
"Selamat sore" Agung memasuki butik Alexa dengan senyum dan salam hangat untuk semua karyawan Alexa, disana..., saat pintu terbuka, yang pertama menyambut kedatangan Agung Adalah Tika. Tika dengan jelas langsung menghampiri Agung.
"Sore mas, mas Agung mau jemput mbak Alexa? " tanya gadis muda itu dengan senyuman yang dibuat semenarik mungkin.
Pakaian Tika terlihat lebih minim dibanding hari sebelumnya, dia menggunakan oblong ber krah yang bagian bahunya setengah terbuka dan sedikit memperlihatkan belahan dada nya, serta dipasangkan dengan rok mini diatas lutut yang ngepas dan sepertinya ada belahan sisi kiri dan kanan nya. Rok yang minim itu memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih dan termasuk ideal dengan sebuah highils hitam terpasang di kaki mulus itu.
Agung hanya tersenyum dengan sapaan Tika, dan berlalu melewati Tika dan dia langsung menuju ruangan Alexa.
"Hai cantik" sapa Agung begitu berada di ruangan Alexa.
Alexa langsung melirik ke arah Agung dengan sedikit senyum tipis lalu senyum itu kembali menghilang seketika dan Alexa kembali asyik dengan pekerjaan nya. Alexa terlihat sedang duduk di kursi kerjanya sambil memegang sebuah pensil dan sebuah coretan gambar di atas meja kantor nya itu. Dia terlihat sangat serius. Lalu tiba-tiba tersenyum dan melanjutkan mencoret-coret sebuah kertas sketsa yang seperti nya baru setengah jadi. Tidak lama kemudian Alexa berdiri dan berteriak
" Yeaa... , akhirnya kelar, ini dia yang aku mau. Ini pasti cocok dengan pasangan kemaren". Alexa tersenyum puas sambil berkacak pinggang dan melihat penuh kemenangan pada gambar sketsa yang ada di atas mejanya.
"Ya ampun, dia cantik sekali dengan senyuman penuh kemenangan itu" gumam Agung dalam hati sambil melihat Alexa yang asyik menatap dan memuji muji sendiri karya nya. Ternyata Alexa yang dingin bisa terlihat sangat manis dan penuh senyum ketika berada dalam ruangannya yang hanya ditemani sebuah pensil dan kertas. Sosok Alexa menjadi semakin sempurna dengan kecantikan dan kejeniusan nya itu.
"Aku...., aku akan membuat senyuman itu selalu menghiasi bibir mu yang cantik itu saat berada di dekat ku Alexa, karena tujuan ku hanya satu. Yaitu, mengeluarkan mu dari kesepian yang telah kamu bentuk semenjak kecil".
__ADS_1
Agung masih berdiri dan memandang Alexa dengan rasa bahagia yang ikut terpancar oleh kebahagian pujaan hati nya itu.
"Kamu kenapa? sampai kapan kamu mau berdiri disana? " tanya Alexa kembali dengan nada dingin, setelah selesai berbahgia ria oleh karya nya tanpa memikirkan atau malu dengan keberadaan Agung di sana.
Alexa bisa bersikap dingin kepada Agung selagi Agung tidak berdiri dekat di sisi nya. Tapi, apabila Agung sudah berdiri dekat dengan nya, Alexa kerap kehilangan kendali oleh tatapan dan sentuhan-sentuhan kecil pemuda itu.
"Hm... tidak, saya hanya menikmati pemandangan keindahan sunset diruangan ini" ucap Agung sambil mendekati Alexa.
"Sunset? dimana? " tanya Alexa bingung melihat ke kiri dan ke kanan, karena bagaimana mungkin di ruangan ini bisa melihat sunset, selama dia berada dalam ruangan ini, dia sama sekali belum pernah menyaksikan yang namanya sunset. Agung sudah berdiri tepat di depan Alexa.
"Bagaimana mungkin mbak bisa melihat dan menikmati pemandangan itu?, jika keindahan sunset itu adalah dirimu sendiri yang sedang berbahagia atas sesuatu hal!. Kamu tau mbak? senyuman kebahagiaan mu itu, bagaikan keindahan sunset yang menyejukan mata dan dinantikan oleh semua orang detik-detik nya hingga mentari itu benar-benar lenyap.
Perlahan Alexa membuka kembali matanya dan melihat lurus ke mata Agung dengan pandangan yang sedang terhanyut dalam kenikmatan sentuhan kecil itu. Agung membalas tatapan itu dengan pandangan meminta izin untuk mencium Alexa dan Alexa membalas tatapan itu dengan pandangan yang sama, hingga akhirnya bibir seksi Alexa berhasil dipagut oleh Agung dengan lembutnya.
Alexa mendorong pelan tubuh Agung. Tapi, Agung berhasil menangkap kembali tubuh Alexa dalam pelukannya. Telpon kantor pun berdering.
"Ayolah biarkan telpon itu, jangan merusaknya kali ini sayang" ucap Agung.
__ADS_1
"Maaf, aku nggak bisa, aku yakin itu klien penting, karena aku memang menunggu telpon itu dari tadi" ucap Alexa kembali mencoba melepas pelukan Agung dari tubuh nya, Namun gagal dan Alexa menatap ke mata Agung dengan tatapan memohon.. Agung terpaksa melepaskan Alexa, karena dia tidak sanggup menolak permintaan pujaan hati nya itu.
Bagi Agung Alexa saat ini adalah prioritas nya, tidak akan sedikitpun dia melukai Alexa. Justru dia akan melindungi wanita nya sebaik mungkin, meski wanitanya itu maaih saja dingin. Tapi Agung tau, dia bisa merasakan Alexa mempunyai debaran untuk nya
Alexa mengangkat telpon dan berbicara dengan seseorang diseberang sana.
"Ya..., saya akan segera menemui mereka" ucap Alexa.
Alexa kemudian menutup telpon dan membawa sketsa yang tadi di lukis nya itu keluar dari ruanganny. Sesampai di depan pintunya Alexa lalu berpaling ke belakang, tepat dimana Agung berdiri.
"Jika kamu mau pulang dulu silahkan, karena aku akan sangat lama dengan klien yang ini" ucap Alexa tegas. Seketika Alexa yang manis tadi lenyap, Dan Agung hanya mengangkat kedua bahunya sambil menarik nafas dalam.
"Alexa..., sikap kamu ini yang bikin aku semakin semangat untuk meruntuhkan nya" ucap Agung bergumam sendiri sambil tersenyum nakal di ujung bibir nya dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Satu jam sudah berlalu, Alexa selesai dengan tamunya dan segera kembali ke ruangan nya. Alexa melihat Agung tertidur di kursi kerja Alexa, Alexa lalu mendekat dan memandang Agung lekat. Agung terlihat dewasa sekali dengan stelan kemeja putih dan levis hitam yang dikenakannya, Alexa kemudian memandang nya lekat.
"Kamu tau? kamu sangat tampan dan baik sekali, sungguh kamu sudah membuat debaran yang luar biasa padaku Agung. Tapi...., usia mu yang masih belum dewasa membuat aku benar-benar takut untuk menyerahkan hati ku padamu" ucap Alexa pelan, seakan berbisik di ditelinga Agung.
__ADS_1
Alexa sendiri tidak tahan melihat wajah tampan itu tertidur dengan manis di kursi nya itu. Alexa mencondongkan muka nya ke wajah Agung hingga dia bisa merasakan hembusan nafas Agung yang terlelap, dan.... Cup. sebuah sentuhan bibir mendarat di bibir Agung. Tapi Agung sangat lelap hingga dia tidak merasakan bahwa Alexa baru saja mencium bibirnya.