lelaki biasa

lelaki biasa
insiden


__ADS_3

"sudah kamu jangan nangis lagi kamu sudah aman sama aku sambil memberi usapan di punggung Putri.


"coba cerita sama aku dulu!


dan putri menceritakan semua kejadian yang terjadi pada dirinya membuat emosi ku naik lagi seharusnya aku bunuh saja kedua orang itu!


"jangan aku gak mau kamu masuk penjara, ya udah kamu jangan nangis lagi! makasih udah nolongin aku!, kamu ngomong apa kamu itu istri ku jadi sudah kewajibanku menolong kamu.


masih di dalam mobil tiba-tiba ada yang mengetuk kaca mobil ku ketika melihat sudah banyak orang di sekeliling mobil!


"ada apa ya? "mas kalau mesum jangan disini lihat tempat juga dong kata pembeli seorang wanita "membuat ku kaget maksud nya?


"sudah berbuat mesum malah tak mengakui ucap seorang pria "tunggu ini tidak seperti yang kalian pikirkan! "buktinya kamu tidak pakai baju masih mengelak kata perempuan tadi "dan aku baru sadar tidak pakai baju sudah bawa saja ke kantor polisi.


"tenang dulu bisa saya jelaskan jangan asal tuduh! kami ini sepasang suami istri dan aku berusaha menjelaskan.


"mana buku nikah kalian kalau sudah menikah? "membuat ku berpikir mengingat aku hanya nikah siri dan belum daftar ke kantor urusan agama mana ada buku nikah lagian siapa juga yang membawa buku nikah ke mana-mana pikir ku.


melihat banyak orang membuat Putri keluar dari mobil ini ada apa?


"aku menjelaskan sama putri membuat nya terkejut, "maaf ini tidak seperti yang kalian pikirkan ini suami saya!


sudah kami tidak percaya cepat panggil polisi kata pengunjung lainnya


"tenang dulu aku hanya menenangkan istriku tadi kena begal di jalan dan bajuku sobek saat berkelahi tadi makanya aku gak pakai baju!


"badan mu aja penuh dengan tato! kami tidak percaya kata perempuan tadi


"membuat ku emosi karena sudah capek-capek menjelaskan tidak ada yang percaya.


"oke panggil saja polisi! kalau kami tidak bersalah kalian yang saya tuntut kata putri!


"aku dan putri tidak di bolehkan pergi dan polisi datang jugak dan kami berada di kantor polisi sekarang dituduh berbuat mesum dan mencemari tempat usah orang.


"aku dan putri menjelaskan semua yang terjadi dan mengatakan kami sudah menikah


"yasudah kalian panggil orang tua kalian kata polisi "terpaksa aku panggil om Wijaya karena sudah di angkat menjadi anak mengingat papa mertua ku sedang di Singapura


kedatangan Wijaya membuat ku merasa malu

__ADS_1


"ini kenapa anak saya disini? mana bajumu? "terpaksa aku menjelaskan semua yang terjadi.


"maaf kami tidak tau ini anak pak Wijaya kata polisi tersebut


ternyata polisi mengenal seorang Wijaya sehingga kami langsung keluar dari kantor polisi.


"kalian ini kan ada rumah hotel juga banyak!


masa di depan Indimaret


"membuat ku merasa malu kan udah saya jelaskan tadi sama ayah! Putri heran melihat kedekatanku dengan Wijaya apalagi aku memanggilnya dengan ayah


"sudah ikut pulang kerumah Naomi sudah menunggumu dirumah.


" aku dan Putri mengikuti Wijaya sampai kerumah Wijaya yang sudah menjadi keluarga ku sekarang


"kak panggil Naomi menghampiriku dan putri dan kami duduk bersama di ruang tamu


"Naomi ambil kan baju untuk Kakak mu Tama! "aku bingung dan canggung terhadap keluarga baruku ini jujur aku belum tau nama ibu angkat ku ini saat bertemu dirumah sakit aku belum kenalan


maaf sebelumnya Tan eh maksudku ibu! aku belum tau nama ibu? maaf kalau pertanyaan ku lancang!


"gak papa dan kamu wajar bertanya panggil saja ibu Widya dan kamu jangan sungkan sama ibu!


"iya bu! jawabku dan disini lah aku menjelaskan semua sama Putri kalau aku sudah di angkat menjadi anak oleh keluarga Wijaya


"kamu juga jangan sungkan ya sama keluarga ini kata ibu Wijaya sama Putri


"iya bu! dan saya ikut senang melihat Tama sudah punya keluarga!


"yasudah malam ini kalian tidur disini dan kamar kamu juga sudah di siapkan di lantai dua!, sebenarnya ayah ingin nya kamu mulai sekarang tinggal disini saja!


"kalau untuk masalah itu nanti saya kabari ayah secepatnya, gak mungkin aku langsung iyakan sedangkan aku masih sungkan dengan keluarga ini pikir ku dalam hati


dan malam ini aku dan putri tidur di kamar mewah ini yang sekarang jadi kamar ku


kamu kenapa diam terus dari tadi? apa ada yang mau kamu bicarakan ?


"aku mau minta maaf masalah kemarin! "udah gak usah di pikirin lagi lagian aku gak marah sama kamu cuma kecewa aja!

__ADS_1


"gak usah dibahas lagi mending kita tidur atau kita buat anak kataku bisikan di telinga Putri.


mendengar itu membuat muka putri memerah dan malu


"sudah aku hanya bercanda kalau kamu belum siap aku juga gak akan maksa kamu!


"udah kita tidur saja! "maaf bukan aku gak mau tapi aku belum siap! "iya saya tau! dan aku juga gak tau sampai kapan aku bisa tahan!


"bukan aku egois tapi aku juga seorang laki-laki normal, yasudah ayo tidur!


putri hanya diam saja mendengar ucapan Tama dan melihat Tama yang tidur.


pagi ini kami sarapan bersama dirumah ayah Wijaya setelah sarapan kami berangkat kerja dan "aku mengantar Putri ke kantor dengan mobil ku, mobil mu sedang di bengkel nanti aku jemput pulang kerja! "gak usah! nanti aku sama Maya saja lagian nanti aku ada rapat dan pulang nya juga malam.


"kalau gitu yasudah aku juga gak maksa kamu!


Kini Tama sedang di area pembangunan kantor baru nya, bagian lantai satu sudah siap tinggal pembangunan lantai duanya "dan aku sudah tidak sabar menunggu selesainya kantor ku.


setelah dari area pembangunan Tama menuju Cafe untuk kerja, "aku merasa bosan dengan kegiatan ku ini, aku ingin melakukan kegiatan lainnya yang dapat menghasilkan uang lebih banyak! mengingat masih banyak yang ingin ku capai, aku sadar dengan apa yang sudah aku capai sekarang itu sudah membuat ku bersyukur.


"kebetulan siang ini aku kedatangan Sally, "gimana keadaan cafe? "ya semua lancar dan normal, tumben kamu datang biasanya sekali sebulan?


"iya aku butuh bantuan mu aku ada pertemuan sehabis makan siang dengan seorang pengusaha yang ingin kerja sama dengan Cafe kita!


"terus?, "aku ingin kamu menemani ku menghadiri pertemuan itu! "ok gak masalah!


setelah makan siang aku dan Sally berangkat untuk menandatangi kontrak kerjasama dengan perusahaan


"aku kaget bertemu dengan Maya dan ternyata perusahaan yang bekerja sama dengan kami adalah perusahaan papa mertua ku yang sekarang istri ku jadi pemimpin nya.


kerja sama pun berjalan dengan lancar ternyata Maya mewakili perusahaan papa mertua ku.


"malam ini aku pulang kerumah papa mertua ku mengingat aku dan Putri memang harus tinggal disini sedangkan rumah ku kosong.


waktu sudah menunjukkan pukul 10:00 malam dan Putri juga belum pulang! di telepon juga tidak di angkat aku merasa khawatir dan tak biasanya pulang sampai jam segini.


"saat ini aku sedang di pos satpam mengakrabkan diri dengan penjaga rumah papa mertua ku, sekalian me nunggu Putri pulang kerja pikir ku.


"saat sedang asik minum kopi dan bercerita dengan satpam di pos datang mobil dan bukan mobil nya Putri dan aku melihat Reza keluar dan membantu Putri keluar dari mobil ternyata Putri sedang mabuk dan di ikuti Maya di samping nya juga yang bantuin Putri.

__ADS_1


aku yang melihat itu langsung mengambil Putri dari Reza dan menggendong nya sampai ke rumah.


__ADS_2