
"Cantik banget. Itu siapa?"
Bisik-bisik terdengar dari teman-teman Agung yang datang melayat jenazah Ega.
"Iya cantik, tapi pake kursi roda gitu ya?"
Samar-samar Alexa dan Agung juga mendengarkan. Alexa sedikit risih tapi mau apa dikata. Usia mereka memang usia gunjing. Pikir Alexa.
Tapi Agung menjadi tidak enak hati dengan pembahasan teman nya soal kelumpuhan Alexa.
Agung kemudian memegang tangan Alexa dengan lembut.
Karena Agung merupakan idola di kampus semua mata melihat ke arah mereka berdua.
"Ada apa ini? si Agung kok megangin tu cewek? apakah mereka sodara? atau gimana ya?"
"Bukannya Agung sebelumnya sama si Ega? aneh bangat ya pacaran sama yang satu, eh mesranya sama yang lain."
Lagi pertanyaan-pertanyaan dan statmen aneh keluar dari mulut mereka. Ya wajar saja mereka seperti itu. Karena memang pada kenyataannya Agung dan Alexa belum pernah mengumumkan pernikahan mereka dan mereka sendiri pun belum sempat mengadakan resepsi.
Agung tidak suka dengan keresahan yang di alami Alexa. Hingga akhirnya Agung angkat suara.
"Maaf teman-teman. Sebelumnya aku minta maaf karena tiba-tiba aku memberitakan kematian Almarhumah Ega . Dan kenapa Almarhumah jenazah nya disini? itu karena orang tua Almarhumah sedang di luar negeri. Sedangkan rumah Almarhumah tidak ada siapa-siapa. Terlebih lagi Almarhumah kebetulan memang menginap disini dan meninggalnya disini juga."
"Kami sudah memghubungi orang tua dan keluarga Almarhumah yang lain. Jadi untuk sementara jenazah Almarhumah disini. Dan apabila keluarganya tidak kunjung datang menjelang esok pagi. Maka jenazah Almarhumah Ega kami yang selanggarakan pemakanannya."
"Oya. Sekalian saya mau memperkenalkan tuan rumah ini. Perkenalkan ini Alexa istri sah saya. Kami sudah menikah hampir dua puluh hari. Dan kami belum sempat menyelenggarakan pesta, karena Alhamdulillah istri saya seorang desainer yang lumayan banyak pelanggannya sampai Mancanegara. Jadi dia harus selesaikan pesanan Desain para pelanggannya dulu. Baru setelah itu kami bisa mnyelenggarakan pesta dan teman-teman pasti bakal di undang!" jelas Agung dengan rinci. agar tidak adalagi pertanyaan yang aneh-aneh dari temannya.
Semua terdiam. Bisik-bisik tidak jelas tadi seketika menghilang dan Alexa hanya bisa terpana melihat keberanian Agung. Dia tidak menyangka, suaminya yang masih bocah katanya itu. Sanggup berbicara dengan baik dan benar dalam membungkam gosip-gosip tidak jelas itu. Bahkan Agung tidak malu mengakui dirinya yang saat ini lumpuh sebagai istri sah nya. Sungguh Alexa terharu dan mencoba menahan air mata yang mulai menggenangi mata indahnya. Tapi sayangnya sebuah air mata tetap lolos di ujung mata cantiknya itu.
Agung kemudian melihat ke arah Alexa sambil memegang tangan lembut gadis itu dan tentu saja Alexa langsung menyandarkan kepalanya ke dada Agung. Agung membalas dengan memeluk dan memgusap lembut rambut Alexa.
*******
Esok paginya. Ternyata memang tidak satupun keluarga Ega yang datang. Bahkan Sepupunya mbak Anya seakan pura-pura tidak mengenal Ega. Padahal Alexa dengan sengaja memberikan kabar pada semua karyawannya tentang kematian Ega yang mana proses pemakamannya dilakukan oleh pihak Alexa. Dengan Maksud Mbak Anya datang dan mengatakan Ega keluarganya.
__ADS_1
Tapi sayang. Sepertinya karena takut Alexa mengetahui ada hubungan kekeluargaan antara dia dan Ega, maka dia pura-pura seakan tidak mengenal Ega. Benar-benar cantik permainan Mbak Anya. Sampai setega itu dia untuk menutupi kejahatannya.
Proses pemakaman selesai. Teman-teman Agung dan Alexa sudah tidak ada lagi di pemakaman. Alexa pun memilih untuk melakukan terapi nya yang kedua. Sedangkan Haikal yang memang tidak mengenal Ega. Dia sama sekali tidak acuh dengan Ega maupun pemakan Ega.
******
Sesampai di rumah sakit
Alexa sudah menjalani terapi satu kali. dan Alhamdulillah kaki Alexa mulai bisa digerakan dan sudah tidak mati rasa lagi. Dan setelah terapi kedua ini, rasanya Alexa lebih nyaman.
"Gimana mbak? sudahkah bisa merasakan kaki nya saat aku pegang? " tanya Agung.
"Alhamdulillah. Udah Gung. Aku udah bisa merasakan setiap sentuhan kamu Gung!"
"Ya Allah, senang banget. Rasanya udah ringan. kayaknya aku mau coba jalan lagi Gung" kata Alexa.
"Yuk sini aku bantu. berdiri yuk!"
Agung kemudian memegang kedua tangan Alexa dan memapahnya untuk beridii.
"Coba jalankan kaki mbak!" perintah Agung.
Alexa kemudian melangkahkan kaki nya perlahan. Dan benar saja, Kaki Alexa sudah bisa di langkahkan. meski pelan. Tapi Alexa sudah sangt senang. Karena dia sudah mulai bisa jalan. Dan kali ini Agung sengaja melepaskan tanganya perlahan. Dengan maksud. Agar Alexa bisa berjalan sendiri. Dan Ternyata benar saja. Alexa sudah bisa jalan sendiri dengan memegang dinding-dinding ruangan.
"Gung?" Alexa menyebut nama Agung. Agung mendekat.
"Ya Sayang?" Agung menatap Alexa sambil tersenyum manis.
"Aku sudah bisa jalan Gung. Aku udah bisa jalan!" ucap Alexa penuh kebahagiaan.
"Iya mbak. Selamat ya sayang. Berkat sabar dan sifat pemaaf kamu. Allah tidak tega membuat kamu lama-lama merasakan kesedihan karena kaki yang tidak bisa di gerakn!".
Alexa kembali terharu oleh kesabarn Agung dalam menghadapi Alexa. Kemudian Agung memeluk erat istrinya dan mereka saling pandang lalu berciuman.
"Ehem"
__ADS_1
Suara deheman menghentikan ciuman mereka. Ternyata mereka lupa. Kalau disana mereka tidak hanya berdua. Ada dokter spesialis terapi Alexa juga di sana.
" Eh Dok"
Agung kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Maaf ya Dok. Saking bahagianya, kami jadi lupa. Kalau ada Dokter si sini!" ucap Alexa.
"Haha.. tidak apa-apa. Tenang saja, saya bisa pahami dan merasakan kebahagiaan kalian. Jadi tidak ada masalah bagi saya."
"Sebentar. Saya buatkan resep dulu ya!"
Dokter kemudian duduk dan membuatkan catatan beberapa resep untuk pemulihan stamina Alexa dan juga beberapa vitamin. Agar Alexa kondisi tubuhnya tetap terjaga.
"Apakah Alexa masih harus balik kesini dok? tanya Agung lagi.
"Oh tidak perlu. Alexa sudah pulih seperti sedia kala. Dia hanya harus sering-sering olah raga ringan, jalan santai di pagi hari. agar ototnya mulaj kembali beraktifitas dengan baik." Ucap Dokter.
"Baiklah Dok. Makasih ya Dok. Saya senang bisa berkenalan dan di tangani oleh dokter. Karena Dokter termasuk Dokter yang sabar memberikan terapi. Jadi sekali lagi Makasih ya Dok" ucap Alexa.
"Sama-sama"
Alexa dan Agung kemudian kembali pulang. tapi Alexa masih harus menggunakan kursi roda untuk sampai ke mobil. karena ruangn Alexa terapi dengan parkiran rumah sakitnya sangat jauh. Jadi Alexa tidak mungkin langsung melakukan perjalan yang melelahkan.
Sesampai di dalam mobil.
"Maksih ya sayang. Kamu benar-benar suami yang sangat penyabar" ucap Alexa.
"Sama-sama sayang. Aku bisa sesabar ini. Semua karena cintaku untukmu!"
Agung kemudian, mencium hangat kening Alexa.
Bersambung*****
Oya sambil nunggu up aku yang baru. Jangan lupa mampir ya ke Novel teman aku. Yang nggak kalah seru juga.
__ADS_1