
Dan siang itu aku sudah sampai kerumah bersama papa dan ku antar papa ke kamarnya dan duduk di samping papa, papa istirahat saja jangan kerja dulu kataku iya kamu juga istirahat papa udah gak papa
ya udah aku tinggal ke kamar dulu,dan aku masuk ke kamar ku lagi yang sudah aku tinggal kan hampir satu bulan, dan masuk lagi ke kamar, kulihat kamarku masih seperti saat ku tinggal dan bersih pasti slalu di bersihkan sama bibik rasanya sangat rindu dengan kamar ku dan langsung tiduran di ranjang ku dan rasanya sangat nyaman kembali ke kamar ini.
berbeda dengan seorang Tama Arya yang panik dan gelisah mengingat istri gak pulang malam ini dan gak tau kemana perginya Putri dari semalam dia belum tidur lantar mencari istrinya Takut kenapa-napa.
pusing mau cari kemana lagi dan dia Sangat menyesali kebodohannya karena gak punya nomor handphon istrinya sendiri.
saat pulang dari cafe sampai di rumah dia belum melihat mobil istrinya padahal putri slalu sampai rumah duluan sebelum dia pulang kerja, mungkin masih dikantor kali ada kerjaan mendesak itulah di pikiran nya, mengingat masih jam sembilan malam
sudah lama dia menunggu di rumah tapi belum jugak ada datang istrinya membuat dia khawatir dan takut kenapa Napa Dengan istrinya, akhirnya dia putus untuk pergi ke kantor tempat kerja istrinya dan sampai di sana kantor sudah sepi dan saya bertanya pada satpam apakah masih ada karyawan yang kerja, maaf mas jam segini karyawan sudah pulang semua dan kantor juga sudah tutup kata satpam, kalau sudah tutup berarti putri juga sudah pulang dong pastinya kataku. sebenarnya aku pernah mengikuti istriku makanya aku tau tempat kerjanya
makasih pak kalau gitu ucapku pada satpam, dan berlanjut mencari di jalan siapa tau jumpa, mencari ke sana dan kesini tapi gak jumpa juga,jam sudah menunjukkan lewat tengah malam belum juga ketemu dengan putri dan tempat terakhir yang ku cari club malam tempat kerjaku yang dulu, siap tau di kempul lagi sama kawan nya. aku masuk dan mencari nya dan gak ada juga disitu terpaksa akhirnya aku kluar dan pulang siapa tau udah pulang dan sampai ternyata rumah kosong seperti Waktu ku tinggal.
dan berakhir dengan aku yang capek dan ketiduran di teras rumah bangun tidur kulihat hari sudah pagi aku terpaksa ke cafe dulu melihat cafe dan sejauh mana perkembangan nya.
__ADS_1
Non bangun disuruh bapak ke bawah! iya bik kataku rupanya aku ketiduran satu jam kamarku, dan langsung aku mandi dan turyke bawah di sana sudah ku lihat papaku sedang makan dan aku langsung ikut bergabung makan.
saat selesai makan papa bicara gimana pernikahan kamu, saat papa bilang pernikahan aku baru ke ingat dengan Tama dirumah, baik baik saja pa kataku kamu nyaman dengan pernikahan mu apa kamu merasa bahagia dan banyak lagi pertanyaan dari papa kalau kamu gak nyaman dengan pernikahan kamu,mending kamu pisah saja kata papa mendengar papa bilang begitu aku kaget.
aku gak tau pa apa aku bahagia dengan pernikahan ku sejauh ini tidak ada masalah dan aku nyaman"saja, dia jugak orang nya baik samaku dan selalu perhatian samaku biarpun aku belum cinta sama dia tapi aku takut kalau aku pisah sama dia dan aku hamil nanti, aku gak mau anakku nanti gak punya ayah
emang kamu yakin bakalan hamil kata papa, aku gak tau pa dan berat rasanya untuk aku memulai dengan orang baru mengingat selama ini aku susah menerima orang pa.
itu terserah kamu papa akan tunggu dan lihat pernikahan mu satu tahun ini kalau kamu gak Hamil mending kamu pisah saja sama dia kata papa dan aku hanya diam saja mendengar perkataan papa
yaudah papa tinggal dulu ada kerjaan papa yang lain dan besok papa mau berangkat ke Singapura ada kerjaan di sana, kamu pikirkan baik" nasehat papa.
Setelah kepergian papa aku habis kamu waktu dirumah dengan bercerita denga bik Ina asisten rumah tangga yang sudah mengurus aku dari kecil, non kalau ada waktu sering" main ke rumah ini lagi sekalian bawa suaminya jugak non itulah kata bik Ina, iya bik nanti kalau ada waktu pasti datang kataku
bibi doain semoga rumah tangga non menjadi rumah tangga yang sakinah, mawadah warohmah amin bik makasih doanya kataku.
__ADS_1
Sore itu aku langsung pulang kerumah tempat tinggal ku yang baru dan kulihat rumah masih kosong dan aku langsung masuk saja dalam rumah duduk sambil lihat lihat pekerjaan dan tak sengaja mataku melihat kedalam kamar Tama dan aku merasa aneh dan masuk kedalam sampai di dalam aku kaget melihat isi kamarnya hanya ada kasur tipis, bantal satu dan lemari kecil dan aku bayangkan kalau tidur pasti tidak nyaman sekali, aku merasa bersalah pada Tama padahal ini rumah sendiri dan dia sudah bersikap baik padaku tapi masih saja aku bersikap cuek dan sering marah dan gak peduli padanya.
aku mendengar ada suara motor datang dan yakin itu pasti Tama suamiku dan buru" aku keluar dari kamar dan duduk kembali di sopa dengan pira" main hanpone.
kulihat dia masuk kerumah dengan buru "dan langsung memeluk tubuhku dengan erat,kamu kemana aja dari semalam aku cari in kamu? kamu gak papa kan katanya dengan masih memeluk tubuhku, kamu bikin aku khawatir tau kalau mau pergi bilang, kasih kabar dulu syukurlah kamu udah disini, kamu jangan pergi lagi ya katanya.
Iya lepas dulu gak bisa napas aku, iya sorry habis aku khawatir sama kamu dan aku kangen sama kamu tau!.
kemarin aku ke rumah sakit papa masuk rumah sakit, apa masuk rumah sakit kok bisa emang papa kamu sakit apa?
kemarin sakit jantung papa kambuh dan terlalu capek mungkin dan kurang istirahat kata dokter, sekarang gimana keadaan papa kamu?, sekarang papa udah sehat dan dah baik" saja makanya aku pulang.
mana hanpone mu aku pinjam dulu, buat apa? kataku sini aja katanya dan di ambil nya hanpone ku disimpan nya nomor nya di hanpone dan langsung di telepon terdengar suara panggilan ini no ku, lain kali kalau mau pergi kasih kabar biar aku gak panik.
ya maaf lagian kemarin aku panik dengar papa masuk rumah sakit.
__ADS_1