat lemah, kami juga telah memasang selang infus untuk memberikan cairan dan obat-obatan yang dibutuhkan si bayi.


penanganan intensif yang diberikan telah membuat bayi itu cepat sehat dan sudah keluar dari inkubator jadi kita sudah bisa melakukan tes DNA sekarang dengan tenang dan hasilnya akan keluar dalam satu jam, jadi kalau kamu tidak salah kamu tenang saja, ok! " Dokter Fauzan mencoba menyakinkan Agung.


"Ok Dok, saya yakin hasilnya tidak akan sama, karena saya tidak pernah menyentuh Ega sama sekali!" ucap Agung yakin. Agung kemudian melakukan tes DNA, dengan perasaan yang sedikit kuatir Agung menunggu hasil tes di depan pintu tempat test berlangsung. Daddy Agung menemani Agung menunggu hasil tes keluar. Agung berdiri dan mondar mandir tidak jelas, dia gelisah, tapi bukan gelisah karena hasil tes nya, Agung gelisah memikirkan Alexa yang sampai sekarang belum sadarkan diri.


Satu jam kemudian. Dokter Fauzan keluar membawa tes DNA Agung, Agung dan Daddy nya langsung berdiri. "Bagaimana Dok?" tanya Agung, "ini bukalah" Dokter Fauzan memberikan sebuah amplop pada Agung, Agung membuka amplop itu dan mengeluarkan sehelai kertas yang mana isi nya jelas tertera bahwa hasilnya negatif. Agung langsung menangis dan memeluk Daddy nya. "Dad..., Agung nggak salah Dad, hasilnya negatif Dad" ucap agung penuh rasa puas. Daddy agung langsung memeluk erat Agung kembali. "Daddy yakin anak Daddy anak yang baik jadi nggak mungkin melakukan apa yang di tuduhkan, sekarang pulang lah dan berikan bukti ini pada Alexa istrimu nak". Ucap Daddy Agung memberikan semangt lebih ke Agung.


Agung kemudian memeluk Dokter Fauzan juga, "makasih Dok, maksih untuk bantuan dan rasa percaya nya, kalau Dokter tidak percaya Agung pasti Dokter tidak akan membantu pemulihan bayi itu dengan maksimal agar bisa cepat melakukan tes nya", ucap agung penuh rasa terimakasih. " Ya pergilah, saya hanya yakin pada sahabat saya, kalau dia pasti mendidik anaknya dengan baik, makanya saya yakin kamu tidak bersalah". Agung kemudian pergi ke ruangan dimana Bayi itu dirawat, dia memperhatikan bayi itu denagn seksama, bayi itu memang mirip Ega, tapi jika itu memang Bayi nya Ega, kenapa Ega tega? dan siapa sebenarnya ayah bayi itu? " pikir Agung. "Ah sudahlah yang penting sekarang aku harus menemui Alexa dan orang tua nya" batin agung. Agung lalu melangkah penuh rasa syukur untuk kembali ke tempat Alexa di rawat sambil membawa hasil test DNA nya.

__ADS_1


__ADS_2