
"Baiklah, nanti kita lanjutkan pembicaraan kita dirumah" , kemudian aku menutup telpon dan langsung pulang menuju ke rumah, dirumah sudah ada istri ku , Ratih dan sepupu nya Sandra. Aku sebenarnya kurang menyukai Sandra, tapi belakangan Sandra setiap sebentar menghubungi kami. karena yang dia bicarakan mengenai Alexa, putri semata wayang ku yang sangat berharga, makanya aku mau meninggalkan semua pekerjaanku yang sekarang pun sedang terbengkalai.
"OK langsung saja Sandra, apa maksud kamu sebenarnya, "Begini mas aku kemaren itu kan sempat mendengar Alexa bicara soal club dan minuman gitu, ditambah lagi kita peernah pergoki dia pulang pagi, apa mas yakin dia hanya sekali itu pulang pagi? . Aku juga sempat makan siang berdua dengan Alexa mas, dia terlihat kesepian sendirian.Dan dia bertanya apa semua orang tua sibuk seperti Mommy and Daddy nya. "Lalu kamu pikir Alexa gadis yang tidak baik gitu?, dan kami orang tua yang buruk? " .Aku langsung menebak kemana arah pembicaraan nya.
"Bukan begitu mas, maksud aku, kenapa kita gak nikahin Alexa mas, kasian dia hidup sendirian dirumah yang sebesar ini dan dia hanya menghabiskan waktu untuk bekerja, lalu saat lelah karena bekerja Alexa gapunya teman mas, dan dia jadi menghabiskan waktu nya di Club, takutnya nanti dia didekati oleh orang jahat mas, Alexa kan cantik mas". Sandra mencoba menjelaskan apa maksud pembicaraan nya, dan aku pun sadar, semua ucapan nya ada benar nya, anak ku Alexa tidak pernah punya teman dekat, tidak ada salah nya dia aku nikah kan agar dia tidak kesepian, tapi dengan siapa nya aku belum tau, karena Alexa tidak pernah dekat dengan lelaki, bahkan dia tidak punya teman perempuan. Mungkin memang lebih baik dia dinikahkan .
__ADS_1
"Baiklah aku akan menikah kan nya, tapi dengan siapa? anak ku tidak pernah pacaran selama yang aku tau". ucap ku menyebutkan hal tang sebenarnya. "Dia butuh pendamping hidup yang baik mas, yang sudah terbiasa mandiri juga". ucap Sandra. "Siapa? " tanyaku ketus. Putra ku Haikal, dia lulusan Pesantren ** dikampung, dia sangat pintar Agama nya, dia juga anak yang baik dalam bersikap, dia pasti bisa membimbing Alexa". ucap Sandra memuji anak nya. "Bukan kah dia lebih muda dari Putri ku? " tanya ku kemudian. "Iya mas, tapi dia tetap lebih bisa bersikap lebih dewasa dan membimbing Alexa, umur bukan tolak kedewasaan seseorang mas". jelas Sandra lagi. Lalu aku menoleh kepada istriku " bagaimana honey? ". tanya ku padanya. Istri ku seperti biasa hanya menurut saja, "terserah mas, mana yang bagus menurut mas saja, aku percaya keputusan mas yang terbaik untuk putri kita". Ucap Ratih.
"Baiklah suruh putramu kesini siang ini juga, aku ingin bertemu dengan nya" ucap ku lagi. Tentu aku harus tau lelaki seperti apa yang akan menikahi Putri Semata wayangku. "Tapi mas, Haikal dia masih kuliah, dia pastinya minder karena belum bekerja untul menikahi Putri mas yang nyaris sempurna", Sandra tiba-tiba malah ragu. "Maksud mu apa? ", tanyaku sambil mengangkat sebelah alis ku . "Bagaimana kalau Haikal di kasih pekerjaan mas, dan dia juga tinggal disini bersama Alexa, Haikal kan kuliah jadi dia selama ini nge kos, nah maksud aku biar mereka serumah sebelum pernikahan mas.
"Soal itu kamu jangan khawatir, mulai besok dia bisa bekerja sebagai Manager di perusahaan ku, dan dia sudah bisa tinggal disini hari ini juga, selain dia keponakan istri ku, dia akan kunikah kan dengan putri ku hari ini juga, makanya suruh dia kesini sekarang, jika aku sudah bertemu dia, aku akan putuskan mereka menikah atau tidak. Ucap ku tidak main-main, karena semua ini semakin diundur hanya semakin membuang waktu ku.
__ADS_1
"Baiklah mas, saya akan panggil penghulu nya, saya akan suruh suami saya bawa penghulu sekalian kesini sekarang, kalau disuruh sekarang pasti sebelum Jam lima mereka sudah sampai di kota ". Ucap Sandra sangat semangat. "OK kamu atur saja, begitu penghulu dan suami kamu sampai disini saya akan suruh Alexa pulang". ucap ku lagi. "Masalah pekerjaan tadi bagaimana mas? " Sandra benar-benar tidak ada akhlak, beda sekali dengan suami dan anak nya. "Tenang saja, lalu saya melakukan panggilan telpon ke HRD kantor, " siapkan berkas untuk pengangkatan Manager baru, Atas nama Haikal, iya.... buat tanggal penerimaan besok, agar besok dia sudah bisa mulai masuk kerja". lalu aku mematikan telpon ku. "semua soal pekerjaan sudah beres, dan masalah rumah, dia sudah bisa tinggal disini terhitung hari ini.
"Sayang, bilang bibi siapkan kamar untuk Haikal, yang dibawah saja dulu, karena kita tidak tau apa Alexa mau dinikah kan hari ini atau tidak. " Ucap ku ragu. Selama ini Alexa tidak pernah membantah perintahku sama sekali, tapi tidak tau mengapa, rasanya kali ini Alexa tidak akan mudah di tundukan, karena selama ini dia sudah terbiasa sendiri, bagaimana mungkin dia bisa menerima orang asing langsung untuk berbagi kamar dengan nya. Jadi kalaupun mereka sudah menikah, aku belum bisa memaksa mereka untuk berbagi kamar, mereka butuh waktu untuk menyesuaikan diri.
Hari Sudah menunjukan pukul lima sore, aku meminta istri ku untuk Me nelpon Alexa dan menyuruh dia segera pulang, karena suami Sandra dan penghulu sudah datang, penghulu juga didampingi seorang saksi pria, semua seakan sudah di atur Sandra dengan baik. sehingga semua berjalan lancar sesuai waktu yang direncanakn. "Mas , Alexa gamau pulang, katanya dia balik nanti Jam enam sore " istri ku memberikan laporan mengenai keputusan Alexa di telpon. Lalu langsung saja aku yang menelpon nya. "Daddy minta kamu pulang sekarang juga" Daddy tidak terima alasan apapun". ucap ku tegas. Ya Tuhan semoga aku tidak salah mengambil keputusan dengan menikah kan putri ku dengan pemuda ini. Karena bagaimana pun aku hanya ingin yang terbaik untuk putri ku, semenjak aku memergoki nya pulang pagi, aku benar-benar tidak tenang.
__ADS_1
Ternyata Tuhan memang menyayangi putri ku, saat aku mengambil keputusan untuk menikah kan putri ku karena hasutan seseorang (adik ipar ku) Lelaki seperti Agung datang disaat yang tepat. Aku tidak tau apakah Agung lelaki yang baik, tapi dengan kedatanganya yang dengan gagah berani dan bertanggung jawab aku merasa dia lelaki yang tepat untuk putri semata wayang ku. Haikal juga seperti nya lelaki yang baik, hanya saja, dia terlihat sangat penurut dengan ibu nya Sandra, Apalagi Sandra terlihat licik. bukan nya aku tidak suka anak yang penurut dengan orang tua nya. masalahnya seorang lelaki itu harus mempunyai prinsip dalam hidup dan mempunyai ketegasan dalam memimpin rumah tangga, dan itu aku lihat ada pada Agung.