lelaki biasa

lelaki biasa
fitnah dan pembulian


__ADS_3

"kakak lama amat si turunnya nanti aku telat ke sekolah nya! "maaf itu tadi kak Putri mu lama amat mandi nya!, "kok aku! kan aku duluan yang mandi mana ada aku lama,yang lama kamu!


"udah jangan ribut mari makan biar cepat nanti pada telat! ucap ibu Widya


tersenyum melihat Putri yang ada tanda merah di leher nya


saat ini Putri dan Tama harus mengantar Naomi ke sekolah, setelah itu baru mengantar Putri


"nanti aku jemput ya? "gak usah lagian mobil ku sudah siap dan nanti juga pulang nya kerumah papa jawab Putri.


"tunggu dulu jangan keluar! "kenapa? tanya Putri


Tama langsung mencium bibir Putri melihat tindakan Tama membuat Putri terkejut takut dilihat banyak orang


"kamu ngapain cium aku nanti dilihat orang malu tau! disangka lagi berbuat aneh-aneh!


"biar semangat kerjanya sayang ucap ku sambil membelai rambut panjang Putri, "kamu jangan aneh-aneh de!


"apanya yang aneh cium istri sendiri dibilang aneh!


"mulai sekarang setiap pagi dan mau tidur harus cium dan gak boleh nolak!


"gak ada kayak gitu nanti kita bahas lagi! sekarang aku pergi dulu kata Putri dan keluar dari mobilnya Tama.


begitu juga dengan Tama langsung menuju cafe, dan siangnya menuju tempat pembangun kantor barunya yang sudah tujuh puluh persen dan bentar lagi bakalan siap. Membuat Tama tidak sabar menunggu kantor siap


saat sedang di area pembangunan Tama di telepon Wijaya untuk ke kantor membahas tentang desain apartemen yang baru dibuat nya.


dan siang ini juga Tama mengadakan rapat tentang pembangunan apartemen itu dan membahas hasil desain nya apakah diterima atau tidak, sebenarnya sudah diterima tapi masih ada juga orang yang tidak percaya bahwa itu adalah hasil desain dari Tama.


dirinya yang tanpa gelar sarjana membuat banyak orang tidak percaya padanya dan menganggap remeh dan rendah dirinya.

__ADS_1


tapi itu tidak membuat semangat nya jatuh justru membuat dia tambah semangat dan harus membuktikan bahwa dia bisa dengan kemampuan nya sendiri!


kalau bukan karena pak Wijaya kamu gak bakalan disini, kata salah satu karyawan model kayak preman gini malas dan gak level samaku kerja sama dengan kamu dan apalagi satu ruangan! gak Sudi itulah yang di ucapkan karyawan tadi.


"maaf kalau kehadiran saya mengganggu kenyamanan kerja anda! tapi sebelumnya saya disuruh pak Wijaya untuk mengikuti rapat ini!, karena memang gambar desain ini murni saya yang buat!, kalau anda tidak suka saya disini silahkan laporkan sama pak Wijaya dan perlihatkan hasil desain anda!


"kamu baru jugak ikut rapat sudah banyak omong! kamu gak tau kalau saya karyawan lama disini! kata karyawan tadi yang bernama Roby.


"aku gak peduli kamu karyawan lama atau karyawan baru! disini kita sama-sama karyawan, bukan kamu bosnya jadi untuk apa saya takut!


"kalau gak suka bilang sama pak Wijaya!


melihat itu banyak karyawan yang setuju dengan ucapan Tama ada jugak yang tidak setuju.


sebenarnya Wijaya tau tentang Tama yang di buli atau di rendahkan di dalam ruangan mengingat dia telah memasang cctv diruangan itu tanpa sepengetahuan mereka.


tapi dia membiarkan saja agar Tama juga lebih cepat berkembang dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar nya, kalau sudah berlebihan baru dia muncul dan menengahi


"desain gini aja bangga gak ada bagusnya kata Roby biasa aja kalau menurut saya.


Tama diam saja mendengar ucapan Roby dan tidak menganggap nya


satu jam lebih Tama mengadakan rapat dan akhirnya selesai juga rapat nya dan hasilnya desain Tama di terima mengingat desain yang sangat bagus dan modern.


"put? panggil Maya "ya ada apa! "kamu udah baikan sama tama? "kenapa emang! "gak papa cuma nanya aja! "kamu kenapa sih May takut amat aku gak baikan sama tama! "bukan gitu aku ini sahabat kamu dan aku ingin kamu bahagia kalau kamu gak bahagia sama pernikahan kamu mending pisah saja! daripada bikin kamu gak nyaman dan malah bikin kamu seperti tertekan!


"aku baik-baik saja apalagi Tama juga orang nya baik dan kamu tau sendiri aku susah buat nerima orang baru!, dan Tama aku sudah mulai merasa nyaman jadi aku sudah mulai menerima pernikahan ini!


"kalau tebakan ku pasti sudah baikan kan?


"kok kamu tau apa karena kamu lihat tadi pagi aku di antar sama Tama?

__ADS_1


"gak, aku tau karena? Maya mendekat ke Putri dan berbisik tanda merah di leher kamu pasti ulah Tama kan? apa semalam telah terjadi sesuatu?


mendengar ucapan Maya membuat Putri terkejut dan teringat tentang ciuman panas dia dan Tama tadi pagi membuat mukanya jadi merah


"apasih May ini kerokan karena masuk angin makanya merah gini!


"udah jangan malu! kamu pikir aku gak tau bekas kerokan sama bekas ciuman


"mendengar itu Putri jadi malu, awas kamu nanti Tama kalau minta cium lagi gak aku kasih kata putri dalam hatinya.


setelah kepergian Maya Putri menutupi bagian yang merah dengan make-up nya sehingga tidak nampak lagi.


setelah dari kantor Tama langsung menuju cafe untuk melihat keadaan cafe melanjutkan kegiatan seperti biasa dan saat masuk Tama melihat Resi, Reza dan Sally sedang mengobrol di ruangan VVIP dan aku gak mau ikut campur siapa tau mereka mau kerja sama pikir Tama dan menunggu di ruangan nya.


"tidak lama kemudian datang pegawai cafe mengatakan kalau saya dipanggil Sally dan langsung menuju tempat Sally dan aku melihat masih ada Reza dan Resi disitu.


"ya ada apa? apa ada yang bisa saya bantu?


"ini ni orang nya yang makan gaji buta kerjaannya keluar mulu dan habis kan uang cafe kata Resi


"maksudnya kamu apa ya aku gak ngerti? keluar dan habis kan uang cafe maksudnya apa?


kamu ini gak bisa bersyukur udah dikasih kerjaan bagus malah korupsi! dan gak becus jagain cafe malah keluar terus kata Reza dengan


"siapa yang korupsi? aku gak pernah ngambil uang cafe selain gaji bulanan, kamu jangan nuduh tanpa bukti dan saya tau niat kalian menjelekkan saya di depan Sally!


"betul kamu korupsi itu mobil siapa yang beli! uang dari mana coba kamu bisa beli mobil sedang kan kamu aja baru jadi manager! kalau bukan uang cafe dari mana coba kata Resi semakin memanasi Sally.


membuat Sally jadi terpengaruh dengan ucapan Resi, "apa benar Tama kamu pakai uang cafe?


"jelas lah dipakai uang cafe! dasar orang miskin baru dikasih jabatan sudah korupsi tidak bisa melihat uang langsung di ambil kata Reza membuat Sally semakin melihat Tama dan meragukan Tama.

__ADS_1


__ADS_2