lelaki biasa

lelaki biasa
Penyerangan


__ADS_3

"kamu ini kenapa sih yang selalu ribut apa gak bisa diomongin baik-baik! "orang seperti itu mana bisa diajak ngomong! aku aja gak di anggap malah mau dia lawan! "ingat kamu udah punya anak sekarang jadi semuanya harus di perhatikan sekarang jangan mudah emosi yang! "iya sayang gak akan lagi tapi beda ya kalau dia yang nyerang duluan! "kalau itu lain lagi ceritanya!


"kamu nanti kalau besar jangan kayak ayah ya dikit-dikit berantem kamu yang harus dicontoh dari ayah semangat nya!, baiknya sama penyayang nya kalau emosi nya jangan ya nak! ucap Putri mengajak Kenan bicara walaupun bayi nya masih tidur sedangkan Tama hanya senyum melihat nya.


ketika mau sampai kerumah bayi Kenan bangun dan langsung ingin bermain bersama Kenan "bentar ya jagoan ayah sampai dulu dirumah baru kita mainnya jagoan!


ketika mobil sudah parkir di halaman rumah bukannya bermain malah beni yang sudah menunggu Tama di depan rumah ayah Wijaya.


"selamat sore tuan muda "ada apa kamu disini apa ada yang perlu "maaf kalau kedatangan saya mengganggu tuan muda "gak papa "ini masalah perusahaan tuan muda "ya kenapa dengan kantor kita "tadi ada sekelompok orang yang datang meneror kantor dan melemparinya dengan batu sehingga kaca lobby banyak yang pecah dan rusak dan mereka mengatakan sebaiknya kita tidak melanjutkan pembangunan perumahan elit itu, saya rasa mereka orang suruhan tuan pasti dari lawan bisnis perusahaan tuan muda!


"coba kamu lihat cctv kantor siapa tau ada yang kita kenal dan simpan rekaman nya biar ada bukti saat melapor ke polisi nanti!


kamu tunggu disini sebentar aku masuk dulu baru kita pergi ke kantor untuk melihat kondisi dan keadaan nya.


setelah itu Tama masuk dan melihat kalau Putri masih bermain dengan bayi Kenan bersama ibu Widya dan mama Berta "yang aku pergi dulu ke kantor ada yang harus dikerjakan! "besok kan bisa yang ini sudah malam lagian kita baru sampai rumah juga! "iya aku tau ini gak bakalan lama!.


kemudian Tama keluar menemui beni dan pergi ke kantor bersama beni "kalau menurut saya ini pasti ulah lawan bisnis tuan muda yang kemarin kalah tuan! "tapi kita tidak punya bukti makanya kita lihat dulu cctv siapa tau ada yang kita kenal dan bisa meng interogasi nya!


sampai dikantor Tama melihat banyak kaca yang pecah dan taman depan kantor juga dirusak


sampai diruang operator mereka berdua melihat rekaman cctv, semua pelaku menggunakan topeng dan masker hampir tidak ada yang bisa dikenali.

__ADS_1


lama mereka memperhatikan rekaman cctv tersebut dan di ulang-ulangi akhirnya mereka menemukan satu orang yang tidak memakai masker dia sedang duduk di atas motor seperti menunggu teman nya "aku yakin ini pasti komplotan mereka tuan! "kamu ingat wajah pria ini ku tandai biar kita bisa mencari nya! hanya orang ini yang bisa membuat kita tau siapa pelakunya! "baik tuan muda serahkan semuanya padaku! "sekalian kamu suruh orang untuk betulkan kerusakan yang terjadi di depan aku mau semuanya sudah bersih besok!


setelah itu Tama langsung pulang kerumah di dalam perjalanan ada yang mengikuti nya melihat itu Tama menghentikan mobilnya dan melihat ada yang turun dari mobil yang mengikuti nya


dia melihat dua orang turun "kalian siapa mengapa mengikuti ku dari tadi? "itu bukan urusan mu dan kamu akan berakhir malam ini! kata kedua orang itu dan langsung menyerang Tama


sedangkan Tama langsung mundur ketika melihat dia diserang.


Tama melihat kedua orang itu dari gerakannya dia tau kalau orang ini pasti jago berkelahi.


sebenarnya Tama sudah malas untuk ribut tapi mengingat kedua orang ini adalah suruhan orang mau tidak mau dia harus melawannya bukannya Takut tapi malas.


akhirnya perkelahian pun tidak dapat di hindari Tama juga tidak mau di serang terus diapun menyerang balik


sedangkan jalan itu sudah sepi tidak ada yang lewat padahal masih belum terlalu malam


setelah ada celah Tama langsung menendang perut salah satu dan mengakibatkan terjatuh membuat Tama ada kesempatan untuk melawan yang satunya dan itu tidak di sia-siakan Tama!, langsung menyerang dan membabi buta di usahakan setiap pukulan kena sasaran "bangsat ucap pria itu ketika hidupnya mengeluarkan darah akibat pukulan Tama "ternyata kamu lumayan jago juga!.


"apa kamu pikir akan mudah untuk melawanku! kamu salah orang kalau berhadapan dengan saya!.


setelah itu Tama langsung menyerang kembali dan memberikan kuncian pada leher pria itu, mengakibatkan pria itu tidak bisa bernafas dan pingsan dan melihat pria satunya lagi sudah bangun belum sempat berdiri Tama berlari dan menendang kepalanya dengan sekuat mungkin sehingga pria itu pingsan dan kepala nya terbentur ke aspal kemudian Tama melihat kalau keduanya tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Tama menelpon beni untuk membawa keduanya untuk di sekap siapa tau keduanya komplotan dengan orang yang menyerang kantor nya.


"sekalian bawa mobilnya siapa tau ada barang bukti "baik tuan muda, apa tuan muda baik-baik saja? "sudah jangan khawatir dengan ku ucap Tama.


beni semakin kagum melihat Tama "kalau aku di posisi tuan muda belum tentu bisa melawan keduanya apalagi dari postur tubuh kedua lawan tuan muda pasti akan sulit melawan nya.


beni membawa kedua orang tersebut ke sebuah bangunan yang mana dijadikan gudang dan hanya Tama yang tau tempat itu dan beni serta beberapa orang suruhan Tama


setelah semuanya aman Tama baru pulang kerumah dan ketika sampai penghuni rumah sudah tidur, Tama berjalan pelan ketika dikamar takut anaknya kebangun.


setelah mandi Tama ingin pergi kerja tapi dia melihat Putri sedang menatap nya "loh sayang kok bangun lagi? "kamu mau kemana ini sudah malam mending istirahat! "gak lama ko yang cuma bentar ada yang mau dikerjain!


"sudah gak ada tapi-tapian sekarang kamu tidur besok bisa dikerjakan lagi yang ! Ingat jaga kesehatan mu aku gak mau kamu sakit yang! mendengar itu Tama langsung ikut tiduran disampingnya Putri.


dengan cepat Putri memeluk Tama dan bersandar di dada bidang Tama.


maaf kalau aku larang-larang kamu!, aku gak mau kamu sampai kenapa-napa aku ingin keluarga kecil kita selalu bersama dan sehat-sehat.


"sudah jangan berpikiran yang aneh-aneh sekarang fokus ku hanya pada keluarga kita.


keduanya banyak bercerita dan sesekali memandang wajah bayi Kenan.

__ADS_1


dan keduanya kadang belum percaya kalau mereka sudah jadi orang tua.


__ADS_2