
setelah itu Putri langsung kemeja tempat nya dengan Maya langsung pulang aja yu May udah capek mau tidur kataku tapi ini belum bayar kata Maya udah tadi aku bayar wah makasih traktiran nya kata maya dan kami pun langsung pulang tidak lupa aku mengantar Maya duluan baru aku pulang
sampai dirumah aku langsung bersih" dan nunggu Tama pulang sekitar jam 10:00 malam kudengar suara motor nya datang dan kulihat dia masuk kerumah
kok lama amat pulang nya kataku iya tadi banyak kerjaan di cafe makanya pulang nya lama jawab nya
itu yang kamu lihat tadi di cafe kamu jangan berpikir yang aneh" tentang aku kataku dan kulihat Tama hanya diam saja melihat aku
iya aku tau dan aku percaya kok sama kamu yaudah aku ke kamar dulu mau bersih" ini ada tadi makanan aku bawa dari cafe kamu makan ya ucapku dan langsung pergi ke kamar
melihat Tama yang biasa"saja membuat Putri berpikir apa iya dia gak marah syukur de kalau di gak marah ucap putri
sampai di dalam kamar aku langsung bersih" sebenarnya aku gak marah cuma aku gak suka milikku dekat dengan laki-laki lain apalagi itu mantan pacar nya jadi sebisa mungkin aku tahan mengingat putri juga belum menerima aku sepenuhnya nya.
setelah bersih"aku keluar kamar dan ku lihat putri sedang makan makanan yang aku bawain tadi sambil nonton TV dan aku ikut duduk di samping nya, gimana makanan nya enak kataku dan putri hanya meng iyakan saja dengan makanan di mulut nya
kok aku gak tau kamu kerja di cafe itu apa kamu baru kerja disitu
iya aku kerja disitu dan aku udah gak kerja di club malam itu lagi dan untuk saat ini aku kerja di cafe Sally aja,.
saat asik bicara tiba"ada menelpon dengan nomor yang tidak di kenal halo ini dengan saudara tama iya saya sendiri ini saya asisten pribadi tuan Raharjo beliau ingin bertemu dengan anda sekarang datang kerumah tuan baik saya akan datang
kamu tunggu sini dulu aku mau keluar ada kerjaan jangan lupa kunci pintu nanti kataku dan langsung meninggalkan rumah.
__ADS_1
putri kaget dengan kepergian Tama yang buru-buru sekali dan merasa aneh dengan kepergian Tama
sampai dirumah keluarga Raharjo aku langsung disuruh masuk dan sudah di tunggu di dalam dan langsung disuruh duduk
ada apa , papa memanggil saya kemari malam". ucapku mengingat dia tidak suka padaku
sudah satu bulan aku lihat hubungan pernikahanmu dengan putri ku tidak ada kemajuan hanya begitu saja dan kamu juga tidak pernah membahagiakan putri ku dan tetap tinggal dirumah kecil mu itu
aku akan melihat kemajuan hubungan kalian dan kemajuan pada dirimu dalam satu tahun ini, bukannya aku memaksamu menjadi kaya tapi setidaknya kamu mampu memenuhi kebutuhan istrimu sedari kecil Putri tidak pernah merasakan hidup susah selalu aku wujudkan permintaan nya dan aku akan lihat apakah kamu layak Sebagai suaminya atau tidak.
mendengar ucapan papa mertua ku membuat ku berpikir keras dan harus tambah semangat lagi dalam berusaha
baik akan aku ingat kata"papa dan aku akan buat kemajuan dalam rumah tangga kami dan kemajuan pada diriku ucap ku dengan tegas dan berlalu meninggalkan rumah keluarga istri ku
sampai di rumah kulihat putri ketiduran di sofa dan ku angkat ke kamar biar tidur nya makin nyenyak pikirku sampai dikamar ku letakkan putri di atas tempat tidur dan aku duduk di pinggir tempat tidur sambil memandang wajah Putri
dan malam ini aku tidur lagi berdua dengan istri ku di sini.
pagi hari itu saya bangun dan kulihat aku di tempat tidur seingat ku tadi malam aku ketiduran di sofa dan siapa yang pindahin aku ke kamar apa Tama yang pindahin aku tadi malam, saat masih dengan pikiran ku aku kaget dengan tangan yang melingkar di pinggang ku menarik tubuhku ke dalam pelukan nya saat kulihat sosok yang memeluk ku ialah Tama suamiku sendiri.
rasanya nyaman sekali tidur di pelukannya dan aku gak tau entah kapan aku mulai merasa nyaman dengannya
aku mencoba melepaskan pelukan nya karena aku ingin pergi ke kamar mandi bersih" takut Terlambat pergi kerja.
__ADS_1
pergerakan tangan ku membuatnya terbangun kamu mau kemana? itulah yang ku dengar suara seraknya khas orang baru bangun tidur dari Tama.
sebenarnya aku sudah bangun sebelum Putri bangun melihat dia tidak marah saat aku tidur disampingnya dan memeluk nya membuat ku sangat bahagia pagi ini, dan kesempatan ini tidak akan aku lewatkan
udah ini masih pagi mending tidur lagi ucap ku sambil memeluknya, nanti kalau tidur lagi bisa terlambat awas aku mau ke toilet dulu ucap putri
saat Putri mau pergi aku langsung menarik nya kembali ke tempat tidur dan memposisikan dia berada di bawah ku dan ku tahan dengan kedua tangan ku agar dia tidak pergi
kamu ngapain awas ya jangan macam-macam kata putri dengan tangannya yang berada di dadaku menahan tubuhku
macam" gimana orang kamu istriku dan langsung ku cium bibirnya yang merah itu dan rasanya kenyal sekali dan kulihat putri kaget dengan ciuman ku
kamu?? kata putri dan kucium lagi bibirnya tapi agak lama dan kulihat putri memejamkan matanya dan seakan menikmati ciuman kami di pagi ini.
melihat tidak ada penolakan dari Putri membuat ku menggigit bibir nya agar dia membuka bibir nya sehingga lidahku bisa masuk dan menjelajah di dalam mulut nya
ketika dia membuka bibirnya langsung ku masukkan lidahku dan bertemu dengan lidahnya rasanya nikmat sekali
lama kami berciuman saling ******* dan mencecap dan kulihat putri sudah mulai kehabisan napas dan ku lepaskan ciuman kami, melihat putri yang sudah kembali tenang langsung ku cium lagi dan ku ***** bibir manisnya yang membuat ku candu dan membuat milikku tegang di bawah sana dan membuka celanaku sesak, dengan itu tanganku bergerak memegang buah semangka miliknya putri dan meremasnya dengan pelan rasanya sangat Kenyal dan membuat ku ketagihan
kulihat putri dibawah ku sedang memejamkan mata dan menikmati permainan Kami di pagi ini
ciuman kami masih berlanjut semakin panas saat ingin ku buka kancing baju putri dia menahan tanganku dan menyudahi ciuman panas kami dengan napas yang masih naik turun
__ADS_1
kenapa kataku pada putri, aku belum siap itulah jawaban putri dan kulihat mukanya memerah mungkin dia malu,
langsung ku bawah putri ke dalam pelukan ku maaf aku tidak akan memaksamu kalau kamu belum siap ucapku pada putri yang masih ku peluk dengan nyaman.