
Daddy Alexa sampai di kantor nya lebih cepat. Sedangkan Haikal masih di luar menemui pak Sutrisno. Beliau adalah salah satu pemegang saham di perusahaan mereka. Haikal bertujuan untuk membuat pak Sutrisno menyetujui tender berikutnya yang sudah di setujui oleh Daddy Alexa. Saat rapat sebelumnya pak Sutrisno tidak datang karena beliau sakit. Sebenarnya, apabila ada anggota yang tidak datang dalam rapat. Berarti mereka menyetujui rencana proyek yang akan dijalankan. Namun, karena alasan ketidak datangan pak Sutrisno karena sakit. Maka Haikal tetap harus meminta persetujuan beliau.
"Maaf pak, pak Haikal belum kembali ke kantor pak" ucap resepsionis yang kebetulan melihat beliau memasuki lobi kantor .
"Tidak apa-apa, saya akan menunggunya di ruangan saya. Nanti kalau dia datang langsung suruh temui saya!" perintah Daddy Alexa pada Resepsionisnya itu.
Daddy Alexa memasuki ruangannya. Melepas lelah sejenak, kemudian melakukan panggilan telpon ke Alexa.
"Sayang, Daddy sekarang lagi di kantor , nanti Daddy dan Mommy kamu bakal nginap di rumah. Jadi kami minta kamu jangan ada jadwal diluar y. Karena ada banyak hal yang harus kami bahas denganmu nak." ucap Daddy Alexa di telpon.
"Baik Daddy, lagian Alexa hari ini tidak Ke Butik Dad" jawab Alexa dari seberang telpon sana.
"Jangan lupa kabari Agung juga!"
"Oke Dad" jawa Alexa dan lalu telpon di akhiri.
*****
Hotel Rembulan
Sepasang insan sedang duduk manis menanti kedatangan tamu mereka. Haikal dan Hana, masih menanti pak Sutrisno dan mereka duduk diam lalu sesekali saling bertatapan dan kembali membuang pandangan.
Haikal memang lelaki yang pendiam, Hana pun begitu. Jadi mereka sangat kikuk bila sudah berdua. Tidak ada kata-kata, tidak ada bas basi, tidak ada tanya jawab bahkan tidak ada diantara mereka yang membahas kelakuan mereka dikantor tadi. Mereka berdua tetap seakan asing. Padahal mereka baru saja melalukan beberapa adegan panas beberapa jam lalu di ruang kerja Haikal.
Pak Sutrisno sudah datang, dia terlihat berjalan mendekati Haikal dan Hana. Haikal dan Hana memberikan salam pada pak Sutrisno. Pak Sutrisno tersenyum dan menyuruh mereka duduk.
"Maaf, karena saya merepotkan anda untuk datang kesini" kata Pak Sutrisno pada Haikal. Lalu pak Sutrisno melihat ke arah Hana. Dan Hana sedikit memundurkan bagian wajahnya dari Haikal. Lalu mengangkat jari telunjuknya kedepan bibirnya dan kemudian menutup sebelah matanya. Seakan memberikan kode untuk diam. Dan Pak Sutrisno hanya tersenyum dan ikut menutup sebelah matanya.
"Maaf pak, anda kenapa?" tanya Haikal kepada Pak Sutrisno.
__ADS_1
"Tidak, tidak apa-apa, hanya saja, apakah dia karyawan baru di kantor kita?" tanya pak Sutrisno sambil melihat ke arah Hana.
"Bukan pak. Perkenalkan ini Hana, Dia sudah lebih dulu kerja di kantor daripada saya, hanya saja dia baru seminggu ini di tugaskan menjadi sekretaris saya." jawab Haikal tegas dan sedikit tersenyum saat memperkenalkan Hana.
Hana berdiri dan memberikan salam kepada Pak Sutrisno. Pak Sutrisno hanya tersenyum dan meminta Hana duduk kembali.
Pertemuan mereka berjalan lancar. Pak Sutrisno menyetujui tender yang akan dilaksanakan perusahaan mereka. Dimana tender kali inim dipegang langsung oleh Haikal. Daddy Alexa sengaja meminta Haikal untuk mengambil alih tender. Dengan maksud. menjadikan Haikal sebagai bibit penggantinya.
Haikal dan Hana kembali ke kantor, tidak tau aoa yang ada di pikiran mereka berdua. Haikal dan Hana benar-benar seperti patung. Tidak ada pembicaraan selain urusan kantor di antara mereka. Haikal hening. Hana lebih hening. Dan sampai di tempat tujuan mereka tetap bagaikan asing.
Haikal memasuki lobi dan diiringi Hana di belakangnya.
"Pak, Pak Frans sudah datang, dan beliau menunggu anda di ruang nya!" terang resepsionis itu.
"Benarkah?" Haikal kemudian melirik jam tangannya. padahal baru jam satu. Dia malah heran ke napa Om frans datang lebih cepat. Haikal kemudian ke ruangan Om frans nya.
"Kamu siapkan dan rapikan laporan kita tadi. Saya mau menemui Pak Frans dulu!" tugas Haikal pada Hana.
Hana seperti biasa hanya mengangguk dan langsung mengerjakan semua perintah Haikal.
Haikal memasuki ruang kerja Om Frans.
"Siang om" sapa Haikal.
"Siang nak, apa kabar mu nak?" Daddy Alexa langsung memeluk Haikal dan menepuk nepuk bahu nya.
"Baik om" jawab Haikal singkat.
Mereka kembali duduk.
__ADS_1
"Ceritakan pada om , bagaimana pertemuan mu dengan pak Sutrisno tadi. Lancarkah?"
"Lancar om. seperti saran om saya menjelaskan nya sesuai dengan apa yang om terangkan pada saya" jawab Haikal.
"Bagus, saya ingin, kamu dan Hana menangani proyek ini dengan baik. Dan apabila berhasil. Maka next semua urusan kantor ini om srahkan padamu." Ucap Daddy Alexa tegas.
"Tapi om. Saya rasa saya belum siap om. Kita sama-sama tahu. Saya baru beberapa minggu di kantor ini Om. Jadi, bagaimana mungkin saya akan bisa menggerakkan kantor ini om?" tanya Haikal. Sembari menolak tawaran Daddy Alexa.
"Tidak ada penolakan. Kamu akan di dampingi terus oleh Hana. Hana adalh sarjana muda arsitektur dari luar negeri. Dia sangat cantik dan jenius. dan yang penting. Dia jomblo" ucap Daddy Alexa sambil menutup sebelah matanya.
"Deg" Haikal sedikit kaget dengan ucapan Daddy Alexa. Bagaimana tidak. Daddy Alexa seakan menawarkan hubungn antara dia dan Hana. Apakah Daddy Akexa tidak tau, kalau dia sangat menyukai Alexa. Dia sangat mencintai putri semata wayangnya itu. Dari kecil, hanya bayangan Alexa yang menghiasi hari-hari nya. Hingga dia mempunyaj boneka cantik yang sengaja di berikan nama Alexa olehnya .
Tidak lama kemudian Hana masuk.
"Ya Pak? anda memanggil saya?" tanya Hana pada Daddy Alexa .
"Iya. Saya mau kamu nanti pulang kantor langsung ikut saya kerumah saya. Ada beberapa hal yag harus saya bahas dengan Haikal dan kam juga" Ucap Daddy Alexa.
"Baik pak. Kalau begitu apa kah saya sudah bisa kembali ke ruangan saya pak? karena ada beberapa hal yang belum selesai saya kerjakan" jelas Hana .
"Baikalah, silahkan kembali melakukan aktifitas kamu. Dan kamu juga Haikal, kamu juga sudah boleh melanjutkan pekerjaan kamu. Saya akan keluar sebentar menjemput istri saya ke bandara." Jelas Daddy Alexa.
Hana terlebih dahulu meninggalkan ruangan itu. Namun, baru keluar ruangan kaki nya keseleo dan Haikal mendengar suara lenguh kesakitan Hana. Haikal langsung menuju keluar ruangan dan membantu Hana.
"Biar aku bimbing!" ucap Haikal dengan expresi nya yang masih dingin itu.
"Makasih Pak" Hana hanya bisa tersenyum kecil sambil menahan rasa sakit. Karena jujur kaki nya yang memang terasa sakit itu merasa grogi saat disentuh Haikal.
Nah.... mumpung pada nungguin cerita aku selanjutnya. Manteman aku kasih referensi cerita baru lagi ya.
__ADS_1
nih dia 👇