
"tolong kamu kasih ke jelasan sama anak ibu, kalau memang kamu gak bisa tegas tolong kamu lepaskan saja anak ibu! jangan kamu gantung-gantung, biar dia bisa mencari belahan hatinya atau aku bisa mencari istri baru untuk nya.
Putri terkejut mendengar ucapan mertua nya hati nya terasa sakit, begitu juga dengan Bu Berta
" ibu hanya ingin melihat Tama bahagia dengan pernikahan nya itu saja tapi ibu harap kamu mengerti dan mau ikut sebab sejauh ini cuma kamu yang cocok dengan anak ibu!
"terimakasih atas perhatian nya Bu Widya saya akan pastikan Putri ikut ke Indonesia bersama kalian aku senang kamu sampai datang kesini membujuk anak saya dengan itu saya sudah tau betapa keluarga kalian sangat menghormati yang namanya pernikahan dan dari sini saya tau kalau keluarga kalian dan Tama sangat sayang dengan anak saya, terimakasih telah menyayangi anak saya.
"jangan bilang seperti itu semenjak dia menikah dengan putraku dia sudah menjadi putriku juga.
setelah itu Bu Widya pergi karena masih banyak yang harus dia kerjakan
sedangkan Putri menangis seperginya Bu Widya
"kamu kenapa menangis? "sakit Bu rasanya mendengar kalau saya gak mau ikut saya harus melepas Tama!
"itulah yang dirasakan Tama mendengar ucapan papamu tapi apa coba? dia gak menyerah dengan mudah biarpun kalian sudah berpisah selama satu tahun dia tetap mencari mu bahkan dia tidak mencari pengganti mu! kalau mama di posisi kamu gak bakalan mama lewat kan kesempatan ini payah mencari seorang laki-laki seperti Tama yang betul sayang dan setia sama kamu.
"jadi aku harus gimana ma? "kamu ikut pulang ke Indonesia! "tapi aku takut dan malu sama Tama! "kamu siapkan barang-barang mu untuk ke Indonesia biar mama yang antar kamu kerumah Tama kita tidur nanti malam disana biar papa gak tau.
mendengar itu Putri memeluk mamanya "sudah jangan menangis lagi cepat kamu beresin barang mu!
"ibu habis dari mana dari tempat Putri yah "kenapa tadi gak ajak ayah sekalian "mana sempat tadi buru-buru ?
tidak lama dari situ tiba-tiba ada mobil yang datang
ternyata Putri bersama mamanya yang datang melihat itu Bu Widya dan Wijaya langsung menyambut nya
ketika masuk Putri langsung memeluk Bu Widya maafkan Putri Bu yang sempat bimbang tadi ucap Putri sambil menangis
"sudah jangan dipikirkan lagi yang penting kamu sudah disini kemudian Putri menyalami Wijaya
"Ayah apa kabar? "ayah baik-baik saja kamu jangan nangis lagi ucap Wijaya sambil menghapus air mata Putri
kemudian Bu Berta berkenalan sama Wijaya
__ADS_1
sementara itu Naomi memperhatikan kakak nya yang sudah gak mood untuk jalan-jalan "lebih baik kita pulang saja lagian kakak juga gak seru banyak melamun nya dari tadi
"maafin Kakak ya soalnya lagi banyak pikiran atau kita beli eskrim saja sebelum pulang gimana?
ketika sampai dirumah mereka masuk dan melihat Wijaya dan Widya diruang tamu sedang kan Berta sudah pulang duluan
"cepat amat pulangnya? "iya kak Tama gak asik dari tadi banyak melamun mending pulang aja!
"gak gitu kakak cuma kepikiran kerjaan saja dek, yasudah kakak ke atas dulu mau istirahat sekalian lanjutkan pekerjaan yang semalam.
sedangkan Putri saat ini lagi dikamar Tama istirahat sekalian menunggu Tama untuk pulang
ketika Tama masuk dia sangat terkejut melihat Putri yang tidur di ranjang nya dia gak tau apakah ini ilusi atau nyata tapi ketika diperhatikan dia melihat koper dan itu bukan kopernya berarti itu koper Putri pikir nya.
Tama duduk di bangku kerja nya dan memperhatikan Putri yang tidur dia sangat suka melihat wajah Putri yang tidur pulas sehingga membuat dia tidak tahan dan mengelus rambut panjang sang istri.
sedangkan Putri yang mendapat sentuhan membuat dia terbangun dan melihat Tama yang sudah ada di depannya dan sedang memperhatikan nya.
"maaf kalau membuat mu terbangun!
"maafin aku yang selalu kurang percaya diri dan gak berani mengambil keputusan! dan maafin juga dengan sikap Ku selama ini dan untuk tadi malam juga!
"aku gak mau pernikahan kita hancur dan aku mau ikut dengan kamu ke Indonesia dan tinggal disana bersama kamu!
kemudian Putri melepaskan pelukan nya sedangkan tama hanya diam memperhatikan wajah Putri yang menangis
"sudah jangan nangis lagi kamu tau sendiri aku paling gak bisa nengok kamu nangis apalagi marah sama kamu!
"kamu mau kan maafin aku? sedangkan Tama hanya diam melihat wajah Putri yang masih menangis "aku tau aku salah tapi aku akan berubah!
"iya aku maafin tapi jangan nangis lagi! mendengar Tama memaafkan nya Putri langsung memeluk Tama kembali
"jadi kamu sudah putuskan untuk ke Indonesia dan kamu yakin dengan keputusan kamu "iya aku sudah yakin!
mendengar itu Tama sangat senang dan merasa bahagia
__ADS_1
kemudian Tama mengelus pipi Putri dan membelai rambut panjang istrinya "kamu makin cantik saja aku jadi merasa sangat beruntung punya istri secantik kamu!
mendapat pujian dari Tama membuat wajah Putri memerah "jangan bilang begitu aku jadi malu!
"kenapa harus malu kan memang betul kamu makin cantik!
setelah itu Tama mencium bibir merah Putri sedangkan Putri dengan senang hati membalas ciuman dari Tama dengan mengalungkan tangannya di leher Tama dan duduk di pangkuan Tama.
saat ini keduanya sedang melepas rindu yang satu tahun tidak bertemu membuat ciuman mereka makin dalam saat keduanya sedang asik dengan permainan mereka Naomi masuk
"kak ayo turun ayah nungguin kakak dibawah itulah yang dikatakan Naomi setelah itu dia melihat kedua pasangan itu seperti sedang di lem menyatu dengan lengket nya membuat dia menutup matanya dan langsung keluar.
sedangkan Tama dan Putri langsung menghentikan kegiatan mereka
"ih kakak bikin mata Putri jadi ternodai! cepat turun ke bawah di tunggu ayah!
mendengar itu Putri makin malu dan memeluk Tama dengan erat "sudah gak papa ayo kita turun! mungkin ada yang mau diberitahu ayah sama kita!
"Bu siapa sih perempuan yang dikamar kakak bikin aku jantungan dan menodai mata cantik ku ini! "siap suruh kamu Main masuk aja gak ketuk pintu lagi kata ibu Widya
"benar tu Bu Tama juga kaget mendengar suara Tama Naomi melihat kakak nya turun bersama Putri
Naomi terkejut melihat Putri pantasan betah dikamar orang pawang nya disini seru Naomi membuat Putri jadi malu
sudah jangan dibahas lagi kata Bu Widya
kemudian Putri duduk dekat dengan Naomi dan langsung memegang tangan Naomi
"kamu jangan marah ya sama aku dengan sikap ku selama ini! "aku kesal si melihat kakak kemarin tapi dengan kakak yang sudah disini aku maafin deh!
mendengar itu Putri langsung memeluk Naomi dengan sayang begitu juga dengan Naomi membalas pelukan kakak iparnya itu.
"Ayah hanya memberi info kalau keberangkatan kita dipercepat menjadi besok siang karena ayah banyak kerjaan di Indonesia dan untuk mama kamu Putri sebaiknya kamu kasih tau biar menginap malam ini disini sehingga waktu bersama kalian lebih banyak lagi
setelah itu Putri langsung mengabari sang ibu dan ikut kembali duduk diruang tamu bersama Tama dan duduk disamping Tama
__ADS_1