Lelaki Bayaranku

Lelaki Bayaranku
Hamil Bohongan


__ADS_3

Sesampai di parkiran rumah nya yang lumayan besar, Alexa melihat banyak mobil berjejer, dia pun mulai merasa dalam keadaan yang tidak baik-baik saja, kenapa begitu banyak mobil?, apa yang sedang di rencanakan Mom and Dad? gumam Alexa. Alexa kemudian memasuki rumah nya, saat Alexa berada di ujung pintu ada banyak orang di dalam ruang tamu mereka dan tentu saja kedatangan Alexa membuat mereka beralih pandang ke Alexa. Dan beberapa dari mereka mulai berbisik tidak jelas.


"Hai sayang", Daddy kemudian mendekat dan memegang pundak ku, "ayo masuk, semua sudah menunggu mu Sayang", ucap Daddy. Lalu Daddy menggiring ku ke ruang keluarga, di sana sudah terlihat beberapa orang juga sedang berbincang bincang, dan kehadiran kami menghentikan percakapan mereka. "Perkenalkan ini putri saya Alexa", Aku hanya diam lalu tersenyum kecil melihat ke arah mereka. Mereka terlihat asing bagi ku, tapi ada beberapa yang aku kenal, seperti Bi Sandra dan seorang pria yang wajah nya tak asing oleh ku.


"Sayang perkenalkan, ini om Andre, dia suami nya bibi kamu, bi Sandra dan yang di sebelah nya adalah Haikal, dia anak bi Sandra ". Seorang pemuda berwajah tampan, tinggi, tubuh tidak terlalu kurus dan tidak terlalu gendut, rambut nya rapi dan dia terlihat pendiam. "Hai" sapa ku, ke arah nya, lalu aku kembali berpaling ke arah Daddy tanpa menunggu balasan dari pemuda itu.


"Dad, Alexa capek, Alexa ke kamar dulu ya, dan kayak nya Daddy juga lagi banyak tamu, Alexa mau istirahat dulu", Ucapku. Lalu aku melangkah menuju kamar ku. "Tunggu Alexa, kamu tidak akan ke mana-mana", ucap Daddy Tegas. "Sayang jelaskan kepada Alexa mengapa kita semua ada di sini, ucap Daddy ke Mommy. Mommy lalu mendekat dan memegang tangan ku. "Sayang, kita semua berkumpul di sini saat ini untuk mengadakan pernikahan", ucap Mommy sambil tersenyum. "Pernikahan? , pernikahan siapa Mom?" tanya ku lagi. Pernikahan kamu nak, pernikahan kamu dengan Haikal". Aku melepaskan tangan Mommy dan perlahan mundur.


"Nggak Mom, Mommy jangan ngawur, untuk apa aku menikah mendadak seperti ini?, dengan orang yang nggak aku kenal lagi", ucapku tegas. "Siapa bilang dia nggak kamu kenal nak", bibi Sandra tiba-tiba nimbrung di percakapan kami. "Dia Haikal anak bibi satu-satu nya, Kalian dulu sudah pernah bertemu waktu kecil saat di kampung. Bi Sandra kemudian mendekati putra nya itu. "lihat lah Alexa, bukan kah Haikal sangat tampan?" dan dia sekarang sedang kuliah di universitas *** bagian administration, jadi dua tahun lagi dia akan lulus dan bisa membantu mengelola management bisnis kamu sayang". Ucap bi Sandra tanpa rasa malu. Dan anak nya malah tersenyum manis dengan ketidak sopanan Mama nya berbicara soal mengelola.

__ADS_1


"Nggak, maaf aku nggak mau", lalu aku meninggal kan mereka dan masuk ke kamar ku. "Alexa! ", Daddy berteriak menyebut nama ku. Tapi, aku sama sekali tidak berhenti. Sesampai di kamar aku lalu merebahkan tubuh ku, di luar sana, di balik pintu, Mommy dan Bi Sandra menggedor-gedor pintu sambil membujuk ku, tapi aku nggak peduli, kupejamkan mataku dan kututup telinga ku dengan hands-free.


Ya Tuhan, ada apa dengan hidup ku, dulu aku selalu dibiarkan sendiri, dan aku mencoba memahami kesibukan mereka yang katanya demi masa depan ku. Padahal aku sangat merindukan kasih sayang mereka, tapi aku kesamping kan, aku memilih untuk diam dan menikmati hidup ku dalam sepi. Tapi, begitu aku telah mandiri dan tidak butuh mereka mengatur hidup ku lagi. mereka malah datang seakan begitu takut aku kesepian dan melakukan hal bodoh. dengan menikah kan aku dengan seseorang yang aku sendiri tidak tau latar belakang hidup nya selama ini . Hal gila apa lagi yang harus aku hadapi Mom? Dad?. lirih ku perih di Hati.


Sekitar setengah Jam kemudian terdengar suara ketukan pintu lagi, dan sepertinya itu suara Daddy. Ya Daddy yang mengetok pintu kamar ku, "Alexa, buka pintu kamarmu sayang, atau Daddy akan mendobrak nya dan masuk secara paksa" ucap Daddy marah. Aku tau Daddy tidak pernah main-main dengan ucapan nya, akhirnya aku berdiri dari ranjang dan membuka mataku yang hampir terlelap, kulihat Jam tangan ku, hm.... seharusnya Agung sudah sampai.


Aku bangkit dan membuka pintu kamar ku, "Daddy tidak perlu memaksa masuk, biar aku yang keluar" ucap ku. Lalu aku berjalan menuju ruang tamu. "Kenapa kesana Alexa, kita bicarakan semua di ruang keluarga. Aku tidak mendengarkan apa yang disuruh Daddy, aku tetap berjalan menuju ruang tamu dan duduk di sana, sementara disana masih ada dua orang asing yang tidak beranjak dari tempat duduk nya semenjak aku pulang tadi. "Kalian siapa ?", tanyaku sinis. "Kami dari kampung, saya adalah kiai yang akan menikahkan nak Haikal, dan beliau adalah yang akan jadi saksi nanti nya" jawab salah satu dari mereka .


Aku lalu berdiri dari duduk ku. "Dad, dengar...., Alexa gabakal menikah dengan dia, apa alasan Daddy tiba-tiba ingin menikahkan Alexa?, Alexa berbuat apa Daddy? Alexa ingin menikah dengan lelaki pilihan Alexa dan itu pun bukan sekarang Dad", ucap ku Tegas. "Kamu tidak perlu tau kenapa? yang jelas Daddy gamau kamu keluyuran sendirian tidak jelas lagi dan mencoreng nama baik keluarga kita, hari ini kamu akan menikah dengan Haikal , bulan depan kita akan buat resepsi besar-besaran". Ucapan Daddy makin tidak masuk di akal ku.

__ADS_1


"Sekarang mandi dan kenakan pakaian ini nanti", ucap Daddy memberikan sebuah kotak besar pada ku", Ini apa Dad?" tanyaku lagi. Itu pakaian yang harus kamu pakai. Nanti mommy akan membantu mu memakainya". Daddy benar-benar kelewatan. " Nggak..., aku nggak bakal menikah dengan dia" ucap ku tegas lagi. Dady lalu menarik ku, "Darling bawa dia kekamar untuk berganti pakaian" Mommy kemudian mengikuti Daddy memegangi ku, begitu juga dengan Bi Sandra, Aku menolak diajak kedalam, aku bertahan dan memegang kursi tamu sambil berteriak dan menangis.


"Dad plisss...., jangan begini, jangan sakiti Alexa dengan bersikap seperti ini Dad" rengek ku memohon, tapi tidak didengarkan. " Lepaskan... dia", tiba-tiba sebuah suara datang dari arah pintu tamu. Aku lalu menoleh dan semua pun ikut berhenti menarik ku. "Agung.... " ucapku, kuhapus Air mataku lalu aku berlari memeluk nya, "Agung.... kamu datang" tangisku pecah dan dia langsung membalas memeluk ku.


"Siapa kamu? " Lancang sekali kamu masuk kerumah ku dan memeluk putri ku" , ucap Daddy geram. "Maaf om saya tidak bermaksud lancang, saya ke sini murni untuk menjalin silahturahim", ucap Agung gentle.


"Kamu datang disaat yang tidak tepat, kami saat ini sedang ada acara keluarga silahkan kamu datang lain waktu" ucap Dad dengan tegas. "Sekali lagi maaf om, saya tidak bisa pergi, justru saya datang tepat pada waktu nya". Agung kembali menjawab ucapan Daddy Alexa, malahan dengan lebih tegas dan berani.


"Lancang sekali kamu, bocah tengil seperti mu mau ikut campur urusan keluarga ku ya? " Daddy lalu mendekati kami dan berusaha menarik tangan ku, tapi...., Agung sangat gesit, Dia lalu maju berdiri di depanku, menghambat Daddy yang ingin menarik tangan ku". "Maaf om, jangan paksa Alexa untuk menikahi orang yang tidak dia kenal", Agung mulai angkat suara menentang Daddy. "Apa hak kamu ikut campur urusan saya dan putri saya? " Daddy sangat geram dan mengangkat krah kemeja Agung. Agung hanya diam dan kembali bicara. "Saya sangat berhak om", jawab Agung tegas, "apa maksud kamu?".Ucap Daddy lagi dengan geram. "Karena Alexa sedang mengandung anak saya, jadi saya berhak atas apapun untuk calon istri dan anak saya ". Agung berbicara dengan tegas dan jelas. "Ka....ka mu? ", Daddy terdiam dan melihat marah ke arah ku.

__ADS_1


Agung memutar kepala nya ke arah ku yang berada dibelakang sisi kanan nya, dan mengangguk seakan memberi aba-aba. Aku mengerti maksudnya, lalu aku tiba-tiba mual-mual dan berlari ke kamar mandi, di kamar mandi aku mengorek sedikit tenggorokan ku, agar aku muntah-muntah. "Hah....? apa yang terjadi ini? " bi Sandra mulai terdengar ngomel tidak jelas dari kamar ku yang sengaja tidak aku tutup pintu nya, agar mereka mendengar suara mual-mual ku.


__ADS_2