
malam ini Tama masih belum bisa tidur dan terus memandangi wajah Putri yang sudah tidur dia masih belum percaya kalau dia bakalan jadi seorang ayah.
pagi ini kembali Putri mual tapi tidak seperti kemarin dan Tama senantiasa menemani Putri dikamar mandi "masih mual yang? "udah gak terlalu kamu mau apa biar rasa mual nya hilang?
Putri mendekat dan memeluk Tama dengan erat dan mencium aroma tubuh Tama "kok malah peluk yang! "gak tau kalau cium aroma tubuh kamu rasa mualnya hilang! sedangkan Tama berpikir "masa si bisa gitu tapi dia juga senang mendengar nya "yaudah setiap sayang merasa mual peluk aku aja! ucap Tama dengan memberikan senyuman sedangkan Putri meng iyakan saja sambil memeluk Tama.
pagi ini juga Putri sarapan dengan soto ayam dan dia gak tau kalau cuma soto ayam yang membuat selera makan nya ada kalau yang lainnya gak nafsu untuk memakannya.
untuk hari ini Putri tidak pergi kerja dan istirahat dirumah mengingat semalam dia yang pingsan.
sedangkan Tama hari ini berada di proyek pembangunan rumah elit yang sebentar lagi bakalan siap dimana pembangunan sudah 70 persen siap dan Tama senang melihat hasil desain nya.
setelah dari proyek pembangunan seperti biasa Tama bakal ke kantor untuk kerja, disela kerja dia tidak lupa menelpon Putri dan memastikan apakah baik-baik saja.
sedangkan dirumah Putri merasa bosan dengan diam dirumah dan hanya main hanpone saja sedangkan Bu Widya mertua nya sedang di butik dan membuat dia semakin bosan hanya berdiam diri dirumah saja.
merasa bosan membuat Putri pergi ke butik menemui Bu Widya, sampai di butik banyak karyawan menyapanya mengingat dia pernah kerja walaupun hanya sebentar saja
"Bu panggil Putri ketika sampai diruangan Bu Widya dan langsung masuk sedangkan Bu Widya kaget melihat kedatangan Putri
"loh kok gak kabari ibu kalau mau datang! sedangkan Putri langsung memeluk Bu Widya sejak hamil Putri memang menjadi manja
"emang sudah baikan sampai datang kesini? "aku bosan dirumah gak ada kawan lagian aku juga udah sehat!
"yaudah mending temani ibu ketemu sama teman-teman ibu sekalian kita makan siang ibu belum makan soalnya
dan saat ini mereka sedang berada di restoran sampai disan sudah ada ramai teman Bu Widya yang datang duluan
melihat Bu Widya datang dengan Putri membuat mereka ingin bertanya siapa yang datang bersama Widya
__ADS_1
"maaf ya nunggu lama macet tadi di jalan! "iya gak papa jeng lagian ini juga jam makan siang jadi wajar ucap salah satu teman Bu Widya, "ini siapa jeng kenalin dong sama kita!
"ini Putri menantu saya istrinya Tama! " oh istrinya Tama cantik ya pandai dia cari istri dan Putri hanya senyum mendengar pujian itu dan ikut duduk disampingnya Bu Widya.
gak ada yang menarik dengan perkumpulan mereka cuma duduk dan saling bercerita saja dan Putri juga dengan senang mendengar cerita teman mertua nya
saat pesanan makanan mereka datang Putri langsung mual melihat nya "kamu kenapa sayang! "baunya gak enak Bu bikin Putri mual!
"maaf ya semuanya ini menantu saya sedang hamil muda dan kalau cium makanan kadang mau mual-mual!
mendengar itu semuanya paham dan tau bagaimana rasanya mengingat mereka semua sudah menikah dan punya anak.
sudah bermacam cara Bu Widya lakukan tapi rasa mualnya tidak hilang "ini gimana saya kok mual belum hilang biasanya pakai obat apa biar hilang! "panggil Tama aja Bu kesini nanti juga hilang! mendengar itu Bu Widya langsung menelepon Tama dan menyuruh nya ke restoran tempat mereka mau makan.
sedangkan Tama langsung bergerak menuju restoran dia tau pasti saat ini Putri masih mual, tidak menunggu lama Tama datang dan melihat Putri yang sudah lemas
begitu Tama duduk Putri langsung memeluk Tama dengan erat dan mencium aroma tubuh Tama sedangkan Tama hanya diam saja dan sesekali mengusap rambut panjang Putri.
sedangkan mereka yang ada disitu merasa heran dengan sikap Putri yang langsung memeluk Tama begitu sampai
cukup lama Putri memeluk Tama dan menghirup aroma tubuh Tama setelah itu Putri akhirnya merasa baikan dan rasa mualnya langsung hilang.
"melihat semuanya memandang Putri dia jadi malu dan menyembunyikan wajahnya "Jadi kalau mual-mual obatnya tama tanya Bu Widya "iya Bu jawab Tama.
mendengar itu semuanya jadi senyum "wah berarti Putri sangat sayang dong sama Tama! ucap teman Bu Widya sedangkan Putri hanya diam saja.
"kalau gitu aku ajak Putri jalan-jalan dulu Bu!, dan akhirnya Tama dan Putri pergi.
kini keduanya sedang di mobil menikmati waktu berdua "yang aku mau makan itu! tunjuk Putri pada penjual di pinggir jalan dan ketika Tama lihat ternyata penjual rujak, "bentar biar aku belikan kamu tunggu di mobil aja!.
__ADS_1
kemudian Tama keluar membeli rujak dan hak lama dia kembali ke mobil soalnya gak pake antri makanya cepat.
melihat Tama yang bawa rujak betapa senangnya Putri dan langsung me makannya dengan cepat dan gak butuh waktu lama rujak nya habis.
"yasudah makan rujaknya udah mending kita cari tempat makan ya aku belum makan siangnya soalnya yang! "yaudah ayo!.
baru beberapa meter mobil yang mereka bawa Putri langsung melihat banyak yang jual makanan di pinggir jalan dan menyuruh Tama untuk berhenti "kenapa lagi yang? "mending kita makan situ aja biar cepat ya! yasudah kita cari parkir dulu ya! sebenarnya Tama tau kalau Putri yang ingin makan disitu mengingat istrinya lagi hamil makanya dia turutin kemauan Putri.
ketika sampai ditempat Putri kembali menarik tangan tama "kenapa gak jadi makannya! "jadi yang tapi dibungkus aja ya makan dirumah aja lagian juga udah dekat sama rumah yang! "kalau gitu kita pesan dulu makanannya ya! mau ikut pesan atau tunggu di mobil aja! ikut yang!
keduanya lalu membeli lumayan banyak makanan dan jajanan pinggir jalan dan setelah semuanya selesai kebeli Tama dan Putri langsung pulang.
ketika sampai rumah disitu sudah ada Bu Widya dan ayah Wijaya, Tama langsung meletakkan makanan yang dibeli di meja dan dibuka satu-satu dan ketika dibuka Putri hanya makan buah sama makan bakso.
"aku udah kenyang sisanya buat sayang aja semuanya! "loh kok buat saya kan yang pesan tadi kan sayang! "iya aku yang pesan tapi untuk sayang.
"pokoknya kamu harus habis kan semuanya dan berakhir lah dengan Tama yang makan begitu banyak makanan dan harus habis.
sedangkan Wijaya dan istrinya hanya tersenyum melihat pasangan suami istri itu,
akhirnya semua makanan habis juga dimakan Tama dan merasa sangat kenyang "mungkin aku gak akan makan malam lagi! sedangkan Putri sudah berada dikamar sedang telponan sama mama Berta.
Tama ikut duduk disamping Bu Widya "gimana udah kenyang! habis semua makanan nya tanya Bu Widya "habis Bu ucap Tama dengan suara pelan "Putri aneh Bu padahal tadi dia yang pesan dan mau makan dirumah sampai disini malah aku yang makan semuanya!
Wijaya hanya tertawa mendengar nya "ini belum seberapa nanti kamu rasain lagi yang lainnya! "maksudnya Ayah! "wanita hamil memang suka gitu sayang jangan dengarkan ata Ayah mu!, mungkin Putri lagi ngidam ingin lihat kamu makan banyak di depan nya!.
"semasa hamil kamu turuti kemauan nya tapi yang wajar-wajar aja kalau yang membahayakan bagi kesehatan Putri jangan kamu turuti ingat itu!, "iya Bu pasti!
setelah cukup lama mengobrol di ruang tamu bersama kedua orang tuanya Tama pamit untuk ke kamar melihat Putri.
__ADS_1