lelaki biasa

lelaki biasa
mulai menerima


__ADS_3

setelah kepergian Sally Putri naik ke atas dan melihat Tama sedang merokok di balkon kamarnya


"kenapa gak mau bicara sama Sally?


"udah biarin aja aku jugak lagi malas dan jangan bahas ini dulu.


"iya tapi dia pesan mau minta maaf sama kamu kalau ada waktu tolong kamu angkat telepon nya kayak nya dia beneran merasa bersalah sama kamu!


"aku masih gak percaya kalau Reza seperti itu! kalau Resi aku gak heran "sudah kalau gak percaya lagian kamu jugak gak pernah percaya denganku kan ucap Tama sambil membuang asap rokok dari mulut nya.


"bukan gitu mengingat aku kenal lama dengan Reza rasanya heran aja gitu!


"kenapa heran dia kan gak suka melihat aku! semenjak menikah dengan kamu dia sudah memusuhiku.


"jangan berpikir buruk sangka!


"terserah aku tau kamu juga kenal dia duluan dari pada aku jadi wajar kalau kamu gitu, ucap Tama membuang rokok dan masuk ke dalam kamar sambil buka baju


melihat itu Putri tau pasti mau tidur, "gak gitu cuma heran aja


"heran aku sama kamu suami sendiri gak percaya tapi orang lain yang sudah salah dan ada buktinya kamu masih gak percaya


"aduh apa aku salah ngomong ya pikir putri melihat Tama yang sudah tiduran di kasur


melihat itu Putri juga ikut naik dan duduk di kasur melihat Tama yang sedang tiduran


"kamu marah sama aku? kan aku cuma nanya aja dan gak sangka aja cuma itu!


"marah si enggak cuma heran aja dengan kamu, aku ini suami kamu tapi aku merasa tidak seperti suami kamu!


Putri hanya diam mendengar Tama, Putri akui memang dirinya tidak pernah bersikap layaknya seorang istri di depan Tama.


"jadi aku harus gimana?


"aku jugak gak tau! tapi cobalah bersikap lebih hangat dan terima pernikahan kita dan jangan anggap main-main dengan pernikahan kita


Putri hanya diam mendengar Tama dan memikirkan ucapan Tama


"apa aku selama ini terlalu dingin dengan nya ya!

__ADS_1


mungkin sudah saatnya aku berubah itulah yang ada dipikiran Putri


melihat Putri yang diam "kenapa aku salah bicara ya! maaf kalau kesannya memaksa


"gak kamu gak salah semua yang kamu ucapkan benar "udah! gak usah kamu pikirkan, kamu udah makan? "sudah! kenapa kamu belum makan rupanya? Tama ketawa "iya aku belum makan tadi buru-buru kesini jadi gak sempat.


"kalau gitu ayo kebawah biar aku temani makan, "kamu gak salah ikut menemani aku makan! "kamu bilang aku harus bersikap lebih hangat? ini aku lagi berusaha!


"iya-iya! ayo ajak Tama dengan memegang tangan Putri sampai ke lantai bawah


bik panggil Putri tolong bibi panas panas in makanan ini Tama mau makan dan buatkan sekalian mie rebus "baik non bentar bibi buatan dulu


sambil menunggu makanan jadi Tama dan Putri menonton TV drama Korea sebenarnya Tama gak suka tapi karena putri suka jadi Tama ikut nonton


ketika menonton ada adegan ciuman sepasang kekasih melihat itu Putri merasa malu karena ada Tama disampingnya saat mau diganti "kenapa diganti? "gak papa film nya gak seru lagi kata Putri "seru itu lihat adegan Nya tadi kamu yang pilih ini film nya!


"atau kamu sengaja biar aku praktek in? kata Tama dengan menggeser posisi nya agar lebih dekat dengan Putri! melihat itu Putri berdiri jangan aneh-aneh nanti ada orang bikin malu itulah yang di ucapkan Putri


Tama langsung menarik tangan Putri sehingga membuat nya duduk di pangkuan Tama Putri kaget dan mencoba melepaskan diri tapi sayang Tama memeluk nya dengan erat.


"lepas dulu malu tau! kalau dilihat sama bibi nanti datang orang!


"gak ada orang juga! biarin dulu kaya gini


mendengar suara bibi Tama akhirnya melepaskan pelukan nya dan berakhir dengan makan malam berdua.


sedangkan dirumahnya Wijaya Naomi sedang ngambek


"kamu ini kenapa mukanya masam gitu? tanya ibu Widya


"kenapa sih kak Tama gak mau tinggal dirumah kita? padahal kan aku maunya kak Tama disini saja biar ada kawanku!


"bukan gak mau tapi! itu rumahnya Putri nanti sangat sepi mengingat ayahnya Putri lagi di luar negeri makanya Tama belum bisa tinggal sama kita! nanti kalau ayahnya kak Putri pulang pasti Tama pulang kesini sama Putri kata Wijaya


"sudah nanti ibu bilangin biar kakak mu datang kesini! mendengar itu Naomi diam aja tapi dalam hatinya masih ingin kakaknya tinggal dirumah nya.


sedangkan Tama dan Putri saat ini sudah dikamar karena urusan makan sudah selesai


"jadi sekarang kamu kerja dimana kalau sudah gak di cafe lagi? "nantilah aku cari lagi! aku gak bilang sama Putri kalau aku lagi kerja sama dengan perusahaan ayah Wijaya walaupun jarang ke kantor tapi masih dibilang karyawan.

__ADS_1


sebenarnya Wijaya sudah memberikan posisi yang bagus di perusahaan untuk Tama tapi Tama merasa gak enak jadi dia hanya mengambil pekerjaan kecilnya saja!


"atau kamu mau kerja dikantor papa Kata Putri! "gak usah mending aku cari tempat buat buka usaha!


"kamu mau usaha apa rupanya? "Coffe shop gimana cocok kan "emang kamu tau bikin kopi? belajar lah masa asal buat nanti malah jadi rugi!


"kamu ada kenalan yang jual tempat lokasi untuk usaha, kamu kabari aku gak usah besar! nanti kalau cocok biar aku beli!


"nanti aku kasih tau kalau sudah ada, "oke aku tunggu kabar darimu.


malam ini mereka habiskan dengan banyak bercerita hingga larut malam baru sepasang suami ini tidur


pagi ini Tama dan Putri sudah berangkat kerja dengan Tama yang mengantar Putri ke kantor sedangkan Tama menuju perusahaan Wijaya mengingat seminggu lagi pembangunan apartemen Sudah di mulai.


sedangkan kantor Tama sudah siap! tapi belum ada karyawan yang kerja, mengingat kantor nya baru siap dan desain yang dibuat belum terlalu banyak dan masih bisa di handle oleh Tama.


siang ini Tama datang ke kantor Putri sambil membawakan makanan siang, sengaja dia datang untuk makan bersama dikantor


tepat di lobby banyak mata yang memandang dirinya seperti saat datang menjemput Putri kemarin, Tama bertanya apakah Putri ada dan di lantai berapa


"maaf apa bapak sudah buat janji dulu? "tidak kenapa rupanya? "saat ini ibu Putri sedang sibuk dan tidak boleh di ganggu ucap resepsionis.


dalam hati resepsionis tidak suka melihat Tama, apalagi Tama datang bawa motor dasar orang miskin itulah yang di pikiran gadis ini, berani-beraninya dia mau ketemu sama ibu Putri.


Tama telpon pun gak di angkat Putri apa memang sibuk ya! dalam hati Tama


"kira-kira masih lama gak itu? "kurang tau kalau mau nunggu gak papa tunggu aja di sana ucap gadis resepsionis dengan sombong.


Tama gak mau memaksa masuk takut membuat keributan terpaksa dia menuju tempat duduk tamu sambil menelpon Putri


Maya yang baru turun dari ruangan Putri melihat Tama sedang duduk meja tamu


"Tama kamu ngapain disini kenapa gak ke ruangan Putri? "kata resepsionis Putri lagi sibuk gak boleh di ganggu padahal aku lagi bawa makan siang!


"waduh kalau Putri tau bisa marah ini, sudah ayo saya antar!


Maya menghampiri resepsionis kamu sini! panggil Maya "iya Bu! "ingat ya kalau dia yang mau ketemu sama Putri jangan dilarang langsung kamu antar! saya antar tama dulu kamu tunggu sini jika masih mau bekerja! kata Maya dengan tegas


membuat resepsionis menjadi diam dan takut

__ADS_1


"sekali lagi kalau mau datang kasih kabar biar gak nunggu kaya tadi! "udah tadi aku telpon Putri tapi gak di angkat!


putri yang masih belum siap kerja melihat kedatangan Tama dan Maya membuatnya menghentikan pekerjaan nya.


__ADS_2