
setelah perdebatan itu Tama dan Putri pergi meninggalkan kedua orang itu, keduanya kembali menuggu mama Berta dan gak berapa lama mama Berta Sudah berjumpa dengan Tama dan Putri.
saat melihat mama Berta Putri langsung berjalan dengan cepat menemui mama Berta dan memeluk nya dengan erat sambil menangis saking rindunya dengan sang mama sedangkan mama Berta juga begitu sesekali di usapnya punggung Putri.
"sudah jangan nangis lagi kan mama sudah disini! gak malu apa bentar lagi bakalan jadi seorang ibu! lihat ini kandungan kamu aja udah besar! "tapikan Putri kangen sama mama! "iya sayang! kemudian Tama juga menghampiri mertua nya dan menyalami mama Berta "lancar perjalanan nya ma? "iya lancar gak ada kendala dan mama juga sehat! "syukurlah kalau semuanya lancar, mending kita pulang dulu ya sayang! kasian mama capek di pesawat.
akhirnya mereka bertiga pulang kerumah dan dalam perjalanan Putri banyak bercerita kepada mama Berta tentang kehidupan sehari-hari dan kehamilan nya.
untuk sementara waktu mama Berta bakalan tinggal dirumah ayah Wijaya dan Tama walaupun sudah punya rumah sendiri belum dibolehkan untuk tinggal dirumah barunya masih harus tinggal dirumah ayah Wijaya.
begitu mereka sampai kerumah disitu sudah ada Bu Widya dan ayah Wijaya menyambut kedatangan mama Berta yang datang dari Jerman.
malam ini mereka sedang makan malam bersama dan Putri sudah tidak merasakan mual-mual lagi kalau mau makan.
untuk malam ini Putri sengaja tidur bersama Mama Berta dan Tama paham kalau istrinya ingin berduaan bersama mertua nya jadi dia membiarkan saja.
waktu malam berlalu dengan cepat saat mau bangun tidur Putri merasa perutnya sangat sakit! "haduh ma! perutku sangat sakit ma! "apa sakit "iya ma sangat sakit kata Putri sambil mencengkram sprei tempat tidur.
"sayang tenang jangan panik ya! perut mu baru sakit! "mulai dari semalam ma tapi kadang sakit kadang hilang ma!
mendengar penjelasan Putri mama Berta langsung keluar mencari Tama "Tama kamu dimana cepat Putri mau melahirkan! "apa melahirkan ma! iya cepat kita bawa Putri kerumah sakit!
__ADS_1
setelah mendengar itu Tama langsung masuk kamar tempat tidur mama Berta terlihat Putri sedang merasakan sakit diperut nya dengan cepat Tama langsung membawa Putri menuju mobil agar cepat dibawa kerumah sakit!
setelah itu Tama dengan cepat melajukan mobilnya dan keluarga Wijaya juga mengikuti mobil Tama dari belakang.
"cepat sayang aku gak tahan lagi ini sangat sakit yang! "iya sabar ya sayang! kamu yang tenang ya jangan panik bentar lagi kita bakalan sampai.
begitu sampai Putri langsung dimasukkan ke dalam ruangan dan di periksa
melihat keadaan Putri cepat persiapan ruangan untuk lahiran, ternyata Putri sudah bisa lahiran, Tama ikut menemani Putri lahiran karena Putri ingin Tama berada di samping nya.
"ibu Putri yang tenang ya ikuti arahan saya biar lahiran cepat dan ibu dan bayinya biar cepat ketemu kata ucap dokter wanita itu untuk menenangkan Putri.
"sayang ini sangat sakit! "iya yang sabar ya! bentar lagi kita bakalan ketemu sama dedek yang! kamu dengar kan instruksi dari ibu dokter.
sedangkan diluar ruangan orang tua Tama dan mama Berta sedang menunggu dan mereka juga merasakan khawatir dan cemas dengan Putri "sudah jangan terlalu cemas kita doakan semoga lahiran Putri nanti lancar aku yakin Putri pasti kuat jadi jangan cemas ucap Wijaya menenangkan istrinya dan besannya itu.
"ayo Bu Putri tarik nafas dan dorong dan Putri melakukan apa yang dikatakan dokter sedangkan tangannya memegang tangan Tama dengan erat "ayo sayang yang semangat! cukup lama juga proses lahiran nya Putri hampir setengah-setengah jam belum juga lahir.
"ayo Bu tarik nafas dan dorong! lakukan lagi Putri menarik nafas dan mendorong sekuat mungkin, Alhamdulillah bayinya sudah lahir ucap sang dokter wanita tersebut.
mendengar itu Putri menangis dan Tama juga saking bahagianya melihat anak pertama mereka begitu juga dengan Putri semua rasa sakit yang dia rasakan langsung hilang ketika mendengar suara tangis anaknya.
__ADS_1
selamat ya Bu Putri dan pak Tama anaknya laki-laki dan sehat! setelah di bersihkan bayi itu diletakkan di atas tubuh Putri melihat itu betapa bahagianya dia saat melihat anaknya berada di atas tubuhnya begitupun Tama
"lihat sayang anak kita sangat tampan mata dan hidung nya sangat mirip dengan kamu ucap Tama dan Putri hanya senyum saja dia sangat bahagia
sedangkan diluar ruangan ketika mendengar suara tangis sang bayi mereka akhirnya merasa tenang dan bahagia.
Tama keluar dari ruangan "gimana sayang tanya Bu Widya "Putri udah lahiran Bu dia sehat dan anakku juga sehat "laki-laki apa perempuan tanya Wijaya "laki-laki yah!
"mau laki-laki atau perempuan sama aja yang penting sehat ucap bu Widya sedangkan Tama sama Putri juga tidak pernah periksa apakah anaknya laki-laki atau perempuan mereka sama-sama gak mau tau biar jdi kejutan itulah yang dikatakan mereka.
sedangkan Putri saat ini sudah di pindahkan keruangan yang lebih baik dan lebih besar ruangan VVIP karena rumah sakit ini juga milik Wijaya jadi dokter dan suster memberikan layanan yang terbaik sebab yang lahiran menantu dari yang punya rumah sakit.
saat ini Putri masih tiduran belum bisa untuk berjalan sedangkan anak berada di samping nya dan sudah ada box tempat tidur bayi nya.
"jadi namanya siapa mama penasaran dengan nama anak kalian! "kalau aku sama Putri udah sepakat biar ayah saja yang kasih nama! "apa ayah! wah jadi terharu ayah benar ayah yang kasih nama anak kalian! "iya yah ucap Putri dan Tama bersamaan "bentar ya biar ayah pikir dulu kalau gitu ayah kasih nama cucu pertama ayah Kenan Tama Arya gimana suka? mendengar itu Tama dan Putri juga suka "jadi mulai sekarang nama anak ibu Kenan Tama Arya kamu harus jadi anak baik nanti ya sayang ucap Putri sambil memberi ciuman pada anaknya.
mengingat waktu masih siang jadi semuanya masih dirumah sakit dan hari ini gak ada yang pergi bekerja semuanya masih dirumah sakit diruangan Putri saling bercerita.
saat sedang Putri bersama mama Berta diruangan berdua mama Berta bertanya "sayang kok papa kamu gak datang? "gimana mau datang ma dari awal kehamilan aku sudah telpon papa dan ingin kasih tau kalau aku lagi hamil tapi nomor papa gak aktif ma, aku tau papa lagi diluar negeri dan kerja tapi kok sampai segitunya hingga Putri yang nelpon aja sampe gak aktif nomor nya ma.
udah jangan dipikirkan ingat kamu baru lahiran kamu harus cepat sehat biar bisa pulang dan bawa jagoan kamu pulang! "iya ma dengan mama disini aku sudah sangat senang.
__ADS_1
saat keduanya asi cerita Kenan anak Putri nangis aduh anak ibu kok nangis sayang! kemudian mama Berta menggendongnya dari box bayi "mungkin dia lapar coba kamu kasih asi! "iya ma jadi anak ibu nangis karena lapar ya sayang! mendengar suara Putri bayi Kenan tersenyum dan saat tersenyum Putri dan mama Berta melihat betapa bahagianya Putri melihat buah hatinya.