
lelah mencari tapi tidak ketemu membuat Tama duduk di bandara merasa sedih mengingat Putri adalah wanita pertama yang masuk ke hatinya dan menjadi keluarga pertama dalam hidupnya.
"apa yang salah dalam diriku lahir tanpa mengetahui siapa orang tuaku tumbuh dan besar tanpa kasih sayang orang tua ketika sudah mencintai seseorang aku ditinggal pergi juga! kenapa hidupku begini amat.
kemudian Tama pergi menuju rumah Maya ingin mencari tahu ke negara mana Putri akan pergi
Maya kaget melihat Tama yang berada di apartemen nya "kamu kenapa disini? "aku ingin bertanya sama kamu apakah kamu tahu negara tujuan Putri " negara apa aku gak Paham! "Putri pergi ke luar negeri tadi sore dan meninggalkan aku, apa kamu tau tujuan Putri? "maaf aku gak tau! aku juga baru tau setelah kamu datang kesini, tapi aku gak percaya dengan cerita mu gak mungkin Putri keluar negeri!
"terserah kamu percaya atau tidak yang jelas Putri sudah pergi! mendengar itu dan melihat Tama tidak bercanda dan kelihatan seperti orang yang prustasi membuat Maya menelpon no Putri dan nomor nya tidak aktif
"ini betulan Putri pergi keluar negeri tapi kenapa kamu gak ikut? "akusih pinginnya ikut tapi Raharjo tidak mengijinkan aku ikut
Tama akhirnya menceritakan semuanya pada Maya, Maya terkejut dengan cerita Tama dan merasa kasian pada Tama
"yasudah aku pulang dulu terimakasih sudah mau mendengarkan cerita saya.
kemudian Tama pergi dari apartemen Maya dan menuju rumah nya dia ingin sendiri saat ini dan tidak ingin di ganggu
"apa yang salah dengan diriku! apa aku tidak layak untuk bahagia! apa aku tidak bisa punya keluarga.
tiga hari Tama tidak keluar dari rumahnya selalu memikirkan Putri berharap semua tidak terjadi, banyak telpon dari Beni dan ibu Widya Begitu juga dengan Naomi dan Wijaya tidak ada satupun yang dia angkat
sedangkan Putri saat ini sudah sampai ke tempat tinggal barunya bukannya ke Singapura ternyata sang papa membawanya Jerman, dia masih memikirkan Tama dan tidak tau harus berbuat apa hanpone nya sudah dibuang sang papa dan dirinya juga di ancam kalau dia sampai kabur dia tidak akan pernah tau siapa ibu kandung nya.
sedangkan Tama masih merasa terpukul atas kepergian Putri dia tidak makan hanya minum dan berusaha mencari tau kemana tujuan Putri dan hasilnya nol besar dia tidak tau sama sekali
sedangkan ibu Widya merasa khawatir dengan Tama yang tidak ada kabar beberapa hari ini begitu juga dengan Putri
__ADS_1
"yah sebaiknya coba cari Tama ibu takut dia kenapa-napa! "akhirnya Wijaya dan istrinya pergi mencari Tama Naomi jugak ikut merasa khawatir dengan sang kakak
biarpun hanya anak angkat tapi kasih sayang mereka terhadap Tama sangat besar!
sudah mencari ke rumah Putri tidak ada dikantor baru juga tidak ada akhirnya mereka pergi kerumahnya Tama dan melihat mobilnya terparkir di depan rumah sederhana itu namun kelihatan sangat indah.
dan saat akan masuk ternyata pintu tidak di kunci membuat mereka langsung masuk dan melihat Tama yang sudah tidak sadar diri di ruang tamu.
hal itu membuat Wijaya memeriksa Tama dan langsung mengangkat tubuh Tama ke mobilnya dan menuju rumah sakit.
"Bu kak Tama kenapa kok gak sadar "ini juga gak tau kenapa! yah cepat bawa mobil nanti makin parah ini Tama nya!
gak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga dirumah sakit dan Langsung Tama di bawah untuk di periksa sang Sama dokter.
Tama akhirnya dirawat dirumah sakit mengingat Tubuhnya yang lemah
"dari hasil pemeriksaan kami ternyata Tama tidak makan selama beberapa Hari cuma minum saja
mendengar itu ibu Widya kaget dan gak tau apa penyebabnya sehingga sang anak begitu! dan Putri juga tidak ada kabar nya sampai sekarang sudah dihubungi tapi gak ada balasan dan no gak aktif lagi
beberapa saat Tama sudah sadar dia tidak tau dimana dia sekarang ketika melihat ruangan nya dia tau kalau dia saat ini sedang dirumah sakit dan ketika melihat ke samping sudah ada ibu Widya dan Naomi
sedangkan Naomi yang melihat Tama sudah bangun langsung di panggil sang mama yang sedang telponan dengan ayah nya
"ma kakak sudah bangun! mendengar itu ibu Widya melihat nya dan Langsung memanggil dokter.
kemudian Tama di periksa lagi, "gimana dok dengan anak saya? "keadaan nya sudah baik tapi harus istirahat beberapa hari ini mungkin besok sudah boleh pulang! mendengar ucapan sang dokter Naomi merasa bahagia begitu juga dengan sang ibu.
__ADS_1
saat ini Tama sedang di suap i Widya untuk makan "kamu ini selalu bikin ibu khawatir! apa kamu gak mikir apa dengan ibu, Naomi dan juga ayah mu yang khawatir dengan kamu!
mendengar itu membuat Tama merasa terharu dan meneteskan air matanya selain Putri keluarga Wijaya adalah satu-satunya yang benar-benar tulus menyayangi nya! padahal dia hanya anak angkat dia tidak akan pernah membuat keluarga ini khawatir lagi dan akan membuat kebahagiaan di keluarga ini.
"kakak kenapa nangis? kakak jangan sedih nanti Naomi juga sedih! "iya kakak cuma merasa bahagia diperlakukan seperti ini padahal aku hanya anak angkat dan ibu sangat peduli dengan ku
"kamu ini ngomong apasih! kan kamu juga anak ibu! "jadi cuma ibu yang kakak saya? tanya Naomi, mendengar itu Tama tersenyum dan memegang tangan adiknya kamu juga kakak sayang mana mungkin kakak gak sayang sama kamu! itulah yang Tama ucapkan sambil membelai rambut Naomi
mendapat perlakuan seperti itu membuat Naomi memeluk sang kakak "aku sayang sama kakak jadi kakak jangan sakit lagi
mendapat perlakuan hangat seperti ini membuat rasa sakit di hati Tama jadi terobati dan lupa sejenak dengan Putri.
"Naomi ku pergi dulu beli buah untuk kakak mu dan sekalian kamu jajan "baik bu!
setelah kepergian Naomi ibu Widya bertanya sama Tama "apa sebenarnya terjadi kenapa kamu bisa seperti ini! apa kamu gak mau hidup lagi rupanya? "maaf Bu aku hanya sedih dan kecewa "iya kenapa! coba ceritakan sama ibu! dan ini kenapa istrimu tidak bisa dihubungi? "itulah yang membuat aku begini bu! Putri pergi keluar negeri dan aku gak tau pergi kemana nya dan dia akan menetap disana bu! kok bisa? kan kamu suami nya kenapa dia gak nurut sama kamu?
kemudian Tama menceritakan semuanya kepada ibu Widya tentang yang dia alami sampai kepalanya di pukul, mendengar cerita dari Tama ibu Widya kasian dengan anaknya ini
dan ketika melihat leher bagian belakang Tama memang betul ada memar disitu bekas pukulan benda tumpul.
"kamu jangan terlarut dalam kesedihan! ingat masadepan kamu masih panjang buktikan pada mereka semua bahwa kamu bisa sukses dan bisa bahagia! ingat wanita cantik banyak di dunia ini gak cuma Putri saja! dan asal kamu tau kalau kamu mau ibu bisa Carikan wanita lebih dari Putri untuk kamu!
"gak usah Bu aku saat ini belum mau mengenal wanita lagi! lagian aku dan Putri juga belum bercerai dan saat ini aku ingin pokus pada pekerjaan ku dan karir ku saja!
"ibu akan selalu mendukung kamu, "aku juga akan selalu dukung kakak ucap Naomi yang ternyata dia tidak pergi membeli buah dan mendengar semuanya dari luar.
"kamu ini selalu menguping pembicaraan ibu gak bagus itu nak! "habisnya ibu sih!
__ADS_1