
Siang ini aku sudah di rumah bersama dengan Putri, jadi berangkat ke kantor nya? iya bentar lagi mau berangkat ini kata putri
yang panggil ku pada putri, iya kenapa kata putri aku mau cairkan cek yang 2 miliar itu aku mau buka usaha tapi aku masih bingung mau buka usaha apa antara cafe atau lanjut kan hobi ku menggambar mendesain itu
kalau saranku mending kamu ikuti kata hatimu setidaknya itu pilihan kamu sendiri dan kamu suka akan yang kamu kerjakan kata putri.
makasih atas sarannya kataku, dan ini cek kamu kata putri
ingat jangan dulu banyak aktivitas ingat kamu masih sakit kata Putri jangan ke mana-mana cukup ke Bank aja baru pulang. iya kataku pada putri
setelah keberangkatan putri kerja aku juga langsung pergi ke bank dengan motor ku untuk mencair kan cek itu.
sampai di bank aku langsung masuk dan menunggu antrian, dan saat ini nomor antrian ku sudah di panggil, ada yang bisa di bantu pak kata costumer servis bank nya, ini mbak aku mau cairkan cek ini sekalian buka tabungan kataku, coba saya lihat ceknya setelah melihat itu dia kaget apa betul ini milik bapak tanya nya tentu itu milik saya kataku, melihat penampilan ku yang masih muda membuat dia tidak percaya bahwa cek itu milik saya, dengan penampilan yang biasa saja membuat dia semakin tidak percaya.
sebentar saya telpon manager dulu biar manager saja yang mengurus ini kata customer servicenya nya, baik mbak kataku dan gak berapa lama datang manager
pak ini orang nya yang saya katakan, bisa ikut dengan saya dan saya mengikuti sampai keruangan manager, apa benar ini cek milik anda? tentu pak ini milik saya, bapak gak percaya biar saya telpon orang yang ngasih lagian saya mau cairkan cek kok malah di interogasi gini kataku
maaf sebelumnya kami Takut ada pencurian dan penipuan kata manager itu, tapi saya kan gak mencuri dan menipu Kataku, dan icek itu memang punya saya, baik - baik sebentar saya akan menelepon nomor pemilik cek, silahkan kataku setelah beberapa saat maaf sebelumnya pak ini kesalahan kami yang tidak percaya dengan anda kata manager tersebut maaf sekali lagi pak
kemudian hanpone ku ber bunyi dan ternyata panggilan dari om Wijaya, ya ada apa om, kamu kalau mau cairkan cek bilang sama om biar di antar sama bawahan om sekarang kamu datang ke kantor om biar di antar untuk cairkan cek mu baik om Kataku.
gimana pak mau di cairkan sekarang sama di buatkan buku tabungan kata manager itu, gak jadi kataku, kenapa gak jadi? dan aku jugak gak percaya sama bank ini kataku dan langsung pergi keluar dari situ dan menuju kantor om Wijaya menempuh setengah jam sampai di lobby kantornya om Wijaya.
__ADS_1
permisi saya ingin bertemu dengan pak Wijaya, maaf apa bapak sudah membuat janji dengan pak Wijaya sudah kataku tunggu sebentar dan aku melihat laki-laki di depan ku menelpon.
maaf membuat bapak menunggu dengan pak Tama ya, ya kataku mari saya antar ke ruangan pak Wijaya, baik kataku
disinilah aku bertemu dengan pemilik perusahaan siang om seruku dan disambut dengan baik mana cek mu biar di urus sama asisten ku saja kata Wijaya tunggu disini saja baik om seruku dan gak lama pintu kebuka dan masuk naomi
kak Tama seru Naomi ya kataku , kak mending kawani aku keluar, gak bisa Naomi aku setelah ini langsung pulang karena masih harus istirahat belum boleh terlalu capek
itu hanya alasanku saja karena aku masih banyak kerjaan hari ini
yasudah kata naomi dan ikut duduk di samping ku tapi nanti kalau kakak sudah sehat mau ya temani Naomi jalan-jalan, iya nanti kalau sudah sehat kakak kawan i,
hampiri setengah jam aku menunggu akhirnya orang yang mengurus pencairan cek sudah datang
setelah itu saya keluar dari kantor om Wijaya menuju cafe untuk melihat keadaan cafe yang sudah saya tinggal beberapa hari lantaran sakit
sampai di cafe semua keadaan baik-baik saja dan di ruangan ini aku melihat situs penjualan rumah sama ruko berlantai namun tidak ada yang cocok dan pas dengan yang aku cari, lebih baik tanya putri nanti siapa tau ada kenalannya pikirku.
waktu sudah menunjukkan sore aku niat pulang kerumah tapi sengaja lewat jalan yang lebih jauh sekalian lihat-lihat apa ada bangunan atau ruko yang gak di pakai yang mau di sewakan atau dijual
dalam perjalanan pulang Hanya ada satu bangunan yang menarik itupun bukan karena bangunan tapi karena luasnya halaman bangun tersebut sangat cocok untuk membuka usaha seandainya usaha desain yang ku buat tidak maju masih bisa buat restoran itulah yang ada di pikiran ku dan tidak mudah bagiku untuk mencari nomor pemilik bangunan karena memang ada plakat bangun ini dijual dan disitu tertera no handphone pemilik bangunan
saat itu juga langsung ku telpon takut ke duluan orang mengingat lokasi juga sangat bagus
__ADS_1
setelah ku telpon ternyata aku disuruh kerumahnya langsung dan saat itu juga aku kerumah pemilik bangunan itu
sampai dirumah itu aku heran rumah besar tapi tampak tidak terurus, apa benar ini pak Amir kataku pemilik bangunan di jalan Pattimura tanyaku iya benar mari masuk kata bapak itu, cukup lama bernegosiasi dengan pak Amir akhirnya tanah dan bangun itu saya beli dengan harga 600 juta, dan langsung semua surat tanah dan bangunan menjadi hak miliknya saya, dan saat itu juga langsung saya transfer sama pak Amir senilai 600 juta senang berbisnis dengan bapak kataku dan langsung pulang.
Awalnya pak Amir mau menjual tanah dan bangunan nya seharga 1 miliar, tapi dari tahun ke tahun tidak ada yang mau beli dan pak Amir sangat butuh uang, ditawarkan ke saya seharga 800 juta negoisasi akhirnya pak Amir mau jual seharga 600 juta.
usut punya usut rupanya di bangunan itulah keluarga pak Amir meninggal istri dan anaknya terjebak kebakaran dan itu penyebab tanah itu jadi tidak ada yang mau beli karena dirumorkan mistis dan akan sial bila membeli tanah dan bangunan nya.
aku gak masalah dengan masa lalunya tanah dan bangunan yang mau ku beli niat baik aku usaha untuk keluarga itulah pikiran ku.
setelah itu aku langsung pulang kerumah dan kebetulan dijalan pulang turun hujan deras membuat aku harus berteduh di Indimaret sekalian beli minuman dan rokok, sebenarnya bisa ku lanjutkan untuk pulang biarpun hujan-hujanan tapi yang aku takutkan luka bekas operasi yang belum kering betul.
ku minum kopi dalam kemasan botol sambil merokok rasanya sangat nikmat ditambah hujan turun dan aku sangat menikmati momen ini
tapi itu hanya sementara hatiku langsung tidak karuan saat melihat sebuah mobil mewah berhenti tidak jauh dari ku dan kulihat di dalam mobil ada Putri dan papa mertua ku dan Reza mantan pacar istri ku.
dan kulihat Anton keluar untuk membeli sesuatu di Indimaret
aku melihat putri sedang asik bicara dengan papa mertua ku dan Reza dan saat itu papa mertua ku melihatku namun tatapan nya sangat menghina begitu juga dengan Reza.
aku tak ambil pusing dan ku hisap rokok ku, aku makan bukan pakai duit kalian itulah pikirku
kemudian tatapan ku bertemu dengan putri tapi yang anehnya Putri seperti malas melihat aku dan itu membuat heran.
__ADS_1