
sore ini Tama sudah di lobby kantor tempat Putri kerja mengingat dia harus menjemput Putri kerja.
banyak mata yang memandang dirinya mengingat tampilan nya yang memperlihatkan banyak tato di dadanya, dan di tangannya!
ada yang merasa risih ada juga yang merasa Takut, heran kenapa orang seperti ini di bolehkan masuk ke lobby kantor.
cukup lama Tama menunggu dan akhirnya Putri keluar juga bersama Maya, melihat Tama yang sudah di lobby Putri dan Maya langsung menghampiri nya.
"langsung pulang aja atau mampir dulu? "langsung aja lagian dah capek jawab Putri"
"May kamu mau ikut pulang biar sekalian kami antar ucap Putri, "gak usah kalian pulang aja aku bisa naik taxi nanti.
Maya masih merasa tidak enak dengan Tama yang marah kemarin
"sudah ayo pulang ibu udah nungguin kamu buat makan malam!
sebenarnya Putri mengajak Maya untuk menghindari rasa canggung di mobil nanti dengan Tama!
di dalam mobil sepasang suami istri ini diam tidak saling bicara satu main handphone satu fokus menyetir
membuat perjalanan terasa lebih lama sampai nya.
"kalau kamu merasa tidak nyaman ikut makan malam ini gak papa gak datang! ucap tama memulai pembicaraan
"aku biasa aja lagian ibu sama ayah dan Naomi baik samaku! jadi ngapain aku merasa tidak nyaman! atau kamu yang gak suka aku ikut makan malam ini?
"aku mah senang-senang aja dan gak masalah!
"yasudah kalau gitu kata putri dan obrolan sampai disitu aja sampai rumah Wijaya
"kalian ini kenapa sih? setiap ketemu sama ayah slalu ribut! kalau ada masalah bicarakan dengan baik-baik jangan bawa emosi gak bagus marahan terus!
iya yah ucap Tama dan Putri bersama
makan malam pun tiba semua makan dengan tenang hanya suara sendok yang kedengaran
malam ini Tama dan Putri kembali ke kamar, "kalau kulihat kamu sepertinya sangat suka tinggal disini kenapa kamu gak pindah aja kesini!
"orang seperti aku wajar merasa senang mengingat sedari kecil tidak pernah merasakan punya keluarga! tapi kalau untuk tinggal belum saatnya lagian aku sudah punya rumah juga!
"lagian pertanyaan mu aneh kalau aku tinggal disini kamu juga tinggal disini kamu kan istri aku?
__ADS_1
"untuk yang kemarin aku minta maaf dan gak gitu lagi kata Putri, "iya jangan di ingat lagi! nanti bikin aku emosi lagi!
"kamu kenapa si akhir ini suka marah-marah? tanya Putri "gak tau! aku marah karena kamu juga!
"kok aku? "iya kamu!
"udah gak usah dipikirkan lagi mending kita tidur! langsung membuka baju karena kebiasaan ku sedari dulu saat mau tidur
"kamu ngapain buka baju? tanya Putri jangan aneh-aneh ya
"kan kamu tau aku kalau mau tidur slalu buka baju lagian kalau mau aneh-aneh kenapa coba!, kan kamu istri ku sudah kewajiban kamu untuk melayani suami kamu
mendengar itu Putri diam dan gak tau mau jawab apa
ketika Tama dan Putri masih asik bicarakan kewajiban seorang istri tiba-tiba Naomi mengetuk pintu
"kak! dipanggil ayah ke ruangan nya! cepat seru Naomi
"aku yang mendengar itu iya bentar ini kakak datang! dan aku sudah tau ini pasti tentang kerjaan
"sudah kamu tidur duluan aku pergi dulu
"ya jawab Putri
jauh dari rumah Wijaya Reza saat ini berada di bandara menjemput sang kekasih Resi, malas rasanya itulah yang dirasakan Reza dia terpaksa dan pura-pura mencintai resi.
akhir-akhir ini Reza bisa dekat dengan Putri karena Resi lagi diluar kota urusan bisnis dan itu dimanfaatkan oleh Reza tapi sayang selalu ada Maya.
"Hay sayang kenapa lama sekali jemput aku?
"maaf ya tadi ada kerjaan banyak dikantor lagian tadi juga kena macet ucap Reza
"gimana kerjaan kamu lancar? "ya gitulah gak ada yang menarik!
"langsung pulang atu makan dulu?
"ke apartemen aku aja dan kamu harus menginap malam ini kata Resi.
semenjak kedua orang ini menjalin hubungan, tidur bersama sudah biasa mereka lakukan! walaupun Reza tidak mencintai Resi tapi kalau di kasih barang bagus siapa yang gak mau itulah pikiran Reza.
"selagi aku diluar kota kamu gak macam-macam kan? "macam-macam apa aku sibuk kerja lagian cuma sama kamu aku gitu Jawab Reza.
__ADS_1
"bagus kamu emang pacarku yang paling ganteng! "iya ayo nanti kelamaan kata Reza.
"saat aku masuk ke kamar aku melihat Putri sudah tidur cukup lama juga aku diskusi kerjaan dengan ayah Wijaya.
"melihat Putri yang tidur aku langsung naik ke tempat tidur dan memeluk Putri dari belakang, aku selalu merasa nyaman dengan memeluk Putri dan itu membuat ku lebih cepat tertidur.
pagi hari dirumah Wijaya, Tama dan Putri masih tidur dengan saling memeluk.
Putri yang bangun duluan merasa tubuhnya tidak bisa bergerak dan melihat kebelakang ternyata Tama sedang memeluk dengan posesif.
sebenarnya Putri merasa nyaman kalau Tama memeluk nya mengingat dia juga sudah mulai membuka hati untuk Tama.
saat melihat jam Putri langsung membangun kan Tama takut terlambat ke kantor
"bentar lagi aku masih ngantuk! tapi ini sudah jam berapa? nanti telat ayo bangun kalau nggak lepas dulu pelukan nya biar aku mandi!
bukannya melepaskan pelukan Tama malah mengeratkan pelukannya pada Putri
"ayo lepas! "cium dulu baru aku lepas kata Tama
Putri terkejut mendengar itu "gak aku gak mau, "yaudah biar kita gini aja seharian
Putri berusaha melepaskan diri tapi sayang kekuatan Tama lebih besar membuat Putri tidak bisa lepas dari pelukan Tama.
merasa sia-sia dengan usahanya Putri akhirnya menyerah "iya baik aku cium! mendengar itu Tama melepaskan pelukan nya bukannya dicium Putri malah lari
melihat Putri yang lari langsung dikejar Tama kamu sudah berani ya! ucap Tama, langsung menarik Putri ke pelukannya dan memberikan ciuman panas di pagi ini dengan tangan yang langsung masuk ke dalam baju Putri dan memberikan sentuhan di buah semangka putri,
Putri merasa kaget dengan tindakan Tama yang agresif terpaksa mengikuti kegiatan Tama.
Tama yang merasa Putri tidak menolak membuat dia lebih nekat lagi dan saat ini bukan satu tangan lagi yang memegang buah semangka Putri melainkan dua tangan nya meremas dan memberikan sentuhan unik
Putri tidak tau harus apa dia ingin menghentikan kegiatan Tama, tapi tubuh nya seperti menikmati permainan sang suami.
setelah mencium bibir Putri Tama langsung mencium leher Putri memberikan tanda ciuman di leher Putri itu membuat Putri tidak bisa mengendalikan tubuh nya.
saat sedang asik dengan kegiatan panas tiba-tiba pintu diketuk "kak ditunggu ayah sama ibu untuk sarapan panggil Naomi
Putri yang mendengar itu langsung melepaskan dirinya dari Tama, kenapa? kata Tama kita disuruh buat sarapan sama ayah kata Putri
"Kak jangan lama! aku mau kak Tama yang mengantar aku ke sekolah jadi cepat turun ke bawah, "iya bentar lagi kakak turun ucap Tama
__ADS_1
Putri langsung masuk ke kamar mandi dan meras malu dengan Tama! sedangkan Tama sudah merasakan ada yang mengeras di dalam celana nya "ini harus mandi air dingin ucap Tama, untuk meredakan panas tubuhnya akibat kegiatan nya dengan Putri.
"coba kalau gak di panggil Naomi tadi! pasti sudah bisa masukin gawang pikirku.