
ketika pria itu menyodorkan gelas ke arah Putri tiba-tiba pintu kebuka memperlihatkan seorang pria yang tinggi dan bentuk tubuh yang ideal dan gagah dengan tubuh yang banyak tato sehingga terlihat seperti seorang mafia saja.
siapa lagi yang datang kalau bukan Tama dia buru-buru datang dengan supir dari rumah Raharjo menuju restoran tempat Putri reunian dan Tama hanya memakai kaos santai dan celana olahraga saja karena memang dia tadi sedang dirumah saja untuk bekerja makanya dia memakai pakaian santai.
Tama berjalan ke arah Putri dan mengambil gelas yang berisi minuman itu dan meletakkan di meja dan menahan pria itu agar menjauh sedikit dari Putri.
"hei ini gelas untuk Putri bukan untuk kamu, kamu gak usah ikut campur urusan kita! Resi yang melihat kedatangan Tama langsung gak suka karena rencana nya bakalan gagal.
"maaf kalau membuat acara kalian terganggu tapi saya disini untuk menjemput istri saya! akhirnya semu orang tau kalau yang datang ini suaminya Putri.
"wah bener ya yang dikatakan Resi kalau suami kamu orang miskin Putri lihat saja pakaiannya cuma kaus biasa sama celana olahraga! kata seorang wanita yang duduk nya dekat Resi.
"kamu gak malu Putri punya suami seperti itu ganteng sih ganteng tapi kan bikin malu masa dia datang menjemput kamu dengan pakaian seperti itu harus nya dia berpakaian lebih rafi dong kan dia tau juga tempat reunian kita salah satu restoran mewah di Jakarta ini!.
kemudian datang seorang pria ini minum dulu Putri daripada kamu mikirin suami miskin kamu yang gak jelas ini lebih baik kita disini aja senang-senang!
Tama sedari tadi sudah berusaha menahan emosi karena dirinya sendiri sudah banyak pikiran akhir-akhir ini masalah Putri yang belum sembuh, masalah Kenan yang selalu ingin ditemani mamanya dimana mamanya sendiri hilang ingatan ditambah lagi masalah pekerjaan kantor yang banyak dan harus diselesaikan secepatnya dan kini datang lagi orang yang buat emosi membuat Tama malah emosi.
"hei bro mending singkirkan gelas mu dari hadapan istri ku atau kamu akan menanggung resikonya! "wih ada yang marah nih takut! mengejek Tama dan semua orang tertawa mendengar itu.
"aku bilang singkirkan gelas mu jangan sampai mukamu yang hancur nanti! "santai aja bro lagian aku juga ngasih minuman buat Putri bukan buat kamu jadi santai aja!
"wah bahaya ini! buat masalah sama Tama bisa hancur nanti ruangan ini kata Maya pada Putri cepat kamu ajak Tama keluar Jangan Sampai di marah! kata Maya pada Putri "maksudnya gimana May saat Maya mau bicara dengan cepat Tama sudah menarik kerah baju pria itu "sudah terlambat Putri kamu lihat saja apa yang akan suami kamu lakukan! Putri bingung maksudnya maya.
__ADS_1
Tama langsung menarik kerah baju pria itu "kamu budek apa bodoh sudah aku bilang jauhkan minumanmu dari istri ku ucap Tama langsung mengangkat pria itu dan membanting nya dilantai dengan kuat.
bruk! suara pria itu yang jatuh ke lantai dan merasakan sakit di seluruh tubuhnya akibat bantingan dari Tama
melihat itu semua orang terkejut
kemudian datang lagi seorang pria menyerang Tama dengan cepat Tama kembali menarik kerah baju orang itu dan memberinya pukulan pada wajah nya satu pukulan hidung pria itu sudah berdarah dan Tama kembali memukul nya membuat pria itu jatuh ke lantai.
"kamu sudah gak di undang malah bikin keributan awas kamu ya! saat pria itu menyerang Tama dengan cepat meluncur kan pukulan mengenai wajah pria itu dan langsung pingsan hanya dengan satu pukulan saja.
"hei Tama miskin maksud kamu apa buat keributan disini kamu gak lihat kalau kami sedang reunian dan kamu malah datang mengganggu semuanya dasar miskin gak tau diri!. mendengar itu Tama langsung melihat ke arah Resi yang bicara "maksudnya kamu apa kamu gak lihat kalau Putri masih sakit dia gak bisa minum minuman keras dan kalian sebagai teman malah mengajak nya.
"terserah kami dong inikan acara kami dan kamu hanya orang luar disini yang buat keributan saja!
kemudian Tama melepaskan cekikikan nya dan Resi langsung terjatuh dengan nafas yang sudah memburu naik turun dan terbatuk-batuk.
kembali pertarungan di mulai banyak pria yang menyerang Tama tapi semuanya kalah dan ruangan VVIP ini sekarang berantakan hampir semua laki-laki terjatuh di lantai akibat berani melawan Tama.
kemudian Tama melihat Putri yang terkejut dengan apa yang terjadi sedangkan Maya sudah gak terkejut lagi.
Tama mengambil tas Putri dan membawanya keluar dari ruangan itu menuju mobil yang berada di parkiran.
"kamu antar Maya pulang kerumahnya biar aku pulang sama Putri saja "baik tuan! kata supir dan langsung membawa Maya.
__ADS_1
sedangkan Tama langsung melajukan mobilnya kerumah dan selama perjalanan pulang Tama dan Putri tidak ada bicara Tama sengaja diam karena sedang meredakan emosi nya sedangkan Putri masih terkejut melihat apa yang terjadi tadi.
"besok-besok kalau mau kumpul dengan teman mu cari teman yang baik jangan macam tadi teman apa yang mengajak temannya yang lain ke hal buruk!.
"kok kamu malah marah sama aku! "habisnya kamu susah dikasih tau coba tadi gak ada aku yang datang cepat ditambah lagi kamu gak ditemani Maya pas datang kesitu mungkin kamu juga bakalan mabuk seperti yang lainnya bisa saja temanmu juga berbuat jahat sama kamu apalagi yang namanya Resi itu!. apa kamu gak sadar kalau kamu masih sakit dan masih terus berobat untuk kesembuhan kamu!.
"kamu gak usah marah-marah juga! "gak ada yang marah cuma ngasih tau saja sama kamu! "aku juga tau mana yang baik dan gak baik untuk ku!.
"tau yang terbaik ini saja sudah jam 12 malam dan kamu masih belum pulang kalau gak dijemput ini yang kamu bilang tau yang terbaik untuk dirimu sendiri kamu gak sadar apa kalau dirumah ada yang nungguin kamu dan ada yang khawatir sama kamu! apalagi Kenan dari tadi nelpon ingin bicara sama kamu dan ingin melihat wajah mamanya aku mungkin sudah lebih sepuluh kali menelepon kamu papa Raharjo juga menghubungi kamu dan satupun gak ada tuh yang kamu angkat!
"sudah deh gak usah lebay biasa aja! "Tama menarik nafas dan diam takut dirinya tambah emosi nanti.
ketika sampai dirumah Raharjo Tama langsung turun membuka pintu mobil dan masuk ke dalam rumah tanpa bicara melewati Raharjo yang sedang berdiri di pintu menunggu Putri.
"saat Putri mau masuk dia melihat papanya "sayang itu Tama kenapa seperti sedang marah! "gak tau tu pa dari tadi marah-marah terus Putri cuma pergi keluar saja dan pulang telat malah marah-marah gak jelas amat!
"kamu jagan bilang begitu wajar dia seperti itu kamu ini istrinya dan masih sakit juga tapi pulang mu malah tengah malam ditambah lagi tadi Kenan putramu terus menelpon kamu ingin bicara dan ingin lihat wajah kamu tapi kamu gak bisa dihubungi membuat Kenan terus menangis papa aja kasian lihat cucu kesayangan papa itu.
"Tama begitu karena dia sayang sama kamu dan gak mau kamu kenapa-napa!
"papa apaan sih kok malah ikut belain Tama dan marah sama aku!
"loh papa marah!, mana ada papa marah, cuma kasih tau aja biar kamu gak keras kepala begini, coba aja kalau kamu gak sakit udah papa hukum kamu!
__ADS_1