
setelah mengantar Tama keruangan Putri Maya keluar dan memanggil sang resepsionis tadi!
"kamu jangan bikin yang kaya tadi kalau yang datang dia langsung kamu antar keruangan bu Putri! masih untung saya yang negur kamu jangan sampai Bu Putri bisa di pecat kamu kerja disini! ini peringatan pertama dan terakhir.
"maaf Bu kalau boleh tau emang siapa pria tadi? "asal kamu tau itu suami nya Bu Putri tapi jangan kamu kasih tau sama yang lain! nanti pada heboh lagi.
mendengar itu sang resepsionis menjadi takut dan merasa bersyukur di kasih tau sama Maya
"lain kali kalau jumpa kamu minta maaf sama suami Bu Putri! "baik bu!
diruangan Putri saat ini Tama sedang memperhatikan Putri yang sedang bekerja
setelah mengobrol tadi sebentar
"ayo makan dulu nanti aja lanjutin kerjaannya nanti kamu sakit! "bentar lagi nanggung ini sudah mau siap! dari tadi Putri bilang mau siap tapi jugak belum siap sudah setengah jam berlalu
melihat itu Tama langsung menarik tangan Putri "sudah nanti lanjutin lagi ayo makan dulu! "tapi!! "sudah ayo jangan ngeyel aku sudah datang kesini malah kamu diamkan dengan pekerjaannya kamu
mendengar ucapan Tama membuat Putri langsung ikut makan gak mau ribut lagi nanti karena sudah dia niatkan menerima pernikahan ini dan menerima Tama sebagai suami nya
"kamu mau di suapin? "gak usah aku makan sendiri aja biar sama makan kita!
makan siang kali ini Putri ditemani Tama dan itu membuat mereka tambah dekat dan lebih kenal dengan pasangan masing-masing.
setelah makan Tama memberikan pijatan untuk Putri "kamu kalau kerja jangan capek-capek jangan terlalu dipaksakan kalau kamu sakit nanti gak ada yang ganti'in posisi kamu kamu tau sendiri papa gak disini
"kan ada Maya! "iya kan gak semuanya Maya paham!
Tama menelan air liurnya saat melihat belahan buah semangka Putri sangat terlihat jelas karena Tama berdiri di belakang Putri yang sedang duduk.
merasa pijatan Tama makin gak enak membuat Putri melihat ke atas dan sadar akan pandangan Tama "kamu! dasar mesum ucap Putri berdiri menghadap Tama sedang tersangka hanya tersenyum saja
"gak sengaja tadi kelihatan lumayan rezeki kalau gak dilihat! "rezeki kamu bilang aneh kamu ucap Putri dengan muka yang memerah
__ADS_1
melihat itu Tama mendekat langsung memberikan ciuman mesra pada putri sedang Putri terkejut tapi membalas ciuman Tama
Tama semakin memperdalam ciuman nya dengan tangan yang langsung memegang buah semangka yang tadi dia lihat sambil memberi remasan pada buah semangka Putri
saat ini keduanya sudah tiduran di sopa dengan tama yang berada di atas Putri membuat permainan mereka makin dalam.
Tama yang merasa tidak ada penolakan langsung membuka kancing baju Putri secara perlahan sehingga membuat buah semangka itu kelihatan dengan ciuman yang masih berlanjut
ketika ciuman mereka berhenti Putri kaget dengan kancing bajunya yang sudah kebuka dan melihat Tama langsung membuka penutup semangka itu
melihat tangan Tama yang meremas buah semangkanya memberikan rasa yang Putri tidak tau, dia ingin menghentikan kegiatan ini tapi tubuhnya ingin melanjutkan nya
setelah puas bermain dengan semangka itu Tama langsung melahap nya dan membuat Putri mengeluarkan suara *******, Tama yang mendengar nya semakin semangat melahap nya
saat keduanya asik bermain tiba-tiba Maya masuk "Putri ini berkas yang tadi kamu minta!
saat melihat pergulatan di sopa membuat Maya salah tingkah maaf berkasnya ternyata salah ucap Maya langsung keluar.
sedangkan Tama dan Putri langsung menghentikan permainan mereka dan Putri langsung menutup buah semangkanya
"kamu sih kan jadi malu sama maya! ucap Putri "lah kok aku kan kamu juga menikmati! kata tama
mendengar itu Putri langsung diam dengan muka yang memerah Semerah tomat
"sudah jangan bahas lagi malu tau "kenapa malu sama suami sendiri! "tapi kan gak disini juga Tama!
"iya maaf aku gak tahan tadi ucap Tama sambil membetulkan rambut Putri yang berantakan
saat semua sudah rafi kembali Maya masuk dan melihat Putri sedang duduk dan minum dengan Tama
sedangkan Tama yang melihat kedatangan Maya langsung berdiri "yasudah aku pergi dulu nanti pulang nya jangan ke malam an ucap Tama dan memberikan ciuman sebelum pergi Maya yang melihat itu hanya membuang muka saja
setelah kepergian Tama baru Maya bicara "kalian ya gak tau tempat apa! masih syukur aku yang datang tadi coba orang lain?
__ADS_1
"sudah jangan di bahas lagi malu tau! "tapi kamu suka kan! "apasih May!
"gimana tadi dilanjutkan? "gak lah kan kamu datang! "berarti kamu berharap aku gak datang tadi! mendengar itu Putri jadi salah tingkah "sudah jangan di bahas lagi! kamu tunggu sini aku ke toilet dulu!.
Maya tertawa melihat tingkah sahabatnya itu
sedangkan putri di dalam toilet pribadi nya langsung merapikan pakaian nya lagi dan ketika bercermin dia melihat banyak bekas merah di buah semangka nya dan di leher juga ada, "aduh ini banyak banget merah-merah nya malah nanti aku ada rapat lagi!
kemudian Putri keluar dan mengambil perlengkapan makeup nya dan Maya yang melihat itu "buat apa itu put? "gak ada biar lebih press lagi may!
padahal Maya tau karena sudah melihat bekas merah di leher Putri tadi pas masuk
Tama yang sudah keluar dari kantor Putri langsung menuju tempat penjualan komputer dan labtob mau beli perlengkapan untuk kantor nya
mengingat kejadian tadi membuat Tama tersenyum dan merasa senang dengan hubungan nya bersama Putri
saat sedang belanja Tama dapat telpon dari Malik untuk buat desain sekolah dasar, mendapat kerjaan baru membuat Tama merasa sangat senang dan bersyukur
"baik pak Malik secepatnya desain nya akan saya kirimkan ke email bapak, dan pembicaraan pun sampai disitu
merasa apa yang dicari sudah lengkap Tama langsung membayar semua belanjaan nya.
"nanti belanjaannya bisa diantar ke alamat ini? " bisa pak nanti kam antar secepatnya, mengingat Tama hanya bawa motor saja dan belanja cukup banyak
dan saat ini Tama berada di kantor barunya sedang mendesain sekolah dasar.
saat sedang bekerja Tama dapat telpon dari ibu Widya dan langsung Tama angkat
"iya Bu ada apa? "ini Naomi lagi sakit gak mau makan maunya kamu yang suapin! "sakit! kok ibu gak bilang sama saya kali Naomi sakit bu!
"ibu takut ganggu waktu kamu makanya ibu gak bilang! "yasudah aku langsung kerumah! ibu bilang sama Naomi kalau aku mau datang.
"sudah ibu telpon bentar lagi kakakmu datang jadi ayo makan! "gak mau! aku maunya di suapin sama kak Tama kalau sama ibu gak mau! "kamu ini makan saja harus kakak mu yang suapin!
__ADS_1