
Sesampai dirumah Aku langsung rebahan di kamar. Sambil menatap langit-langit kamar yang berwarna biru, Aku memikirkan bagaimana cara untuk terlepas dari Ega, karena Aku tau, Ega pasti tidak akan tinggal diam. Aku sangat tau seperti apa karakter Ega, karena kami tumbuh besar bersama selama enam tahun belakangan. Lelah akhirnya aku memutuskan untuk memejamkan mata ku karena dilanda rasa kantuk yang luar biasa. Namun, belum lama mata itu terpejam tiba-tiba sebuah wajah cantik bermain main di pikiran ku . "Alexa.... ", Aku begitu dibuat tergila gila oleh wanita itu, usia yang terpaut tiga tahun bukanlah masalah bagi ku. Karena aku yakin, aku bisa mengimbangi Alexa soal kedewasaan.
"Sayang....." sebuah suara terdengar dari pintu kamar ku. Lalu seseorang masuk dan duduk disamping ku sambil mengusap pelan rambut ku. Aku kemudian memegang tangan itu dan meletakannya di pipiku. "Sayang,.... Kamu kenapa? adakah yang kamu pikirkan? hingga kamu pulang-pulang langsung masuk kamar? ". Aku hanya tersenyum lalu aku mulai memindahkan kepala ku ke atas pangkuan wanita itu, dan memeluk nya . Wanita itu tetap tenang dan mengusap lagi kepala ku pelan. "Jika kamu belum mau cerita kamu tidak perlu cerita sayang, tapi kamu tau bahwa Mommy akan selalu mendukung kamu, apapun itu" ucap Mommy .
"Mom...," Aku memanggil Mommy seperti bayi memanggil mama nya. "Ya sayang, kamu sudah mau cerita? ". tanya Mommy nggak sabar. "Agung jatuh cinta Mom" aku mulai Membuka cerita pada Mommy. Mommy hanya tersenyum, "akhirnya...., anak Mommy sudah besar ya, sudah bisa jatuh cinta" ucap Mommy sambil mencubit hidung ku. "Aw.., sakit mom". Ucap ku sambil mengusap hidung ku yang sebenarnya tidak sakit. "Coba cerita, siapa gadis beruntung yang mendapatkan cinta anak Mommy?" tanya Mommy dengan bahasa nya yang khas Indonesia Belanda.
__ADS_1
Lalu Aku mulai menceritakan pertemuan singkatku dengan Alexa, dimulai dari sejak aku pertama kali melihat Alexa, hingga aku menolong Alexa di Club milik Daddy ku. Dan Mommy menyimak dengan baik setiap detail cerita ku. "Wow... kisah pertemuan yang menarik sayang, dia pasti benar-benar cantik " ucap Mommy. Aku lalu tersenyum malu " sangat Mom..., sangat cantik, kecantikan nya membius Agung Mom" ucap ku malu. "kejar dan dapatkan dia" dukungan penuh aku dapat dari Momny. "Justru itu Mom... Agung.... ". Aku menghenti kalimat ku karena masih ada rasa takut jika Mommy marah akan tindakan ku menikahi Alexa tanpa ijin dari orang tua ku terlebih dahulu.
" Justru apa sayang? " tanya Mommy sambil tetap mengusap rambut ku yang selalu di puji Mommy. "Agung...., Agung sudah menikah Mom". jawabku sambil menatap sayu ke arah mata Mommy . "Maksud kamu apa sayang? memang kapan kamu menikah? kamu becandain Mommy terus ya" ucap Mommy tidak percaya. "Hm.... ya, Agung yakin Mommy gak bakal percaya, tapi itu kenyataan nya Mom, mana pernah Agung mau bercanda untuk hal serius seperti ini Mom?". jelasku menyakin kan Mommy. Aku kemudian duduk dan kemudian menatap tajam ke mata Mommy. " Liat Agung mom..., apakah Agung terlihat bercanda? ". Aku kemudian menceritakan lanjutan kisah pertemuan dan penyelamatan ku pada Alexa, kecuali soal nikah kontrak yang diajukan Alexa kepada ku . Mommy akhirnya percaya dan malah memberi semangat lagi. Lalu tiba-tiba Daddy juga masuk ke kamarku dan menanyakan hal apa yang kami bahas.
Mommy meminta Daddy untuk ikut duduk disamping tempat tidur ku, lalu Mommy menjelaskan semua nya ke pada Daddy, awalnya Daddy pun tidak percaya, dan meminta penjelasan lagi padaku. Aku berusaha meyakin kan Daddy bahwa semua itu benar dan tidak ada perbuatan abnormal sama sekali dalam hubungan ku dan Alexa. Lalu Daddy hanya berkata " Daddy bangga karena kamu sudah mengambil tindakan yang berani nak" ucap Daddy sambil memegang bahuku.
__ADS_1
"Nah sekarang kamu mandi ya sayang, jemput istri kamu pulang kerja, jangan biarkan dia sendirian, biasakan dia dengan kehadiran kamu. Dan jangan lupa bawa kesini y" ucap Mommy dengan wajah bahagia. "Baik Mom, nanti Agung bawa Alexa kesini, Mommy pasti sukak Alexa, dia sangat cantik dan pintar dalam banyak hal Mom, kecuali bersikap manis, wkwkkwk, karena dia sangat kaku" jelas Agung lagi sambil bercanda. Namun Mommy malah tersenyum, "Itu biar jadi urusan Mommy untuk membuat dia jadi wanita yang tidak kaku lagi" ucap Mommy bersemangat.
Sungguh..., luar biasa. Tidak pernah terbayangkan kalau Mommy malah bisa se welcom ini dalam memberikan dukungan tentang masalah hubungan Ku dan Alexa. Aku langsung berdiri dan meraih handuk ku untuk segera mandi. tapi aku berbalik lagi mencium kening Mommy dan memeluk Daddy, Daddy hanya tersenyum dan mengacak rambut ku yang sudah tidak dikuncir. "Sana mandi yang bersih, jangan biarkan menantu Daddy menunggu mu". Ucap Daddy lagi dan mendorong ku ke kamar mandi.
Alexa tunggu aku sayang, ucap ku dalam hati. Lalu aku menghidup kan shower dan membiarkan air mengguyur tubuh ku. Saat mengacak acak rambut ku dan menutup mataku, aku kembali terbayang wajah bidadari ku yang sangat cantik itu, bibir nya, matanya, hidung nya, setiap lekuk dari tubuh nya bisa terlihat jelas saat aku menutup mata ini. Sungguh aku begitu memuja semua yang ada pada dirinya. Bahkan aku menyukai sikap dingin nya padaku, segila itu kah aku padamu Alexa? kamu begitu membius ku, dua tahun lamanya aku hanya memikirkan wanita yang kulihat di kampus saat pendaftaran mahasiswa baru. Dan tidak kusangka aku akhirnya bertemu lagi dengan mu di Club Daddy. Sungguh kesempatan luar biasa yang tidak akan pernah aku sia-sia kan. Batin ku.
__ADS_1
"Wah... keren banget anak Mommy" Mommy memang selalu memujiku setiap selesai mandi dan berpakaian. "Heheh makasih Mom, aku liat pakaian ini sudah ada di atas tempat tidurku, pasti Mommy yang sudah siap kan" ucap ku menebak. " Iya sayang, Mommy sengaja pilihkan pakaian itu biar kamu benar-benar sperti pengantin baru, jangan pakai kaos oblong" ucap Mommy tertawa sambil menutup mulut nya dengan satu tangannya. "Ranselnya nggak kamu bawa sekalian sayang? tanya Mommy. " Untuk apa Mom?" tanyaku lagi. "Kamu harus bawa beberapa helai baju ganti Nak, nggak mungkin kan kamu pulang kerumah terus untuk ganti pakaian" Daddy ikut menjelaskan. "Heheh iya Dad", ucap ku tertawa dan kemudian mengambil ransel yang sudah disiapkan Mommy tadi lalu berpamitan kepada Mommy and Dad.