lelaki biasa

lelaki biasa
Rumah baru dan perkenalan


__ADS_3

Didalam sebuah mobil Mercedes Benz duduk dua orang pasangan suami istri yang saling tidak mengenal satu sama lain, dan masih diam dengan pikiran masing masing tentang apa yang mereka alami dalam keadaan semalam. setiap mengingat keadaan tersebut wajah dan dan badan putri langsung merah dan emosi mengingat kejadian tersebut yang mana merenggut kesucian dan tiba tiba langsung menikah!, berbeda dengan seorang pria disamping putri Tama Arya sedang bingung mau kasih makan apa anak orang! sekarang dia sudah menjadi suami dan harus mencari kerja tambahan dari biasa dan harus ekstra sabar dalam menghadapi semuanya.


Dalam keheningan yang terjadi di antara dua anak manusia tersebut Tama memulai obrolan perta dengan pertanyaan kenapa bisa tadi malam kamu minum obat perangsang dan masuk ke kamar itu, mendengar pertanyaan seperti itu membuat putri menoleh dan berpikir keras dan lama kemudian dia mengingat kejadian dimana dia minum dengan minuman yang dikasi Resi, setelah agak lama baru di ingat dan dia kena jebak oleh kawan nya sendiri dan mengatakan semuanya kepada Tama tidak lupa juga Tama menceritakan keadaan yang di alaminya setelah minum dan ada yang menarik tubuh nya masuk ke dalam ruangan dan terjadilah pelukan dan ciuman yang hot itu, saat sedang asik memberikan penjelasan tiba tiba Putri malu mendengar cerita dari Tama mendengar bahwa dirinya lah yang pertama memulai permainan yang sangat mengasikkan itu! dan mengatakan stop jangan ceritakan lagi sudah sampai situ aja cerita nya!.


sekarang kita gimana kata putri aku akan tetap tanggung jawab dengan mu karena aku juga melakukan kesalahan dan tambah lagi kamu sudah menjadi istriku otomatis sekarang kamu adalah tanggung jawabku,,


cukup!! malas dengar semua ocehan mu ucap putri langsung memotong omongan Tama saat ini aku blom mau orang tau tentang pernikahan kita dan aku gak mau menikah dengan mu, Terserah apa katamu gimanapun aku sudah menjadi suamimu sekarang, aku akan membawa kamu ke rumahku ucap Tama gak mau kata putri, malas pasti rumah mu kecil dan jorok malas aku tinggal dirumah kecil dan jorok biarpun aku ada tabungan itu uangku sendiri! kata putri bukan uangmu, jadi gimana? kita tinggal dimana kata Tama dengan sabar! putri diam dia memang punya apartemen tpi kan itu pemberian ayahnya mengingat tabungan juga gak seberapa cukup untuk kehidupan sehari-hari nya saja karena kartu kreditnya sudah ditahan ayahnya tinggal kartu kredit sendiri itupun tabungan gak seberapa Cukup untuk minyak, makan,dan kehidupan sehari-hari saja.


jadi sekarang gimana mau gak tinggal dirumah ku mau tak mau putri mengiyakan ajakan Tama mengingat tidak ada lagi pilihan yang lain, hampir satu jam mereka berkendara akhirnya nya sampai juga dirumah Tama yang sederhana namun nampak nyaman dan klasik, pandang putri pertama melihat rumah dari suaminya sekarang yang tidak di akuinya itu, rumahnya kecil tapi cukup Nyaman dan bersih kita sudah sampai kata Tama ini rumahnya kecil bangat! mana sempit lagi gimana mau tidur kata putri blom jugak masuk dah komen baru sampai depan rumah kata Tama pokonya aku gak mau ya satu kamar Dengan kamu kita harus pisah kamar kata putri dan Tama hanya mengiyakan saja malas berdebat dengan perempuan yang satu ini bikin sakit kepala belom lagi badan yang sakit dan lebam hasil kena pukul.

__ADS_1


Setelah masuk dalam rumah lumayan kata putri dalam hatinya bersih jugak, seleranya bagus jugak, gimana bagus kan kata Tama mana ada bagusnya sempit gini kamar cuma dua, tanpa basa-basi mana kamarku pokoknya kamar aku harus paling bersih dan bagus aku gak Mau kamar kecil dan sempit dan Tama pun hanya diam dan menunjukkan kamarnya sendiri untuk dikasih ke istrinya.


sebenarnya rumah Tama tergolong bagus rapi dan tampak klasik modern emang gak besar tapi untuk dua orang yang berumah tangga sudah lebih dari cukup dan putri mengaku itu tapi gengsi dengan sang suami dan lebih baik berkata sebaliknya.


kok kamu masuk kedalam ini kan kamar aku, kenapa kamu masuk kata putri aku mau ambil semua pakaian aku mau dipindah ke kamar sebelah kata Tama, yasudah cepat aku mau istirahat dan mau mandi jugak! dan jangan ganggu aku Tama hanya diam dan mengambil semua pakaian dan barang yang perlu aja dan langsung menutup pintu kamar yang sudah menjadi kamar istri cantiknya.


pada saat malam hari Waktu mau makan malam Tama mengetuk pintu kamar istri nya ayo makan dah malam ini makan dulu baru tidur, sedangkan putri lagi sibuk buat surat perjanjian antara dia dan Suami barunya, tidak ada jawaban Tama ketuk lagi ayo makan nanti sakit katanya tiba-tiba sang istri menjawab nanti belom lapar katanya Tama pun berlalu ke meja makan yang kecil itu, Setengah jam kemudian keluar lah wanita cantik dengan pakaian rumahan celana jeans pendek selutut dengan kaos yang ketat menampakan pemandangan yang indah dan dan jangan lupa tonjolan yang besar di bagian dadanya, Tama terdiam dengan penampakan istri barunya itu melihat tatapan dari lawan jenis dan mengerti akan tatapan itu apa yang kamu lihat haa? seru putri!Tama yang ketahuan langsung pura pura melihat yang lain aku gak liat apa apa jawab nya dengan gagab, dasar cowok mesum katanya Tama hanya diam saja sekarang ayo makan katanya pada putri malas makan makanan kampung aku pesan Goo food aja mendengar jawaban sang istri Tama hanya diam dalam hati, ya sudah kalau gak mau kalau gitu saya makan duluan katanya! kalau mau makan ya makan aja gak usah ribut mendengar jawaban sang istri dia hanya diam dan maklum istrinya orang kaya dan gak pernah makan yang beginian.


__ADS_1


Tidak boleh ikut campur dalam urusan masing-masing;


Tidak boleh masuk ke kamar tanpa ijin dari yang punya kamar;


Diluar rumah tidak boleh saling sapa;


Tidak boleh selingkuh;


Gak usah sok peduli;

__ADS_1



dan masih ada lagi aturan yang gak perlu perlu amat menurut tama dan dia hanya meng iyakan saja dan menanda tangani saja malas berdebat karena terlalu lapar, di sela sela makan putri yang belum tau nama suaminya bertanya namamu siapa tanya Putri aku kata Tama! siapa lagi kan cuma kamu yang aku tanya? kata putri emosi.Santai aja jangan emosi Kataku pada istriku, ya udah perkenalkan nama saya, Tama Arya Wiguna biasa dipanggil Tama saya suka seni jawabku udah udah gak usah panjang segala macam perkenalan anak sekolah saja, cukup tau namamu aja yang lain gak perlu gada yang menarik katanya mendengar jawaban sang istri seperti itu Tama hanya diam saja dan dia sadar diri dia siapa dan kamu siapa keluarga aja gak punya ucapnya dalam hati, kamu tinggal sendiri? keluargamu Dimana? orang tuamu dimana kerjaan mereka apa? begitulah pertanyaan yang dilontarkan istrinya dengan santai Tama menjawab aku gak punya keluarga dan aku gak tau dimana sekarang keluargaku aku besar di panti asuhan hidup panti asuhan mendengar jawaban sang suami seperti itu dia hanya diam saja dan menjawab owh saja tapi dalam hati kasihan jugak dia hidup sendiri tanpa keluarga dari kecil.


__ADS_2